Breaking News

Home / Sports

Rabu, 14 Mei 2025 - 19:23 WIB

Timnas Indonesia Hadapi Kerugian Besar Jelang Laga China: Sanksi FIFA Berdampak Berat

JAKARTA – Sebuah kabar kurang menyenangkan diterima Timnas Indonesia menjelang pertandingan babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan China di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, tanggal 5 Juni 2025.

Jelang laga penting tersebut, FIFA memberikan sanksi kepada Indonesia.

Sanksi ini dijatuhkan FIFA sebagai konsekuensi dari perilaku suporter Indonesia dalam pertandingan melawan Bahrain pada 25 Maret 2025 di SUGBK.

Sebagai sanksi, FIFA meminta PSSI mengurangi 15 persen jumlah tiket dari kapasitas SUGBK di tribun utara dan selatan.

PSSI juga diwajibkan menyerahkan peta tempat duduk kepada FIFA sepuluh hari sebelum pertandingan Indonesia versus China.

Namun, FIFA memberikan alternatif, yaitu tiket yang dikurangi tersebut dapat dialokasikan kepada komunitas anti-diskriminasi, atau kelompok khusus seperti keluarga, pelajar, atau perempuan.

Baca Juga  PSSI: Pilih Pelatih Baru Timnas Indonesia atau Ikuti Jejak Thailand di FIFA Matchday?

FIFA juga memerintahkan pemasangan spanduk anti-diskriminasi selama pertandingan Indonesia melawan China.

Selain itu, PSSI diinstruksikan untuk membuat rencana komprehensif dalam melawan tindakan diskriminasi di sepak bola Indonesia.

Tidak hanya pengurangan kursi penonton, FIFA juga menjatuhkan denda kepada Indonesia sebesar kurang lebih Rp 400 juta.

“PSSI telah menerima surat dari FIFA, dengan referensi FDD-23338 Pasal 15 tentang diskriminasi,” ujar Arya Sinulingga, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, seperti dikutip dari laman federasi.

Arya Sinulingga menjelaskan bahwa FIFA meminta PSSI bertanggung jawab atas perilaku diskriminatif suporter saat pertandingan Indonesia melawan Bahrain.

FIFA menyatakan bahwa suporter Indonesia paling aktif berada di tribun utara dan selatan, atau area belakang gawang.

Arya Sinulingga menambahkan bahwa perilaku diskriminatif tersebut terjadi di Sektor 19, pada menit ke-80.

Baca Juga  Sudirman Cup 2025: Kemenangan Dramatis Fikri/Bagas Hancurkan Korea, Indonesia Melaju ke Final?

Sekitar 200 suporter Indonesia dilaporkan meneriakkan kata-kata yang mengandung unsur xenofobia kepada tim Bahrain.

Xenofobia adalah rasa takut, ketidaksukaan, atau kebencian terhadap orang asing atau mereka yang dianggap berbeda, baik secara fisik, budaya, maupun kewarganegaraan.

“Jadi, suporter meneriakkan ‘Bahrain bla bla bla’.

Akibatnya, PSSI didenda hampir setengah miliar rupiah, sekitar Rp 400 juta,” jelas Arya Sinulingga.

Menurut Arya Sinulingga, FIFA sangat memperhatikan isu-isu sensitif karena memegang teguh prinsip kesetaraan, kemanusiaan, saling menghargai, dan menghormati.

“Oleh karena itu, ujaran kebencian, rasisme, xenofobia, dan hal-hal serupa lainnya tidak boleh terjadi lagi. Ini menjadi pembelajaran bersama,” pungkas Arya Sinulingga. (lia/JPNN)

Share :

Baca Juga

Sports

Arsenal Comeback Dramatis! Tahan Imbang Liverpool Meski Tertinggal Dua Gol

Sports

Arsya Hermansyah Sabet Juara Taekwondo, Intip 7 Potret Kemenangannya!

Sports

AFC Hukum Pemain China Tambahan Jelang Hadapi Timnas Indonesia: Tendangan Horor Picu Sanksi Berat

Sports

Brasil Waspadai Kejutan Timnas U-17 Indonesia di Piala Dunia 2025

Sports

Ole Romeny Beri Sinyal Positif Bela Timnas Indonesia!

Sports

Francesco Totti Buka Suara Soal 3 Penalti Gagal AS Roma yang Viral di Italia

Sports

Beckham Putra Dihujat: Fans Timnas Kritik, Persib Bandung Bela Sang Pemain!

Sports

Marc Marquez Tetap Prioritas Utama Honda Meski Gagal Gaet Pembalap MotoGP Top