Pelatih Kepala Tim Nasional U-17 Indonesia, Nova Arianto, mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa timnya pada paruh pertama pertandingan melawan Zambia dalam laga pembuka Grup H Piala Dunia U-17 2025. Dalam pertandingan yang berlangsung di Lapangan 7 Aspire Academy, Doha, pada hari Selasa, 4 November 2025, Garuda Muda harus mengakui keunggulan Zambia dengan skor 1–3.
Sempat unggul melalui gol yang dicetak oleh Muhammad Zahaby Gholy, keunggulan Indonesia tidak bertahan lama. Zambia berhasil membalikkan keadaan dengan dua gol dari Abel Nyirongo dan satu gol dari Lukonde Mwale. Ketiga gol Zambia tersebut tercipta dalam rentang waktu yang cukup singkat, sekitar tujuh menit saja.
Seluruh gol dalam pertandingan ini terjadi di babak pertama. “Di ajang sekelas Piala Dunia, apabila kita tidak berani mengambil inisiatif atau merasa gentar, maka situasi akan menjadi sulit bagi kita. Terlihat perbedaan yang signifikan antara permainan di babak pertama dan di babak kedua. Pada paruh kedua, para pemain menunjukkan keberanian yang lebih besar dan memiliki determinasi yang lebih baik,” ujar Nova setelah pertandingan di area mixed zone, seperti dikutip dari laporan Antara.
Meskipun mengakui kekecewaannya atas hasil pertandingan perdana, Nova tetap memberikan apresiasi terhadap usaha yang telah dilakukan oleh para pemainnya. Ia melakukan beberapa penyesuaian di awal babak kedua dengan memasukkan Adi Dimas dan Muhammad Algazani, yang terbukti mampu menghidupkan permainan Indonesia.
“Di ruang ganti, saya sampaikan kepada para pemain bahwa jika mereka merasa takut di lapangan, takut berbenturan, atau takut menguasai bola, maka kita akan terus berada di bawah tekanan. Pada babak kedua, mereka tampil dengan lebih berani,” jelas pelatih berusia 44 tahun tersebut.
Berkenaan dengan strategi permainan, Nova menjelaskan bahwa timnya sebenarnya sudah mengantisipasi kecepatan yang dimiliki oleh para pemain sayap Zambia. Akan tetapi, kelengahan di lini pertahanan berujung pada konsekuensi yang fatal.
“Memang ada sedikit kelengahan, namun hal ini wajar mengingat ini adalah level Piala Dunia. Jika kita melakukan kesalahan sekecil apapun, lawan dapat dengan cepat memanfaatkannya untuk mencetak gol,” ungkapnya.
Nova menegaskan bahwa timnya akan segera melakukan evaluasi dan pembenahan sebelum menghadapi Brasil pada pertandingan kedua, yang akan digelar pada hari Jumat, 7 November 2025, di tempat yang sama. Saat ini, Indonesia berada di posisi ketiga klasemen sementara Grup H tanpa mengoleksi poin dan dengan selisih gol minus dua.
Pesepak bola Timnas Indonesia U-17 Putu Panji (kiri) berduel memperebutkan bola dengan pesepak bola Zambia Lukonde Mwale pada pertandingan Grup H Piala Dunia U-17 di Lapangan 7 Aspire Zone, Doha, Qatar, 4 November 2025. Antara/Bayu Pratama S.
Pilihan Editor: Modal Positif bagi Timnas Indonesia dalam Mengejar Impian di Piala Dunia
Pilihan Editor: Kesempatan bagi Indonesia untuk Melakukan Penebusan di Ajang Piala Dunia U-17 2025














