
Menurut pakar psikologi, lima profesi ini memiliki risiko perselingkuhan yang lebih tinggi. Faktor-faktor seperti jam kerja yang panjang, lingkungan kerja, kondisi keuangan, perjalanan dinas, dan lainnya dapat meningkatkan peluang terjadinya perselingkuhan.
Berbagai faktor dapat memicu perselingkuhan. Para ahli hubungan dan psikologi menunjuk pekerjaan sebagai salah satu faktor penting.
Baru-baru ini, pakar hubungan Tracey Cox dan Profesor Psikologi Eden Lobo mengidentifikasi lima profesi dengan risiko perselingkuhan tertinggi.
Profesi apa sajakah itu? Berikut lima profesi yang paling rentan terhadap perselingkuhan.
1. Pilot dan Awak Kabin
Pasangan yang berprofesi sebagai pilot atau pramugari perlu lebih waspada. Jam kerja yang tidak menentu, perjalanan jauh, dan tinggal di luar kota atau luar negeri dalam waktu lama dapat menyebabkan jarak emosional.
Prof. Lobo menjelaskan bahwa lingkungan kerja seperti ini memudahkan mereka menjalin kedekatan dengan orang lain yang memiliki jadwal serupa. Ditambah lagi, profesi ini seringkali dikaitkan dengan daya tarik dan karisma tinggi, baik di antara sesama awak maupun penumpang.
2. Dokter dan Perawat
Profesi yang mulia ini juga masuk dalam daftar. Dokter dan perawat sering bekerja lebih dari 12 jam sehari, belum termasuk shift malam dan panggilan darurat.
Kelelahan fisik dan emosional dapat mengakibatkan hubungan di rumah menjadi renggang. Akibatnya, mereka mungkin mencari pelarian emosional di tempat kerja, sehingga hubungan intens dengan rekan kerja dapat berkembang.
3. Pengusaha atau Pebisnis
Inilah 7 Tahapan Selingkuh Emosional, Biasanya Berawal dari Apa?
Jika pasangan Anda seorang pengusaha, Anda perlu lebih waspada. Jadwal yang padat, jam kerja yang tidak tetap, dan sering menghadiri acara bisnis dapat membuka peluang untuk bertemu orang baru.
Mengutip aol.com, Prof. Lobo menyebutkan bahwa tekanan bisnis yang tinggi membuat pengusaha rentan merasa lelah dan mencari kenyamanan di luar rumah. Status dan daya tarik finansial juga dapat membuat mereka menjadi pusat perhatian.
4. Pekerja di Sektor Keuangan (Bankir)
Industri keuangan, dengan tekanan, target, dan persaingan yang tinggi, juga termasuk kategori pekerjaan yang rentan terhadap perselingkuhan. Tidak mengherankan jika banyak yang tergelincir dalam keputusan impulsif, termasuk dalam hal asmara.
Budaya kerja yang berlanjut setelah jam kantor, relasi bisnis sambil minum alkohol, dan gaya hidup eksklusif dapat mengaburkan batas antara kehidupan profesional dan pribadi. Sayangnya, hal ini seringkali berujung pada perselingkuhan.
5. Guru
Mungkin mengejutkan, tetapi guru juga termasuk dalam profesi yang berisiko tinggi melakukan perselingkuhan! Tuntutan pekerjaan yang tinggi, stres akibat manajemen kelas, dan tekanan dari pihak sekolah dapat menyebabkan kelelahan emosional.
Prof. Lobo menyebutkan bahwa beberapa guru, terutama yang memiliki jabatan seperti kepala sekolah, dapat menerima kekaguman dari orang sekitar yang membuat mereka merasa dihargai. Hal ini terkadang dapat menjadi jalan menuju perselingkuhan.
Perlu diingat bahwa tidak semua orang dalam profesi di atas pasti berselingkuh. Namun, memperkuat komunikasi dan membangun batasan yang sehat tetap penting. (*)











