Warta-Kota.com – Mandailing Natal. PTPN IV Regional II Kebun Timur yang berada di wilayah Kecamatan Batahan Kabupaten Madina Provinsi Sumatera Utara terkesan tidak mendukung program Kementerian BUMN serta visi dan misi Holding Perkebunan menujuh perusahaan perkebunan kelapa sawit berkelas dunia.
Fakta yang kerap ditemui dilapangan manajemen Regional II Kebun Timur diduga sengaja mengabaikan dan menelantarkan areal tanaman menghasilkan yang berada di areal afdeling 6:Kebun Timur blok BE, BF, CE, CG
Berdasarkan investigasi awak media dilokasi blok tersebut ditemukan bermacam jenis Gulma pengganggu tanaman utama yang dibiarkan melilit tanaman sawit produksi,dilokasi juga tampak tidak adanya perawatan tunasan yang baik hingga banyak pohon sawit berproduksi tersebut tidak menghasilkan buah sawit akibat minim nya perawatan.
Banyak pelepah sawit tidak dilakukan prunning,piringan arsal kelapa sawit dan Tempat Pengumpulan Hasil(TPH) juga seperti tidak pernah mendapat perawatan Chemis.
B. Panjaitan seorang pemerhati perkebunan yang ikut terjun ke lokasi mengatakan,areal tanaman kelapa sawit di Kebun Timur Regional 2 memang sangat memprihatinkan padahal, seluruh jenis gulma dan kayu – kayuan yang tumbuh dilokasi tersebut sangat berdampak buruk bagi pertumbuhan tanaman sawit, karena harus berebut dengan tanaman lainnya untuk menyerap air dan unsur hara tanah diareal tersebut,ucap nya
Minggu,(10/11/24).
Melihat kondisi tanaman sawit di areal afdeling 6 Kebun Timur yang minim perawatan, tak ayal mengundang tanda tanyak dan dugaan negatif dari sejumlah pemerhati perkebunan di Sumatera Utara.khusus nya terkait penggunaan anggaran perawatan TBM dan TM sawit yang secara terus menerus di gelontorkan oleh kantor pusat Medan.
Kita menduga biaya perawatan tanaman sawit di perkebunan Regional II Kebun Timur diduga kerap diselewengkan,
Dugaan korupsi anggaran perawatan oleh manajemen setempat, diduga bekerja sama dengan pihak vendor perawatan tanaman sawit dilokasi itu kian menguap.
Demi keseimbangan pemberitaan awak media mencoba melakukan konfirmasi dengan APK Timur Rafiq melalui pesan aplikasi whatsapp, Minggu, (10/11/24) terkait marak nya penelantaran dan minim nya perawatan di areal tanaman produksi di blok 09 BF, BK, CO, CE afdeling 6 Kebun Timur dan banyak nya tumbuhan gulma penganggu tidak diberantas sehingga mengakibatkan hasil produksi menurun,namun hingga berita ini dipublikasikan Humas Kebun Timur Regional II tersebut tidak kunjung memberikan tanggapan.Red/RG















