Warga Labuan Apresiasi Normalisasi Sungai Cipunten Agung
Pandeglang, warta-kota.com
Guna meminimalisir potensi terjadinya banjir akibat luapan air sungai Cipunten Agung di Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang, Pemprov Banten memasang penahan dinding sungai (Turap) sepanjang 243 meter disisi sungai Cipunten Agung – Labuan.
Pembangunan Turap yang menelan anggaran dari APBD Provinsi Banten Tahun 2024 sebesar Rp.5,5 miliar melalui DPUPR Provinsi Banten tersebut menuai simpatisan warga Kecamatan Labuan.
Seperti apa yang diutarakan oleh salah satu Tokoh muda di Kecamatan Labuan, Asep Kulit menuturkan Potensi terjadinya banjir sering kali terjadi jika hal ini diabaikan.
” Seperti telah kita ketahui bersama, banjir bandang pernah beberapa kali dialami di Kecamatan Labuan. Selain merugikan warga sekitar yang terdampak banjir disepanjang aliran Sungai Cipunten Agung, juga menimbulkan Abrasi akibat dinding Sungai tergerus derasnya debit air saat banjir,” ungkap nya.
Selasa, (5/11/2024)
Selain itu, masih menurutnya dikatakan bahwa material yang terbawa saat banjir mengakibatkan terjadinya pendangkalan disepanjang aliran Sungai Cipunten Agung. Hal inipun menjadi perhatian khusus dan sangat menyulitkan bagi ratusan perahu nelayan warga Kecamatan Labuan yang hendak pergi ke laut.
Pantauan warta-kota.com, pasca pelaksanaan pembangunan Turap di Sungai Cipunten Agung, tampak sebuah Ekskavator diatas Ponton besi yang terapung terlihat sedikit miring dan ditarik oleh Kapal Nelayan mendekati pesisir Pantai Desa Cigondang beberapa hari yang lalu.
Menurut informasi yang dihimpun oleh media, hal ini dilakukan guna mendaratkan ekskavator dan ponton yang hendak dipulangkan.
” Informasinya Ponton yang mengangkut Ekskavator bocor, memang rencananya mau dibawa ke Pantai Probo, namun karena jarak yang lumayan jauh, sehingga khawatir ponton yang bocor sehingga mendarat di Pantai Galau, Desa Cigondang,” ungkap Iman, Ketua RT 01 Kampung Kalangsari Cigondang.
Ia juga mengatakan, pada saat itu dirinya juga ikut menjaga kondusifitas, melakukan berkoordinasi dengan warga, juga kepada Ketua RW setempat.
Selain itu, Ketua Rt 01 juga menyaksikan beberapa Tokoh Masyarakat setempat hadir dilokasi, Ketua pemuda juga anggota APH pun turut mengamankan situasi.
Hingga akhirnya, Ekskavator dan Ponton besi diangkut oleh 3 Tronton yang didatangkan, serta kemudian dikawal oleh APH setempat untuk dibawa kepada Dinas dan Perusahaan nya.
Reporter : yona














