Breaking News

Home / Sports

Selasa, 7 Oktober 2025 - 09:51 WIB

Kemenangan Telak Malaysia Atas Vietnam 4-0 Diprotes Suporter?

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com – Kemenangan telak Tim Nasional (Timnas) Malaysia atas Vietnam dalam laga kualifikasi Piala Asia 2027 masih menyisakan perdebatan. Para suporter Malaysia mengungkapkan keheranan mereka setelah Harimau Malaya membantai Vietnam dengan skor 4-0 tanpa balas di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, pada 10 Juni 2025.

Kemenangan besar ini—yang menjadi kemenangan pertama atas Vietnam sejak tahun 2014—menjadi topik hangat di dua forum Reddit terbesar di Malaysia, yaitu r/Malaysia dan r/BolehLand, yang secara kolektif memiliki 1,5 juta pengguna.

Sebuah unggahan populer di r/BolehLand mencuat ketika Malaysia unggul 3-0. Seorang pengguna forum menulis, “Kita belum pernah mengalahkan Vietnam sejak 2014, dan sekarang…”

Baca juga: Media Malaysia Sebut Transportasi Publik Kuala Lumpur Kalah dari Jakarta

Akan tetapi, komentar yang paling banyak disukai oleh netizen justru bernada sarkastik.

Seorang pengguna lain berkomentar, “Oh iya benar. Tiga pemain kunci yang mencetak gol untuk Malaysia adalah Johan Figueiredo, Ramasami Holgado, dan Lim Corbin-Ong.”

Komentar tersebut merupakan sindiran pedas, karena ketiga pencetak gol tersebut bukanlah pemain lokal asli Malaysia, melainkan Joao Figueiredo yang berasal dari Brasil, Rodrigo Holgado dari Argentina, dan La’Vere Corbin-Ong yang lahir di Inggris.

Keempat gol Malaysia—termasuk satu gol dari Dion Cools—semuanya dicetak oleh pemain yang tidak tumbuh besar di Malaysia.

Figueiredo dan Holgado bahkan belum pernah tinggal di “Negeri Jiran” sebelum akhirnya bergabung dalam gelombang naturalisasi pemain terbaru sejak tahun 2024.

Baca Juga  FIFA Sanksi Berat: 7 Pemain Malaysia Diskors, Netizen Bereaksi Keras!

Mereka bergabung dengan sejumlah pemain asing lainnya seperti Jon Irazabal, Facundo Garces, Nooa Laine, Hector Hevel, dan Imanol Machuca, yang juga turut bermain dalam laga melawan Vietnam.

“Pada dasarnya, ini adalah tim all-star Latin yang bermain melawan Vietnam,” tulis seorang pengguna lainnya. Unggahan tersebut mendapatkan dukungan ratusan suara dari warganet lain.

Pengguna lain mengungkapkan kebingungan serupa. “Ini benar-benar terasa mencurigakan. Rasanya seperti sebuah kecurangan, sungguh,” tulisnya, seperti yang dikutip dari VnExpress (12/6/2025).

Baca juga: Momen Wakil Malaysia dan Indonesia Tuai Pujian di Panggung Miss International Queen 2025

Beberapa suporter mulai mempertanyakan hilangnya identitas tim nasional Malaysia. “Apakah ini masih bisa disebut sebagai tim Malaysia? Apakah pemain lokal masih memiliki masa depan?” tulis salah satu akun.

“Saya senang kita menang,” tambah akun yang lain, “Tetapi sembilan dari sebelas pemain inti adalah pemain naturalisasi. Bahkan bangku cadangan pun dipenuhi oleh mereka. Inilah alasan mengapa saya berhenti menonton pertandingan Johor Darul Ta’zim,” imbuhnya, merujuk pada klub papan atas Malaysia tersebut.

Johor Darul Ta’zim (JDT), yang dikenal sebagai kekuatan dominan dalam liga domestik Malaysia, memang sudah lama mengandalkan pemain-pemain yang lahir di luar negeri.

Pendekatan ini, menurut sejumlah pihak, kini mulai tercermin dalam kebijakan yang diterapkan oleh tim nasional Malaysia.

Baca Juga  Shin Tae-yong Ungkap Perbedaan Level Sepak Bola Indonesia & Malaysia

Nada yang serupa juga muncul dalam diskusi yang berlangsung di forum r/Malaysia.

Baca juga: Malaysia Turunkan Harga BBM RON95 Jadi Rp 7.864, Lebih Murah dari Pertalite

“Saya tidak mempermasalahkan orang-orang seperti Cools atau Dominic Tan. Mereka memiliki ikatan yang jelas dengan Malaysia. Tetapi beberapa pemain baru ini sepertinya hanya tertarik dengan uang yang dibayarkan oleh FAM kepada mereka,” tulis seorang pengguna.

Nama Mohamadou Sumareh juga muncul dalam diskusi tersebut.

“Bahkan Sumareh pun masih masuk akal. Dia memang tidak memiliki darah Malaysia, tetapi sudah tinggal di sini sejak usia 12 tahun,” tulis akun lainnya.

“Tim nasional seharusnya mencerminkan sistem pembinaan pemain lokal. Tapi sekarang, kita justru merekrut pemain yang berusia di atas 30 tahun dan tidak tahu apa-apa soal Malaysia sampai hari ini.”

Belakangan, terungkap bahwa Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) telah menaturalisasi tujuh pemain secara ilegal, dengan memalsukan data mengenai kakek-nenek mereka.

Namun, FAM menegaskan bahwa tidak ada bukti yang mendukung tuduhan tersebut, dan mengklaim bahwa proses verifikasi telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Baca juga: Influencer Malaysia Bawa Mobil Mewah dengan Rumah Apung Berlayar ke Laut

Share :

Baca Juga

Sports

Amanda Anisimova Melaju ke Semifinal WTA Finals 2025: Kejutan Gemilang!

Sports

Klasemen grup A SEA Games 2025 usai timnas putri kalahkan Singapura, ini syarat lolos ke semifinal

Sports

Paolo Di Canio Ungkap Masalah Inkonsistensi AC Milan di Serie A

Sports

Putri Kusuma Wardani: 8 Kekalahan dari Pornpawee, Penyesalan Hadapi An Se-young

Sports

Foto: Tekuk Myanmar, Timnas U-22 tetap gagal lolos ke semifinal SEA Games 2025

Sports

Derby London Berakhir Imbang, MU dan Liverpool Raih Poin Penuh!

Sports

Jadwal Persib Vs Lion City: Thom Haye Optimis Raih Kemenangan Kedelapan!

Sports

Persib Bandung: Rotasi Pemain Disiapkan Lawan Persis Solo?