Pandeglang, warta- kota.com Warga dan nelayan lokal pesisir pantai Cigondang, Kecamatan Labuan, Pandeglang, merasa cemas terkait keberadaan sisa material Kapal Titan 14 yang belum sepenuhnya dievakuasi dari perairan pulau Popole. Kekhawatiran ini muncul karena potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh potongan-potongan besi kapal terhadap aktivitas nelayan dan keselamatan wisatawan.
Menurut keterangan warga setempat, masih terdapat sekitar 70% potongan besi Kapal Titan yang belum dievakuasi sejak insiden karamnya kapal tersebut tahun lalu. Kondisi ini diperparah dengan minimnya penerangan di sekitar perairan Pulau Popole terutama pada malam hari, sehingga menyulitkan nelayan untuk melihat keberadaan potongan besi tersebut saat melintasinya.
Sabtu, (01/11/2025).
Diberitakan sebelumnya, Insiden karamnya Kapal Titan 14 di perairan Pulau Popole pada Desember 2024 lalu akibat cuaca buruk yang menyebabkan tumpahnya ribuan ton batubara di perairan Pulau Popole, serta menenggelamkan sebagian badan kapal ke dasar lautan yang dangkal.
Pasca insiden, Perusahaan beserta warga masyarakat Desa Cigondang berkolaborasi melakukan cleaning tumpahan batubara di Pulau Popole, hingga pemberian kompensasi dari Perusahaan terhadap nelayan dan pelaku usaha disekitar pesisir pantai Desa Cigondang.
Saat ini, guna melakukan pembersihan dan evakuasi lanjutan, PT. Teguh Abadi Setiakawan menggandeg lembaga gerakan peduli lingkungan dan alam (GAPELA), melakukan pengawasan terhadap kegiatan Salvage (Pekerjaan bawah air) dan kegiatan pengapungan (Refloating) kerangka kapal BG Titan14.
Menurut Jemi, salah satu anggota pecinta lingkungan dari lembaga GAPELA mengungkapkan bahwa proses evakuasi kapal masih berlangsung, meskipun baru sebagian material kapal yang berhasil diangkat. Kendala utama yang dihadapi adalah faktor cuaca yang tidak menentu dan keterbatasan anggaran yang dialokasikan untuk operasi salvage.
Kendati demikian, ia berharap hal yang sama agar pelaksanaan evakuasi sisa material kapal Titan 14 segera terlaksana, dan tidak dikeluhkan lagi oleh warga dan nelayan lokal.
Sementara itu, menurut keterangan warga, Pulau Popole dan perairan di sekitarnya merupakan wilayah penting bagi masyarakat setempat. Selain menjadi sumber mata pencaharian bagi nelayan, pulau ini juga memiliki potensi wisata yang menjanjikan. Keberadaan habitat alami dan hewan primata menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Para nelayan setempat mengeluhkan bahwa area perairan Pulau Popole menjadi tempat mereka mencari ikan, baik dengan cara memancing maupun menjaring. Namun, keberadaan potongan besi kapal yang tidak terlihat pada malam hari meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi perahu-perahu kecil yang melintas di area tersebut.
Warga dan nelayan berharap agar pihak terkait segera mengambil tindakan untuk mempercepat proses evakuasi sisa-sisa material Kapal Titan 14. Mereka juga meminta agar pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap masalah ini, mengingat potensi bahaya dan dampak negatif yang dapat ditimbulkan terhadap aktivitas ekonomi dan pariwisata di Pulau Popole. (YNA)















