Breaking News

Home / Public Safety And Emergencies

Kamis, 9 Oktober 2025 - 08:51 WIB

Ponpes Al Khoziny Ambruk: Polisi Usut Hukum, Mitigasi Jadi Kunci

Menanggapi pertanyaan mengenai runtuhnya Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang berpotensi diusut secara pidana, Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, memberikan pernyataan.

Dasco menjelaskan bahwa proses hukum sepenuhnya berada di bawah kewenangan pihak kepolisian. Akan tetapi, ia menekankan betapa pentingnya langkah-langkah mitigasi guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

“Mengenai ranah hukum, itu adalah wilayah kepolisian,” ujar Dasco kepada awak media di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada hari Kamis (9/10).

“Namun, yang terpenting adalah bagaimana kita melakukan mitigasi agar kejadian serupa tidak lagi menimpa pesantren-pesantren lain,” lanjutnya.

Baca Juga  Direktur PT PMT Tersangka: Kasus Cesium-137 Cikande Gegerkan Publik

Dasco juga mendorong pemerintah untuk meningkatkan pengawasan terhadap kondisi bangunan pesantren, khususnya yang telah berdiri lama. Menurutnya, kondisi fisik bangunan-bangunan tersebut harus mendapatkan perhatian serius agar tidak membahayakan keselamatan para santri.

“Intinya, DPR RI akan turut mendorong pemerintah untuk lebih memperhatikan bangunan-bangunan pesantren yang sudah lama dan berusia tua, agar dapat dibantu dalam mengantisipasi terjadinya hal-hal seperti yang terjadi baru-baru ini,” tuturnya.

Perlu diketahui, Ponpes Al-Khoziny mengalami keruntuhan pada Senin (29/9) sore. Peristiwa tragis tersebut terjadi ketika para santri sedang menunaikan ibadah salat Ashar, sekitar pukul 15.00 WIB.

Pihak kepolisian menduga bahwa insiden ini disebabkan oleh adanya kegagalan konstruksi. Polda Jawa Timur sendiri telah membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab runtuhnya bangunan tersebut.

Baca Juga  Polisi Usut Kasus Keracunan Massal Program Makan Bergizi Gratis Bandung Barat

Operasi pencarian korban dan evakuasi reruntuhan bangunan dinyatakan resmi berakhir pada hari Selasa (7/10).

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) hingga Senin malam, tercatat sebanyak 171 orang telah berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 104 orang dinyatakan selamat, sementara 67 orang lainnya meninggal dunia, termasuk di antaranya 8 potongan tubuh yang ditemukan di lokasi kejadian.

Share :

Baca Juga

Public Safety And Emergencies

Keracunan Massal Siswa SMPN 35 Bandung: Pemkot Perketat Pengawasan Makan Gratis

Public Safety And Emergencies

Tragis! Banjir Longsor Aceh: Puluhan Tewas, Puluhan Lainnya Hilang – BNPB

Public Safety And Emergencies

Tiga Jenderal Polri Beri Klarifikasi Kasus Tewasnya Pengemudi Ojol Terlindas

Public Safety And Emergencies

Kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati: 350 kios hangus, tak ada korban

Public Safety And Emergencies

Terungkap! Gajian Rp7 Juta Sebulan dari Preman Parkir: Pengakuan Anggota Ormas

Public Safety And Emergencies

Ammar Zoni Nusakambangan: Pengacara Siapkan Upaya Hukum Terbaru!

Public Safety And Emergencies

Sidang Cerai Marissa Anita Ditunda: Andrew Trigg Absen, Apa Alasannya?

Public Safety And Emergencies

Fakta banjir bandang Guci Tegal yang lenyapkan kolam pemandian air panas