Breaking News

Home / Sports

Minggu, 28 September 2025 - 02:51 WIB

Jurnalis Malaysia Sebut Indonesia Takut Harimau Malaya Hingga Pengaruhi Sanksi FIFA?

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com – Tudingan mengejutkan datang dari Zulhelmi Zainal, seorang jurnalis olahraga terkemuka di Malaysia. Ia mengklaim bahwa Indonesia berada di balik sanksi berat yang dijatuhkan FIFA kepada sepak bola Malaysia, demikian dilaporkan oleh VN Express.

“Ada desas-desus yang beredar mengenai adanya kekuatan asing yang sengaja berupaya menyabotase tim nasional Malaysia. Motifnya diduga karena kekhawatiran akan kebangkitan tim Harimau Malaya. Kabarnya, kekuatan ini memiliki koneksi erat dengan petinggi FIFA,” tulis Zainal melalui akun X-nya pada Kamis (25/9/2025).

Seperti diketahui, FIFA menuduh Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) melakukan pemalsuan dokumen dalam proses naturalisasi pemain.

Baca juga: Sepak Bola China: Ambisi Tinggi tapi Jadi Kenyataan Pahit

Sebagai konsekuensi dari tuduhan tersebut, badan sepak bola dunia itu menjatuhkan denda sebesar 350.000 franc Swiss (setara dengan sekitar Rp 7,3 miliar) kepada FAM. Selain itu, tujuh pemain naturalisasi dilarang untuk bermain selama satu tahun.

Ketujuh pemain yang terkena sanksi FIFA tersebut adalah Gabriel Palmero, Jon Irazabal (Spanyol), Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca (Argentina), Joao Figueireido (Brasil), dan Hector Hevel (Belanda).

Sanksi ini membawa dampak signifikan, tidak hanya bagi timnas Malaysia, tetapi juga bagi klub-klub sepak bola di berbagai negara, termasuk Malaysia, Spanyol, Argentina, Kolombia, dan Belanda. Klub-klub tersebut terpaksa kehilangan pemain kunci di tengah jalannya musim kompetisi.

Baca Juga  Toprak Razgatlıoğlu Kejutkan Quartararo di Valencia, Pertarungan Sengit Terjadi!

Indonesia terseret

Unggahan Zulhelmi Zainal tersebut langsung memicu perdebatan panas di media sosial, melibatkan para pendukung sepak bola dari Malaysia dan Indonesia.

Akuratco, sebuah media Indonesia, melaporkan bahwa sejumlah fans menginterpretasikan pernyataan tersebut sebagai sindiran yang mengisyaratkan peran Indonesia dalam jatuhnya sanksi.

Sebuah gambar yang mengaitkan Erick Thohir, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, juga beredar luas.

Kemunculan foto tersebut menimbulkan spekulasi di kalangan warganet Malaysia bahwa Indonesia memiliki “akses istimewa” ke jajaran pimpinan tertinggi FIFA.

Baca juga: Italia Larang Nomor Punggung 88 untuk Pemain Sepak Bola

Dampak ke Kualifikasi Piala Asia 2027

Komite Disiplin FIFA dengan tegas menyatakan bahwa FAM terbukti bersalah dalam menggunakan dokumen palsu untuk proses naturalisasi ketujuh pemain tersebut.

Akibatnya, Malaysia menghadapi risiko kehilangan kemenangan 4-0 atas Vietnam dalam Kualifikasi Piala Asia 2027.

Sesuai dengan regulasi AFC, apabila terdapat satu saja pemain yang tidak sah bermain, maka pertandingan secara otomatis akan dimenangkan oleh tim lawan dengan skor 3-0. Situasi ini berpotensi menyebabkan Malaysia tersingkir lebih awal dari turnamen.

Kondisi ini membuka peluang lebar bagi Vietnam, yang kini hanya perlu bersaing dengan Nepal dan Laos — dua negara yang memiliki peringkat FIFA jauh di bawah mereka.

Baca Juga  MotoGP Prancis 2025: Marquez Bersaudara Dominasi Sprint Race

Polemik yang tak pernah terjadi sebelumnya

New Straits Times, sebuah media Malaysia, menyebut kasus ini sebagai kejadian yang “tidak biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya” dalam sejarah sepak bola Malaysia. Hal ini disebabkan karena banyak fans yang merasa asing dengan para pemain naturalisasi tersebut dan tidak mengetahui latar belakang mereka.

Menurut peraturan FIFA, seorang pemain baru dapat dinaturalisasi apabila telah tinggal secara terus-menerus selama lima tahun atau memiliki garis keturunan orang tua atau kakek-nenek dari negara yang bersangkutan.

Selanjutnya, seluruh dokumen wajib melalui proses verifikasi oleh FIFA Legal Committee sebelum pemain yang bersangkutan diizinkan untuk bermain.

Menariknya, media Indonesia sebelumnya telah menyoroti adanya kejanggalan dalam dokumen pemain Malaysia sejak bulan Juni lalu, terutama terkait dengan dokumen milik bek Facundo Garces yang diklaim memiliki darah Malaysia melalui neneknya. Saat itu, sempat muncul kabar bahwa FIFA dan AFC akan menjatuhkan sanksi, dan hal tersebut kini terbukti benar.

Baca juga: Dilema Sepak Bola Hong Kong, dari Lagu Kebangsaan hingga Hubungan dengan China

Share :

Baca Juga

Sports

SEA Games 2025: Timnas Voli Indonesia Andalkan Kekuatan Lokal, Vietnam & Filipina Impor Pemain Jepang!

Sports

Yoyok Sukawi Buka Suara Usai Degradasi PSIS Semarang ke Liga 2: Kelelahan dan Kekecewaan Mendalam

Sports

Arctic Open 2025: Kejutan! Anak Didik Herry IP Kalah, Pelatih Malaysia Antar Underdog Inggris Juara

Sports

Marselino Ferdinan: Sejarah di Championship, Media Vietnam Bereaksi Heboh

Sports

Usai Dibantai Thailand, Pelatih Timnas Putri Akui Tanggung Jawab Penuh

Sports

Marini Puji Kehebatan Aprilia, Bezzecchi Terpeleset di Mandalika

Sports

Semua Klub Liga 1 Lolos Lisensi AFC: 6 Klub Raih Status Penuh Tanpa Catatan

Sports

Exco PSSI: Sanksi FIFA Jadi Pelajaran dari Skandal Naturalisasi Malaysia