Breaking News

Home / Finance

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 00:51 WIB

PT Bukit Asam Incar Mitra Cina Kembangkan Gasifikasi Batu Bara

CORPORATE Communication & Government Relations Department Head PT Bukit Asam Tbk Dinna Permana Setyani membeberkan perusahaan asal Cina bakal menjadi mitra potensial dari proyek penghiliran batu bara untuk dimethyl ether (DME). Namun PTBA belum berkenan mengungkap lebih jauh soal skema proyek ini karena masih dalam tahap penjajakan dan pengkajian menyeluruh.

So far (dari) China. Kami masih dalam tahap penjajakan. Jadi masih belum bisa memberikan lebih banyak tentang DME ini,” kata Dinna di sela-sela media gathering di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Jumat, 24 Oktober 2025.

Produk DME atau gasifikasi batu bara dapat menggantikan kebutuhan akan Liquified Petroleum Gas (LPG) sebagai bahan bakar rumah tangga. Proyek ini pun bukan pembahasan baru karena PT Pertamina (Persero) pernah berencana mengembangkan DME bersama PT Arrtu Mega Energie pada 2009. Namun proyek ini tidak berujung kejelasan.

Rencana serupa kembali terdengar pada 2018, ketika PT Bukit Asam meneken nota kesepahaman kerja sama penghiliran batu bara dengan Pertamina dan perusahaan asal Amerika Serikat, Air Products and Chemical Inc.

Nota kesepahaman ini dilanjutkan dengan pokok perjanjian pembentukan perusahaan patungan PTBA Penerapan Riau yang disepakati pada 16 Januari 2019. Akan tetapi proyek ini kembali macet karena Air Products mengundurkan diri tanpa menyebut alasannya.

Baca Juga  Rekomendasi Saham Pilihan 24 Oktober: Analisis Teknikal Ungkap Potensi Blue Chip

Senyampang ditinggal perusahaan Amerika, PTBA mengumumkan kehadiran mitra baru untuk persiapan teknologi mengerjakan proyek DME ini. Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA Turino Yulianto mengungkapkan bahwa mitranya itu adalah investor dari Cina.

Menurut Turino, pabrik-pabrik gasifikasi di Cina yang mengubah batu bara menjadi produk kimia, termasuk DME, telah berkembang sangat pesat. Bahkan, kata dia, proyek gasifikasi itu telah berjalan sejak 20 hingga 30 tahun di Negeri Tirai Bambu ini. “Jadi teknologinya sudah berkembang,” kata Turino dikutip dari laporan Antara pada 20 Oktober 2025.

Sebelumnya, Direktur Utama PTBA Arsal Ismail mengatakan perusahaan asal Cina yang menaruh minat untuk berinvestasi pada penghiliran batu bara menjadi DME itu adalah East China Engineering Science and Technology Co., Ltd. (ECEC). “Sejauh ini baru ECEC yang menyatakan ketertarikan,” ujar Arsal dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR, Senin, 5 Mei 2025.

Baca Juga  Aduan Pegawai Pajak dan Bea Cukai Kini Ditampung di 'Lapor Pak Purbaya'

Namun dalam rapat itu, Arsal mengatakan belum ada lampu hijau untuk ECEC menyatakan bergabung. Sebab, kata Arsal, biaya yang diajukan sejumlah pihak hingga kini masih berada di atas proyeksi keekonomian DME yang ditetapkan Kementerian ESDM. “Ini menjadi tantangan yang harus kami pecahkan agar proyek tetap layak secara finansial dan bisa segera terealisasi,” kata Arsal.

Arsal berujar proyek gasifikasi ini membutuhkan investasi sekitar US$ 3,2 miliar atau setara dengan Rp 52,5 triliun. “Bersama PGN, kami sudah melakukan kajian dan estimasi kebutuhan investasi untuk proyek hilirisasi ini mencapai sekitar US$ 3,2 miliar,” katanya.

Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk membangun fasilitas gasifikasi batu bara lengkap dengan peralatan dan teknologi pendukung. Dalam kerja sama ini, PT Bukit Asam akan berperan sebagai penyedia batu bara, sementara pengelolaan proyek akan dilaksanakan oleh PGN bersama mitra teknologi dalam bentuk usaha patungan (joint venture).

Caesar Akbar dan Nandito Putra, berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Pilihan Editor: Bahlil Bilang Perubahan Kebijakan RKAB Bisa Genjot Harga Batu Bara

Share :

Baca Juga

Finance

Waspada! Dana Asing Diprediksi Cabut Hingga 2025, Ini Saham Pilihan Analis!

Finance

Aliran Modal Asing Keluar Rp 2,71 Triliun: Analisis BI Terbaru

Finance

Kospi Korea Anjlok Parah: Bursa Asia Tertekan Kekhawatiran Valuasi

Finance

IHSG Melonjak ke 7.929,3: BRPT, MDKA, & ADRO Teratas LQ45

Finance

Wall Street Merosot Sedikit, Antisipasi Lonjakan Kuat di Akhir Pekan

Finance

Wall Street Naik Jelang Rapat The Fed: Tesla & Alphabet Terbang Tinggi

Finance

Utang Pemerintah RI Naik Jadi Rp 9.138 T, Kemenkeu Klaim Aman Terkendali

Finance

Magang Nasional: Menaker Ungkap 1.000 Perusahaan Berpartisipasi Aktif