Breaking News

Home / Berita Utama Daerah

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 22:51 WIB

Nelayan dan HNSI Labuan Desak Percepatan Evakuasi Kapal Karam BG Titan 14

Nelayan dan HNSI Labuan Desak Percepatan Evakuasi Kapal Karam BG Titan 14

Pandeglang, warta- kota.com

Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Ranting Labuan, Kabupaten Pandeglang, mendesak pemerintah untuk mempercepat evakuasi kapal tongkang batu bara BG Titan 14 yang terdampar di perairan pulau Popole sejak Desember 2024 lalu. Menurut Andar Kusnandar, Sekretaris HNSI Labuan, keberadaan kapal tersebut mengganggu aktivitas nelayan lokal.

“Keberadaan kapal tongkang tersebut sangat mengganggu aktivitas tangkap ikan nelayan Labuan. Kami mendesak pemerintah untuk mempercepat proses evakuasi agar aktivitas nelayan dapat berjalan normal kembali,” kata Andar pada Sabtu, (04/10/2025).

Menurutnya, sejumlah 50 nelayan Labuan yang beroperasi disekitar pulau Popole sangat terdampak akibat lambatnya penanganan kapal tersebut, diantaranya nelayan pancing, tangkap udang, dan nelayan jaring dasar. Mereka mengeluhkan keberadaan kapal yang dapat menyebabkan kerusakan ekosistem laut dan mengganggu jalur penangkapan ikan.

Baca Juga  Wakil Bupati Solok Resmi Buka Turnamen Sepak Bola Wali Nagari Salayo Cup 4

HNSI Labuan berharap pemerintah dapat mempercepat proses evakuasi kapal karam tersebut, dan menindaklanjuti permasalahan ini dengan serius.

“Kami berharap pemerintah dapat mempercepat proses evakuasi dan memberikan solusi bagi nelayan yang terdampak,” tambah Andar.

Senada dengan pendiri kelompok swadaya masyarakat konservasi pariwisata pulau Popole (KSM KP3), Agung Sucipto, berharap Pemerintah untuk mempercepat  penyingkiran kerangka kapal BG Titan 14 yang terdampar. Menurutnya, keberadaan kapal tersebut telah menimbulkan keluhan dari nelayan lokal yang beroperasi di sekitar pulau.

“Nelayan lokal sangat khawatir akan tersangkutnya jaring mereka yang terbawa arus mendekati kapal, serta kesulitan mencari lokasi tangkapan lain yang berdampak pada peningkatan biaya operasional,” kata Sucipto.

Baca Juga  Wakil Bupati Solok H. Candra, S. H. I. Dilantik Menjadi Ketua DPD PKS Kabupaten Solok Periode 2025 - 2030

Selain itu, Sucipto juga menyoroti masih adanya sisa tumpahan batubara yang menyebar di pantai pulau Popole. Disinyalir, sisa tumpahan batubara tersebut masih mengendap di dasar laut dan terbawa arus ke sekitar pantai pulau tersebut.

“Kami berharap Pemerintah dan perusahaan yang ditunjuk agar segera mengambil tindakan untuk membersihkan sisa tumpahan batubara dan menyingkirkan kerangka kapal BG Titan 14, agar ekosistem laut dan nelayan merasa nyaman,” imbuh nya.

Sementara, Febi, nelayan setempat mengungkapkan kekhawatirannya saat melintas di lokasi kapal BG Titan 14 pada malam hari. Penerangan perahunya yang minim dan kondisi kapal yang terdampar gelap gulita meningkatkan risiko kecelakaan, seperti tertabraknya kapal tongkang. (YNA)

Share :

Baca Juga

Berita Utama Daerah

Biro Adpim Pemprov Sumbar Bantah Release Berita Kominfo Kabupaten Solok Terkait Bantuan Gubernur Saat Kunjungan Kerja Ke Nagari Simiso

Berita Utama

Bupati Solok Mampir Saat MONITOR Group Tebar Berkah di Bulan Ramadhan Buat Penguna Jalan

Berita Utama Daerah

Wakil Bupati Solok Buka Turnamen Ikarasta Cup 1 Tahun 2025

Berita Utama

Semarak HUT ke-113, Pemkab Solok Gelar Laga Sepak Bola Legenda Solok Raya

Berita Utama Daerah

Capt. H. Epyardi Asda Resmi Tutup Gala Siswa Indonesia SMP Kabupaten Solok 2024.

Bencana Alam

Khairul Kalasa BPBD Kabupaten Solok Paparkan Strategi Mitigasi di Rakor Kehutanan Sumbar, Dalam Hadapi Ancaman Karhutla

Berita Utama

Antrian Pengambilan Obat di RSUD Arosuka Dikeluhkan Warga, Bisa Berjam-jam
Wali Kota Jambi Maulana dan Wakil Wali Kota Jambi bersama barcode donasi Baznas untuk bantuan korban bencana Sumatera.

Bencana Alam

Pemkot Jambi Buka Donasi untuk Korban Bencana Sumatera, Wali Kota Maulana Serukan Solidaritas