DOLOKSANGGUL-Krisis BBM di SPBU Doloksanggul memasuki babak paling dramatis. Antrean kendaraan menjulur seperti ular besi sejak 3 hari berturut-turut sejauh 2 kilometer,memenuhi bahu jalan,menutup akses warga,dan menciptakan kepanikan terselubung.
Wajah-wajah cemas para pengendara terlihat jelas ,ada yang menunggu dengan mesin mati, ada yang mendorong kendaraan yang kehabisan bahan bakar,dan ada pula yang menyerah pulang karena stok BBM terus menipis.
Namun,tragedi sesungguhnya terjadi jauh sebelum antrean itu terbentuk. Penelusuran dilapangan mengungkap bahwa banjir besar dan serangkaian longsor telah merusak jalur distribusi utama menuju Humbang Hasundutan.
Material longsor menutup akses jalan di beberapa titik,truk BBM yang biasanya melintas rutin kini terperangkap.
Situasi ini bukan sekedar kelangkaan BBM, ini adalah krisis logistik akibat bencana alam yang memutus nadi energi dan mobilitas masyarakat humbang hasundutan.
“Kami capek,Bang.Tidur di mobil sudah dua malam,BBM tetap tidak datang,”ucap seorang pengendara dengan nada kesal.
Situasi ini memaksa aparat kepolisian dan dinas perhubungan melakukaan pengaturan lalu lintas darurat guna mengurai kemacetan yang bertambah panjang.
Hingga berita investigatif ini diturunkan, antrean kendaraan masih terlihat mengular panjang dan ketersediaan BBM belum menunjukkan tanda-tanda stabil.















