Breaking News

Home / Finance

Rabu, 17 September 2025 - 16:51 WIB

BI Optimis: Ekonomi Indonesia Siap Melesat di Semester Kedua 2025

warta-kota.com, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) menaruh harapan besar pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Lembaga keuangan ini optimis bahwa paruh kedua tahun 2025 akan menunjukkan peningkatan yang signifikan, didorong oleh berbagai faktor pendukung, termasuk kinerja ekspor yang solid dan peningkatan belanja pemerintah.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, memproyeksikan bahwa perbaikan kondisi ekonomi ini akan memacu pertumbuhan ekonomi melebihi titik tengah dari proyeksi awal, yaitu antara 4,6% hingga 5,4%.

“Melalui sinergi kebijakan yang semakin kuat antara pemerintah dan Bank Indonesia, kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada semester II tahun 2025 akan mengalami peningkatan. Dengan demikian, secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi tahun 2025 diperkirakan akan melampaui titik tengah kisaran yang telah ditetapkan, yaitu 4,6-5,4%,” ungkapnya dalam konferensi pers virtual terkait Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada hari Rabu, 17 September 2025.

Baca Juga  Harga emas naik tipis pada perdagangan Rabu (10/12/2025) pagi

: Bank Indonesia Pangkas BI Rate Lagi, Obligasi Pemerintah (SBN) Pesta Cuan

Pemerintah sendiri tetap yakin bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai angka 5,2% (yoy) sepanjang tahun 2025.

Kinerja positif pada enam bulan kedua tahun 2025 tersebut diperkirakan akan ditopang oleh peningkatan ekspor di sektor manufaktur dan produk pertanian. Secara khusus, ekspor produk CPO ke India diharapkan meningkat seiring dengan penurunan tarif bea impor.

: : Mau Jadi Pegawai BI? Lowongan PCPM Bank Indonesia Kembali Dibuka, Ini Syarat Lengkapnya!

Baca Juga  Pentingnya Perencanaan Keuangan Matang Sebelum Berpetualang Liburan

Belanja pemerintah juga diproyeksikan akan mengalami peningkatan, terutama dengan implementasi program-program prioritas yang berfokus pada ketahanan pangan, pertahanan negara, energi, dan berbagai kebijakan ekonomi pemerintah lainnya, termasuk penyaluran paket ekonomi yang baru-baru ini diumumkan.

Namun, konsumsi dinilai belum menunjukkan kekuatan yang signifikan, terutama disebabkan oleh penurunan ekspektasi konsumen dari kalangan menengah ke bawah serta terbatasnya kesempatan kerja yang tersedia.

: : Maybank Indonesia dan Nanobank Syariah Sepakat Realisasikan Transaksi SRIA

“Konsumsi rumah tangga masih menghadapi tantangan, terutama akibat menurunnya ekspektasi konsumen dari kalangan menengah ke bawah dan terbatasnya lapangan pekerjaan,” jelas Perry.

Share :

Baca Juga

Finance

Investasi SBN Domestik: Mengapa Pasar Tetap Menarik dan Faktor Pendorongnya

Finance

China Akhiri Larangan Impor Pesawat Boeing: Dampaknya pada Industri Penerbangan Global

Finance

Investasi Valas Asia: Amankah di Tengah Perang Dagang? Mata Uang Terbaik untuk Dikoleksi

Ekonomi

Penolakan Pembayaran Uang Tunai di Era Digitalisasi

Finance

Semen Indonesia Tbk (SMGR) Bagikan Dividen Rp 648,75 miliar

Finance

GOTO akan gelar RUPSLB untuk rombak jajaran direksi dan komisaris pada Rabu (17/12)

Finance

IHSG Melonjak ke 7.929,3: BRPT, MDKA, & ADRO Teratas LQ45

Finance

Laris Manis! Penjualan SBN Ritel Tembus Rp 153 Triliun di 2025