Pandeglang, warta-kota.com
Setelah sempat terhenti sebelumnya pengerjaan pemotongan besi scrab kerangka kapal BG Titan 14 di pesisir pantai Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, kini dilanjutkan kembali sejak tanggal 5 dan 6 Oktober 2025.
Menurut Murdani, salah satu pekerja lapangan dari PT. Teguh Abadi Setia Kawan mengatakan bahwa dirinya dan 4 orang pekerja lainnya ditugaskan untuk memotong besi scrab kerangka kapal. Ia berharap agar pihak berwenang tidak mempersulit proses pemotongan dan membiarkan mereka bekerja dengan lancar.
“Kami hanya kuli yang berasal dari Madura. Kami memiliki keluarga yang ditinggalkan dan tanggung jawab sebagai kepala keluarga yang sedang merantau dan mencari nafkah,” kata Murdani.
Murdani juga mempertanyakan mengapa pihak berwenang mempersulit proses pemotongan jika izin sudah lengkap. Ia berharap agar masalah ini dapat diselesaikan secepatnya agar mereka dapat bekerja dan menyelesaikan tugasnya.
Seorang nelayan lokal dari Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, mengharapkan agar penyingkiran kerangka kapal BG Titan 14 segera dilakukan. Sebagai nelayan jaring udang yang beroperasi di perairan Pulau Popole, ia merasa terganggu dengan keberadaan kapal karam tersebut.
Aldi khawatir bahwa jaringnya dapat tersangkut atau terbawa arus ke arah kapal, serta risiko perahunya menabrak kapal pada malam hari karena kurangnya cahaya di kapal tongkang. Apalagi saat cuaca buruk menjelang akhir tahun.
“Perairan Pulau Popole merupakan lokasi yang kaya akan udang lobster dengan nilai jual yang bagus. Kami berharap agar kerangka kapal tersebut dapat segera dievakuasi demi keselamatan dan kenyamanan nelayan,” kata Aldi.
Kegiatan penyingkiran kerangka Kapal BG Titan 14 merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan laut. Hal ini berkaitan dengan amanat UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, dan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
” Kami percaya hukum harus ditegakkan dengan adil, dan kami pun juga telah berkoordinasi
dengan Desa setempat, Muspika Labuan, UPP Sahbandar Labuan, Kementerian Kelautan, agar kegiatan ini bisa dilanjutkan demi keselamatan pelayaran dan kepentingan masyarakat pesisir Pandeglang,” kata Supri Abdul Fatah, Koordinator Lapangan PT. Teguh Abadi Setia Kawan. (YNA)















