Breaking News

Home / Pandeglang

Kamis, 6 Maret 2025 - 13:30 WIB

Sepadan Pantai Digali dan Ditimbun, Kades : ” Kami Tidak Tahu “

Pandeglang, warta-kota.com Informasi viral sebelumnya disampaikan oleh media ini yang bertuliskan soal pengerjaan Reklamasi sepadan Pantai di Desa Tegal Papak, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang- Banten telah membuat Kadesnya heran. Pasalnya, menurut penuturan Kades, hal ini baru diketahui olehnya.

Lia Fadliah S E, selaku Kepala Desa Tegal Papak menuturkan bahwa  selama ini belum ada yang melaporkan tentang kegiatan tersebut.

Informasi yang dihimpun oleh wartawan dilokasi, sumber warga mengatakan bahwa pengerjaan proyek Reklamasi telah usai dikerjakan oleh PT. Nugraha Samudera beberapa hari yang lalu. Hal inipun dibenarkan oleh Idris, selaku Humas di Perusahaan tersebut, saat media ini mengkonfirmasinya.

Menurut penuturan warga sekitar, pihak Kepala Desa bersama perangkatnya meninjau lokasi pembangunan Reklamasi di Kampung Sukawali, Rt 01/ Rw 03 pada Kamis 6/3/2025, sekitar pukul 10.00 WIB.

Hal ini dibenarkan oleh Hasim, sekretaris desa saat dikonfirmasi media di desanya. Menurutnya, peninjauan lokasi terkendala akibat cuaca dan air laut yang sedang pasang.

Warga juga menuturkan, banyak dari mereka yang mengeluhkan soal pembangunan Reklamasi tersebut. Dampak negatif dari pembangunan Reklamsi telah mengakibatkan aktìvitas mereka terganggu oleh keberadaan tanggul besar dan panjang yang di kerjakan oleh PT. Nugraha Samudera.

Baca Juga  Polemik BLT DD Sindanglaut Carita, Pj dan BPD Angkat Bicara

Mereka mengatakan, jika saat air laut sedang pasang, warga yang biasa beraktivitas seperti memancing, menjala, memasang jaring ikan hingga sekedar berjalan di bibir pantai untuk mencari kayu bakar dan lainnya merasa terhalang oleh tumpukan pasir yang tinggi dan dibentuk sebuah tanggul besar hingga menghabiskan area lintas sepadan pantai.

Sebuah akun tiktok menceritakan saat pengerjaan Reklamasi ini sedang dilakukan. Menurut penuturan dari pemilik akun @aslim.kps, saat itu ia sedang menyaksikan pembangunan.

” Nah inilah kawan kita kembali meng-up date kegiatan sehari-hari kita, dimana sampai saat ini pekerjaan belum selesai, mungkin beberapa Minggu lagi. Ini juga di lautan lagi bagus cuacanya, para pekerja lagi masang plastik, juga alat berat masih ungklak- engkluk, menggali dan menimbun. Sekian, terimakasih,”  suara seorang pemilik akun tiktok @ aslim.kps mengabarkan.

Salah satu pemerhati lingkungan di Kabupaten Pandeglang mengatakan bahwa terkait adanya dugaan reklamasi tersebut perlu dilakukan pengkajian kembali, baik dari segi fisik (keberadaan lahan) maupun segi ekologis terutama dampak di daerah pesisir pantai tersebut.

Arif Rohman, selaku pecinta lingkungan sekaligus pengajar dari salah satu bidang kehutanan menuturkan soal keberadaan hadirnya Reklamasi tersebut, apakah telah sesuai dari aspek perizinan dan amdal, sudah memenuhi syarat-syarat yang berlaku atau sebaliknya, jangan sampai nanti timbul gejolak dari masyarakat yang notabene nya tidak tahu menahu hingga pada akhirnya masyarakat sekitar pesisir tersebut yang merasa dirugikan.

Baca Juga  Pesona Sunset di Pantai Lembayung Batu Hideung, Destinasi Wisata Eksotis Alami di Pandeglang

” Pemerintah Daerah harus ikut andil dalam menyelesaikan permasalah tersebut. Sementara pula bisa dilihat dari aspek ekologis kedepan tentu akan berubah fungsi yang tadinya keragaman hayati bisa hidup di sekitar pesisir dan laut, kini akan mengalami kepunahan seiring berjalannya waktu. Terlebih dampak yang ditimbulkannya seperti halnya yang kita ketahui daerah kita rentan terjadi banjir rob yang terjadi setiap tahunnya, tentu lebih baik dikembalikan sebagai fungsi ekologisnya seperti ditanamanin mangrove dan dijadikan pusat edukasi sebagai hutan mangrove dan hutan pesisir pantai, agar bioma yang ada timbul dan terjaga dengan baik,”  Pungkasnya.

Penelusuran media ini masih berlanjut, misteri kepala desa yang tidak mengetahui soal pembangunan ini, hingga apakah hal yang sama pula dirasakan oleh seluruh pejabat pemerintahan wilayah Kecamatan Pagelaran…??      (Bersambung)

 

Reporter: yona

Share :

Baca Juga

Pandeglang

Desa Sukamaju Labuan Gelar Acara Lepas Sambut Penjabat (PJ) Kepala Desa

Pandeglang

HNSI Labuan Minta PT. TRANS LOGISTIK PERKASA Transparan dalam Perhitungan Kerugian Nelayan

Pandeglang

Nelayan Teluk dan HNSI Labuan Tuntut Kejelasan Kompensasi Perusahaan Dampak Pencemaran Batubara di Perairan Pulau Popole

Pandeglang

Wagub Banten Apresiasi Peringatan Nuzulul Qur’an di Pesantren Al- Mizan

Pandeglang

Seberapa Efektifkah Program Bansos Bagi Masyarakat Miskin dan Rentan? Polemik Pemerataan dan Konflik Sosial di Lapangan

Pandeglang

Misteri Pembangunan Drainase di Banyubiru : BPD, Sekdes, dan Pendamping Desa Tidak Tahu Siapa TPK, Kades Diduga Bermain 

Pandeglang

Polemik Batubara di Perairan Popole, WALHI dan LPLH Banten Desak Tanggung Jawab Perusahaan

Pandeglang

Kepala Dinas Sosial Pandeglang Pantau Penyaluran BLTS di Kecamatan Labuan