Breaking News

Home / News

Sabtu, 26 Juli 2025 - 23:19 WIB

Polda Riau Grebek Distributor Beras Oplos di Pekanbaru

Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggerebek sebuah distributor atau agen yang menjual beras oplosan di Jalan Mulyorejo, Kota Pekanbaru. Total 9 ton beras oplosan disita dalam operasi tersebut.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyampaikan pengungkapan ini merupakan arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menindaklanjuti kejahatan yang merugikan konsumen.

“Tentu saja arahan Bapak Kapolri ini adalah bagaimana kita bisa hadir di tengah-tengah masyarakat dan memberikan rasa aman di tengah tengah masyarakat lewat upaya-upaya yang nantinya situasi kamtibmas tercapai dengan baik,” kata Irjen Herry Heryawan di lokasi, Sabtu (26/7/2025).

Dalam penggerebekan tersebut, Polda Riau melalui Direktorat Reskrimsus Polda Riau di bawah pimpinan Kombes Ade Kuncoro menangkap seorang tersangka berinisial R.

Baca Juga  Kanwil Kemenkum Jambi Ikuti Apel Virtual, Fokus Tingkatkan Layanan Publik

“Dia ini adalah distributor,” imbuhnya.

Sementara itu, ada dua modus operandi yang dijalankan oleh tersangka R ini. Modus pertama adalah mengoplos beras SPHP produk Bulog yang dioplos dengan beras berkualitas buruk atau reject.

“Pelaku ini dia membeli. Yang diambil adalah beras kualitas buruk, beras reject, yang terkait Undang-undang Perlindungan Konsumen,” jelas dia.

Modus kedua, pelaku membeli beras kualitas rendah dari wilayah Pelalawan dan mengemas ulang dalam karung-karung bermerek premium, seperti Aira, Family, Anak Dara Merah, hingga Kuriak Kusuik, sehingga tampak seolah-olah sebagai produk unggulan.

Baca Juga  Sekda Medison Ucapkan Selamat atas Pelantikan PPPK Paruh Waktu Pemkab Solok

Menurut Kapolda, tindakan ini mencederai niat baik pemerintah dalam program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012, yang ditujukan untuk memastikan masyarakat mendapat akses terhadap beras berkualitas dengan harga terjangkau.

“Presiden sendiri sudah menegaskan pentingnya menjaga ketahanan pangan nasional karena seluruh ekosistem produksinya didukung oleh uang rakyat, mulai dari pupuk, BBM, irigasi, hingga subsidi. Ketika pelaku serakah justru merusaknya untuk keuntungan pribadi, itulah yang disebut Presiden sebagai ‘serakahnomics’,” tegas Kapolda.

Share :

Baca Juga

News

MBG di Kecamatan Labuan Berjalan Lancar, Meski Ada Hal yang Perlu Disempurnakan

News

Semarakkan HUT Bhayangkara ke 78, PP IWO Gelar Lomba Bagi Netizen Berhadiah Puluhan Juta Rupiah

News

Oknum Kades Resmi Ditahan Polres Pandeglang, Diduga Korupsi Dana Desa
Kapolda Jambi bersama jajaran Ditresnarkoba menunjukkan barang bukti 20 kg sabu, 20.241 ekstasi, dan narkotika cair etomidate hasil pengungkapan jaringan narkoba lintas provinsi.

Daerah

Polda Jambi Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Provinsi, Sita 20 Kg Sabu dan 20.241 Ekstasi Senilai Rp25,9 Miliar

News

Ormas LMP Bukan Kumpulan Para Preman !!! KETUM Laskar Merah Putih H. Adek Erfil Manurung SH , Angkat Bicara

News

SPBU 13273514 di Solok Selatan Diduga Jual BBM Subsidi ke Pelansir, Pertamina dan Aparat Diminta Tidak Tutup Mata

News

Posko Utama Kembali menyalurkan 2.432 Paket Sembakodan Air Bersih ke Berbagai Titik

News

PLN UPT Jambi dan YBM PLN Tebar Berkah Lewat Program Jumat Berkah