Breaking News

Home / News

Minggu, 18 Januari 2026 - 19:29 WIB

Penjelasan Kemenhub Soal Kronologi Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Makassar

Tim SAR Gabungan saat mencoba mengevakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500, di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Minggu, 18 Januari 2026

Tim SAR Gabungan saat mencoba mengevakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500, di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Minggu, 18 Januari 2026

JAKARTA -( Warta-kota.com) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengungkap pertama kali menerima laporan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) hilang kontak di wilayah Makassar, Sabtu (17/1/2026). 

Sesaat sebelum dilaporkan hilang, pesawat dengan nomor registrasi PK-THT tersebut sedang dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut mengangkut 10 orang yang terdiri dari 7 awak pesawat dan 3 penumpang. Pesawat dengan nomor seri 611 ini dipiloti oleh Capt. Andy Dahananto.

Berdasarkan laporan kronologis, pada pukul 04.23 UTC pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control (ATC) Makassar untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21. Namun, radar menunjukkan pesawat tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya sehingga ATC memberikan arahan koreksi posisi.

Baca Juga  Diskusi Ba’da Sahur di Nagari Lolo, Evaluasi Pilwana dan Wacana E-Voting Mengemuka

“ATC menyampaikan beberapa instruksi lanjutan untuk membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur, tetapi komunikasi terputus setelah penyampaian arahan terakhir,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/1/2026).

Menyikapi hal tersebut, AirNav Indonesia Cabang MATSC telah mendeklarasikan fase darurat DETRESFA (Distress Phase). Pihak otoritas bandara juga telah melakukan koordinasi dengan Basarnas Pusat dan Polres Maros untuk memulai langkah pencarian.

Titik pencarian difokuskan pada area pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros. Pencarian melalui udara dijadwalkan menggunakan helikopter milik TNI Angkatan Udara bersama Basarnas pada pukul 16.25 WITA.

Baca Juga  SPBU 13273514 di Solok Selatan Diduga Jual BBM Subsidi ke Pelansir, Pertamina dan Aparat Diminta Tidak Tutup Mata

Terkait fasilitas informasi, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar telah membuka Crisis Center di Terminal Keberangkatan. AirNav Indonesia juga tengah menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terkait kegiatan pencarian dan pertolongan tersebut.

Lukman menambahkan, pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan Otoritas Bandara Wilayah V Makassar, operator penerbangan, dan BMKG untuk memantau situasi di lapangan. Seluruh operator penerbangan pun diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika cuaca.

“Kami mengimbau operator untuk mematuhi persyaratan cuaca minimum dan mengimplementasikan ALAR Toolkit sebagai langkah pencegahan insiden pada fase pendaratan,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

News

Razia Insidentil ke Kamar Hunian Warga Binaan Rutan Sidikalang, Pastikan Kamar Hunian Zero Halinar

News

Warga Sukamaju Apresiasi Pembangunan Paving Blok dari Dana Desa Tahap II

News

Mahasiswa UNISBAR Kota Pariaman Salurkan Bantuan Sembako ke Kecamatan Kayutanam

News

Suhu Politik Menghangat, Maigus Tinus Resmi Mendaftar sebagai Calon Ketua Umum IKA Unand

Berita Utama Daerah

Lapor Pak Kapolda..!! Ada Judi Tembak Ikan Diseberang Kantor Koramil Munte Kabupaten Karo Diduga Kebal Hukum.

News

Bupati Kepulauan Meranti Hadiri Pembukaan Rakernas XVII APKASI di Batam

News

Iskan Nopis SP, Berikan Bantuan Tas Kepada 5 Sekolah Dasar Di Nagari Talang Dan Sungai Jernih Di Masa Reses

Nasional

PLN Berhasil Pulihkan 100% Sistem Kelistrikan Sumatra Bagian Selatan