Breaking News

Home / Hukum Kriminal

Selasa, 4 November 2025 - 03:58 WIB

Sorotan Keadilan: Kelambanan Proses Sidang Perdana Kasus Kematian Ervin Fernando, Oknum TNI AL Adjie Pamuncak Jadi Terdakwa

Bandung, 3 November 2025 —

Setelah penantian panjang selama sembilan bulan, Pengadilan Militer Tinggi Bandung akhirnya menggelar sidang perdana kasus dugaan pemukulan yang berujung pada kematian seorang warga sipil. Terdakwa dalam kasus ini adalah seorang oknum anggota TNI Angkatan Laut (TNI AL) bernama Adjie Pamuncak, yang diketahui berdomisili di Bogor.

 

 

Sembilan Bulan Menanti Proses Hukum

 

Kasus yang menewaskan Ervin Fernando (51) ini menjadi sorotan publik lantaran proses hukumnya dinilai berjalan sangat lambat. Pihak keluarga harus menunggu berbulan-bulan hingga berkas dinyatakan lengkap dan dapat dilimpahkan ke pengadilan.

 

Ironisnya, sidang perdana sempat tertunda karena ketidakhadiran kuasa hukum terdakwa.

 

> “Sungguh menyakitkan bagi kami, harus menunggu hampir setahun untuk melihat pelaku diadili. Kelambanan ini menimbulkan pertanyaan besar tentang komitmen penegakan hukum militer dalam melindungi masyarakat dan menegakkan keadilan secara cepat,” ungkap salah satu kerabat korban.

Baca Juga  Judi Tembak Ikan Milik Bos Aweng Bebas Beroperasi di Belawan, Diduga Dibekingi Oknum

 

 

Lambannya penanganan kasus ini dinilai menambah beban psikologis keluarga, yang sejak awal menuntut proses hukum transparan dan tuntas.

 

 

Duka Mendalam dan Tuntutan Keadilan Keluarga

 

Korban meninggalkan istri, Santi Indrawati (44), serta tiga anak yang masih berstatus pelajar. Kehilangan kepala keluarga secara tragis dinilai berdampak besar pada keberlangsungan hidup dan masa depan pendidikan ketiga anak tersebut.

 

Atas dasar itu, keluarga korban menyampaikan permintaan tegas kepada Majelis Hakim dan pimpinan TNI AL agar:

 

1. Terdakwa dijatuhi hukuman pidana maksimal, sesuai beratnya tindakan yang merenggut nyawa.

 

 

2. Terdakwa diberhentikan tidak dengan hormat dari kedinasan TNI AL.

Baca Juga  5 Oknum Polisi Polres Semarang dan 2 Oknum Pengacara Mengintimidasi Seorang Perempuan Tahanan Polres Di Rutan II B Salatiga

 

 

Menurut keluarga, langkah tersebut penting sebagai bentuk efek jera dan pencegahan munculnya arogansi aparat terhadap masyarakat sipil.

 

> “Kami berharap pimpinan TNI AL mengambil sikap tegas. Kasus ini harus menjadi pelajaran bahwa tidak ada ruang bagi anggota yang bertindak arogan. Pemberhentian dari dinas adalah sanksi paling adil selain hukuman penjara, agar marwah institusi TNI AL tetap terjaga,” tegas Santi penuh harap.

 

 

Sidang Berlanjut

 

Sidang perdana yang digelar di Bandung ini menjadi awal perjuangan keluarga Ervin Fernando untuk mendapatkan keadilan setelah penantian panjang. Agenda persidangan berikutnya akan berfokus pada pembuktian serta mendengarkan keterangan saksi-saksi terkait insiden pemukulan tersebut.

 

Keluarga berharap proses hukum berjalan objektif, cepat, dan transparan hingga putusan akhir dijatuhkan.

Share :

Baca Juga

Berita Utama Daerah

Darurat Penjualan Obat Keras Golongan G Di Wilayah Cibodas Kota Tangerang!!!

Berita Utama

SPBU Logas 14.293.637 Koto Baru Singingi Hilir, Kuansing Diduga Jadi Sarang Mafia BBM Bersubsidi, Masyarakat Minta Kapolres Bertindak Tegas.
Ibu korban dugaan pemerkosaan menangis dan menuntut keadilan untuk anaknya di Kota Jambi

Berita Utama

Anak Diduga Diperkosa Oknum Polisi di Jambi, Ibu Mengadu ke DPRD

Berita Utama

Alahan Panjang Resort Kembali Memanas, Apakah Berakhir di Jalur Persuasif Atau Langkah Hukum

Hukum Kriminal

Diduga Kebal Hukum dan Dibekingi Oknum, Usaha Gelper Zone 88 di Bengkalis Bungkam dan Disinyalir Lakukan Intervensi Pemberitaan

Berita Utama

Mafia BBM Semakin Merajalela Di Kabupaten Siak, Masyarakat Memohon Agar Kapolres Di Copot.

Berita Utama Daerah

Menguak Skandal Payung Elektrik di Masjid Agung yang Diduga Merugikan Negara Rp 43 Miliar, Kinerja Kejati Riau Dipertanyakan!

Batam

Diduga Oknum Wartawan Back Up Usaha Mafia Illegal Dikota Batam Dan Cemarkan Nama Baik Organisasi Team Libas Di Kepri, Segera Kita Polisikan Kata Ketua Umum Dpp Team LIBAS.