Breaking News

Home / Finance

Kamis, 16 Oktober 2025 - 04:51 WIB

BUAH Stock Split: Jadwal dan Dampaknya Bagi Investor Segara Kumala

warta-kota.com JAKARTA. PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) bersiap melaksanakan rencana penting, yaitu perubahan nilai nominal saham atau yang dikenal dengan istilah stock split.

Tindakan korporasi ini diambil setelah BUAH mendapatkan persetujuan untuk melakukan stock split dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada tanggal 1 Oktober 2025.

Berdasarkan informasi yang diumumkan pada hari Kamis, 16 Oktober 2025, BUAH akan melaksanakan stock split dengan rasio 1:2.

Dengan penerapan rasio stock split sebesar 1:2, jumlah saham BUAH setelah proses stock split akan mengalami peningkatan signifikan, menjadi 2 miliar lembar dari jumlah sebelumnya yaitu 1 miliar lembar. Selanjutnya, nilai nominal saham BUAH akan disesuaikan menjadi Rp 25 per saham, yang sebelumnya bernilai Rp 50 per saham.

Baca Juga  Sentimen Pasar Mendukung: Kenaikan Harga Minyak Terbatas Hingga Akhir Tahun

Segar Kumala Indonesia (BUAH) Mendapatkan Lampu Hijau untuk Stock Split

Berikut adalah detail jadwal pelaksanaan stock split saham BUAH:

  • Batas akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan pasar negosiasi: 21 Oktober 2025
  • Mulai perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan pasar negosiasi: 22 Oktober 2025
  • Batas akhir penyelesaian transaksi saham dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan pasar negosiasi: 23 Oktober 2025
  • Tanggal pencatatan (recording date) bagi pemegang rekening yang berhak atas hasil pemecahan saham: 23 Oktober 2025
  • Pendepositoan dan pendistribusian saham dengan nilai nominal baru hasil pemecahan saham oleh KSEI kepada para pemegang rekening: 24 Oktober 2025
  • Awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar tunai: 24 Oktober 2025
  • Tanggal dimulainya penyelesaian transaksi saham dengan nilai nominal baru: 24 Oktober 2025
Baca Juga  IHSG Melonjak 0,85% Sentuh 7.081,58: ANTM, MEDC, BRPT Jadi Pendorong Utama

Menurut laporan KONTAN, Direktur Utama Segar Kumala Indonesia, Renny Lauren, menjelaskan bahwa inisiatif stock split ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham BUAH di pasar modal.

Diharapkan bahwa dengan harga saham yang menjadi lebih terjangkau pasca-stock split, akan tercipta peluang yang lebih luas bagi para investor untuk turut serta dalam pertumbuhan dan perkembangan BUAH. 

Share :

Baca Juga

Finance

Rekomendasi Saham Pilihan: Raih Cuan di Perdagangan Senin Ini!

Finance

Investor Asing Banjiri Bursa Saham: Saham-Saham Unggulan Akhir Pekan

Finance

Wall Street Naik Jelang Rapat The Fed: Tesla & Alphabet Terbang Tinggi

Finance

Investasi Properti Menggeliat: Analisis Saham PWON, CTRA, ASRI, dan BSDE

Finance

Pemerintah Raup Untung Rp8 Triliun dari Bunga Simpanan di Bank BUMN

Finance

Desakan DPR AS: Hapus Saham Alibaba dan Perusahaan China Lainnya dari Bursa

Finance

Investasi SBN Domestik: Mengapa Pasar Tetap Menarik dan Faktor Pendorongnya

Finance

BI Diminta Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 5,75 Persen: Analisis dan Dampaknya