Breaking News

Home / Technology

Sabtu, 20 Desember 2025 - 20:51 WIB

Saham Tesla melonjak usai kabar robotaxi tanpa pengemudi

Optimisme investor Tesla menguat di awal pekan, seiring langkah besar perusahaan menuju realisasi armada kendaraan otonom. Harapan untuk menjadi bagian dari jaringan robotaxi tanpa pengemudi kini terasa semakin dekat.

Saham Tesla melonjak ke level tertinggi sepanjang tahun, menyamai harga terakhir yang tercatat pada Desember lalu. Kenaikan ini terjadi setelah CEO Elon Musk mengonfirmasi bahwa uji coba Robotaxi telah berjalan tanpa pengemudi cadangan di kursi penumpang depan.

1. Konfirmasi Elon Musk jadi katalis utama

Kabar tersebut langsung menjadi pendorong sentimen positif pasar. Saham berkode TSLA naik sekitar 4 persen pada Senin dan bertambah 3 persen pada Selasa, melampaui rekor yang dicapai hampir setahun lalu saat optimisme terhadap Tesla melonjak pascaterpilihnya kembali Donald Trump.

Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap kemampuan Tesla mewujudkan teknologi kendaraan otonom secara komersial.

2. Ambisi Tesla lebih dari sekadar mobil listrik

Meski saat ini mayoritas pendapatan Tesla masih berasal dari penjualan kendaraan listrik, perusahaan memiliki visi jangka panjang yang jauh lebih luas. Tesla menargetkan penguasaan armada robotaxi berbasis permintaan serta pengembangan robot humanoid cerdas untuk penggunaan rumah tangga.

Baca Juga  Pahami Komponen Komputer & Fungsi Pentingnya: Panduan Lengkap

Kemajuan pengujian Robotaxi menjadi bukti nyata bahwa ambisi tersebut mulai terealisasi, bukan sekadar janji jangka panjang.

3. Peluang AI dan otonomi dinilai bernilai triliunan dolar

Analis Wedbush, Dan Ives, menilai peluang bisnis AI dan kendaraan otonom Tesla bernilai sedikitnya US$1 triliun. Ia memperkirakan dalam tiga hingga enam bulan ke depan, berbagai inisiatif strategis Tesla akan dipercepat seiring berkurangnya hambatan regulasi terhadap teknologi Full Self-Driving (FSD).

Menurutnya, perubahan lanskap regulasi dapat membuka jalan bagi percepatan adopsi kendaraan otonom Tesla.

4. Perluasan uji coba Robotaxi jadi fokus investor

Kecepatan Tesla memasuki era Robotaxi menjadi perhatian utama Wall Street. Musk sebelumnya menyebut layanan robotaxi tanpa pengawasan hanya tinggal hitungan minggu. Saat ini, Tesla berencana menggandakan armada uji coba dan memperluas pengujian ke wilayah Phoenix serta Nevada.

Baca Juga  Yamaha Luncurkan Bebek Super Baru, Ancam Posisi Raja Jalanan Supra GTR dan MX King

Investor juga menanti produksi massal kendaraan Cybercab yang diproyeksikan dimulai pada tahun depan.

5. Persaingan Robotaxi dan potensi dominasi Tesla

Dengan Waymo milik Alphabet telah mengoperasikan ribuan robotaxi di Amerika Serikat, Tesla dinilai memiliki keunggulan dari sisi skala produksi dan integrasi teknologi meski bukan pemain pertama.

Dan Ives memperkirakan Tesla berpotensi menguasai hingga 70 persen pasar kendaraan otonom global dalam satu dekade ke depan. Ia menilai tidak ada perusahaan lain yang mampu menandingi kombinasi skala, ekosistem kendaraan, dan kekuatan AI yang terus diperluas oleh Tesla.

Lonjakan saham Tesla mencerminkan meningkatnya keyakinan pasar bahwa visi Elon Musk soal kendaraan otonom dan kecerdasan buatan mulai mendekati kenyataan. Meski tantangan regulasi dan persaingan masih ada, kemajuan uji coba Robotaxi menjadi sinyal kuat bahwa Tesla tengah memasuki fase baru pertumbuhan yang berpotensi mengubah lanskap industri transportasi global.

Share :

Baca Juga

Technology

Infinix NOTE 50S 5G+: HP Ngebut, Murah, dan Pas Banget Buat Anak Muda

Technology

IG Live Dinonaktifkan: Netizen Indonesia Lebih Pilih TikTok?

Technology

Google Find My Device Kini Jadi Find Hub: Dukungan Ultra-wideband Lebih Canggih

Technology

Asus Vivobook S14: Perbandingan Prosesor Intel, AMD, dan Qualcomm

Technology

Google Perangi Pencurian HP Android: Sulitnya Jual Ponsel Curian Kini

Technology

Samsung Galaxy A Series: Daftar HP yang Tak Dapat Update OneUI 7 & Android 13

Technology

Google Cloud dan Kominfo: Program Akselerator AI Baru untuk Startup Indonesia

Technology

Samsung Galaxy S25 Edge: Layar Lebih Kuat dengan Corning Gorilla Glass