
BANGKA, KOMPAS.com – Pulau Belitung, destinasi wisata di Kepulauan Bangka Belitung, bersiap menjadi pelopor wisata ramah lingkungan di Indonesia dengan mengusung konsep “carbon free island”.
Ke depannya, pulau yang terkenal lewat kisah inspiratif Laskar Pelangi ini akan beralih sepenuhnya dari penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil.
Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani, memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ambisius ini.
“Pemerintah daerah sangat antusias dan terbuka untuk mempelajari konsep ini. Segala ketentuan pemerintah pusat terkait program ini akan kami laksanakan sepenuhnya, mengingat kami masih dalam tahap pembelajaran,” jelas Hidayat usai rapat koordinasi pada Jumat (2/5/2025).
Baca juga: Kapal Harus Tunggu 7 Hari Masuk Pelabuhan di Bangka Belitung, Biaya Bengkak hingga Rp 200 Juta
Hidayat menambahkan bahwa keamanan dan kedamaian yang menyelimuti banyak pulau di Bangka Belitung menjadi modal berharga dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan.
Inisiatif ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan sektor pariwisata yang bertanggung jawab secara lingkungan.
“Potensi wisata Belitung sudah luar biasa, dan akan semakin bersinar jika pulau ini berhasil meraih predikat carbon free island,” tambah Hidayat optimistis.
Dyah Erowati, Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Penataan Ruang Laut dan Kerja Sama Luar Negeri, menjelaskan bahwa inspirasi ini muncul setelah kunjungan ke Jeju Island, Korea Selatan, yang dinilai memiliki kemiripan dengan Belitung.
Sama seperti Belitung yang terdaftar sebagai Geopark Belitung, Jeju Island juga menyandang status Jeju Unesco Global Geopark.
Baca juga: Wings Air Buka Rute Palembang-Pangkalpinang-Belitung per 14 Mei
Dyah Erowati berharap konsep carbon free island (CFI) akan mendongkrak jumlah wisatawan ke Belitung, mencontoh kesuksesan Jeju Island yang menarik 11 juta pengunjung setiap tahunnya.
“Jeju Island telah menetapkan target deklarasi CFI pada tahun 2030, sejalan dengan upaya global dalam mitigasi perubahan iklim, konservasi lingkungan, dan perdagangan karbon,” ujar Dyah.
“Dengan menjadikan Belitung sebagai pionir di Indonesia, diharapkan pulau-pulau lain dapat mengikuti model yang telah diterapkan,” pungkasnya.
















