PANDEGLANG, warta-kota.com
Villa Emas Gunung Pulosari yang berlokasi di Kampung Pamengker, Desa Cilentung, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, terus menjadi destinasi impian bagi para pencinta alam dan pendaki gunung sepanjang masa. Terletak tepat di bawah kaki Gunung Pulosari, lokasi ini memberikan kemudahan akses bagi para pendaki yang ingin menjelajahi jalur pendakian menuju puncak gunung tersebut.
Sebagai salah satu ikon pariwisata yang berperan penting dalam pengembangan destinasi wisata desa, keberadaan Villa Emas Gunung Pulosari telah diakui resmi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang serta jajaran pemangku kebijakan di Kecamatan Pulosari. Sejak dimulainya libur panjang pasca Idul Fitri, destinasi wisata alam ini semakin ramai dikunjungi, menjadikannya pilihan utama bagi masyarakat yang ingin menghabiskan waktu luang dengan aktivitas dekat dengan alam.
Menurut H. Jumroni, selaku pengelola Villa Emas Gunung Pulosari, jumlah pendaki yang datang setiap hari terus mengalami peningkatan signifikan. “Sejak hari ke-1 pasca lebaran, kami melihat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi, sehingga jumlah pendaki selalu bertambah setiap harinya,” ujarnya kepada wartawan pada hari Minggu (29/03/2026).
Selain menyediakan fasilitas pendukung untuk para pendaki, pihak pengelola juga secara konsisten memberikan arahan serta sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam. “Sebelum memulai pendakian, kami selalu memberikan pemaparan lengkap terkait tanggung jawab kita bersama dalam menjaga keasrian alam Gunung Pulosari. Tidak hanya itu, kami juga menyediakan bibit pohon yang harus dibawa dan ditanam oleh setiap pendaki di area atas gunung,” jelas H. Jumroni.
Dalam waktu dekat, pihak pengelola bersama dengan komunitas pencinta alam seperti Mapala, Unpala, dan seluruh kalangan pendaki merencanakan kegiatan penanaman besar-besaran yang akan melibatkan penanaman sebanyak 4.000 bibit pohon di atas Gunung Pulosari.
” Insyaallah, kegiatan ini akan dilaksanakan dalam beberapa hari kedepan. Tujuan utama dari penanaman bibit pohon adalah untuk memastikan Gunung Pulosari tetap asri dan terpelihara dengan baik,” ucapnya.
Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya sekadar aktivitas fisik, melainkan juga sebagai bentuk kecintaan terhadap alam yang harus ditumbuhkan bersama. “Intinya, kita tidak bisa lepas dari tanggung jawab untuk merawat alam yang telah memberikan banyak manfaat bagi kita. Dengan demikian, selain hobi mendaki terpenuhi, kita juga memberikan kontribusi nyata bagi kelestarian lingkungan,” tambahnya.
Hasil pantauan lapangan menunjukkan bahwa jumlah pengunjung yang datang ke Gunung Pulosari cukup banyak, dengan sebagian besar berasal dari luar Kecamatan Pulosari dan bahkan luar Kabupaten Pandeglang. Salah satu pengunjung, Hasan yang berasal dari Cikande, Kabupaten Serang, mengaku telah beberapa kali mendaki ke Gunung Pulosari. “Kali ini saya datang bersama tiga rekan lainnya untuk menikmati keindahan alam yang ada di atas gunung,” katanya.
Hasan juga mengungkapkan kesan mendalam selama berada di atas Gunung Pulosari. “Selain bisa menikmati berbagai objek wisata alam seperti kawah dan curug, saya juga merasakan kedekatan yang luar biasa dengan Sang Pencipta. Betapa besar dan indahnya ciptaan-Nya yang tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata,” ujarnya dengan penuh kagum.
Menurut Hasan, aktivitas mendaki gunung menjadi pilihan yang berbeda dibandingkan dengan wisata pantai atau rekreasi lainnya yang sudah sering ia nikmati. “Saya merasa bosan dengan wisata konvensional, sehingga sengaja memilih untuk menghabiskan liburan dengan mendaki gunung. Banyak kesan mendalam yang saya dapatkan dan tidak bisa diperoleh dari tempat lain,” tambahnya.
Pada saat yang sama, Villa Emas Gunung Pulosari terlihat sangat ramai dikunjungi oleh berbagai kalangan masyarakat, mulai dari yang sudah berumah tangga, mahasiswa, hingga anak sekolah tingkat menengah. Hal ini menunjukkan bahwa pendakian gunung tidak hanya menjadi aktivitas bagi kelompok tertentu, melainkan telah menjadi alternatif wisata alam yang menarik dan memiliki makna tersendiri bagi setiap individu yang mengikutinya. (YNA)















