Warta-kota.com, Lumajang | Memasuki musim giling tahun 2026, pasokan tebu yang masuk ke PG Jatiroto, Kabupaten Lumajang, mengalami peningkatan signifikan. Tingginya volume tebu yang dikirim oleh petani tebu rakyat maupun lahan Hak Guna Usaha (HGU) membuat sejumlah kantong parkir yang disediakan pabrik penuh terisi.
Kondisi keamanan dan ketertiban tetap terjaga berkat sinergi antara pihak pabrik, petani, dan para pengemudi angkutan tebu.

Perwira Keamanan PG Jatiroto, Slamet Riyadi, SH., M.M., saat diwawancarai awak media menjelaskan bahwa musim giling tahun ini dimulai lebih awal dibandingkan pabrik gula lainnya, sehingga berdampak pada melonjaknya volume penerimaan tebu.
“Alhamdulillah, mulai buka giling tanggal 9 Mei 2026. Untuk volume penerimaan tebu memang cukup membludak karena PG Jatiroto membuka giling lebih awal dibandingkan pabrik gula yang lain. Sehingga pemasok-pemasok tebu, baik tebu rakyat maupun tebu dari HGU, jumlahnya sangat tinggi,” ujar Slamet.
Menurutnya, pihak pabrik telah menyiapkan sejumlah kantong parkir di beberapa lokasi, seperti Jobset 1, Jobset 2, Nyebaga Store, dan GSW. Namun tingginya jumlah kendaraan pengangkut tebu membuat seluruh area tersebut terisi penuh.

“Lokasi parkir atau kantong-kantong parkir yang sudah kami siapkan itu penuh total. Sehingga ada kendaraan yang akhirnya parkir di fasilitas jalan. Namun alhamdulillah tidak sampai mengganggu arus lalu lintas,” katanya.
Untuk menjaga ketertiban selama musim giling berlangsung, pihak keamanan PG Jatiroto memasang berbagai baliho dan imbauan yang berisi tata tertib parkir serta aturan bagi para pengemudi angkutan tebu.
“Kami memasang beberapa baliho sebagai langkah preventif untuk pencegahan dan ketertiban, khususnya tata tertib parkir bagi para pengemudi angkutan tebu. Tujuannya agar mereka mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang di jalan maupun di kantong-kantong parkir,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan dari para mitra petani tebu yang tergabung dalam Forum Temu Kemitraan (FTK), termasuk organisasi petani seperti APTR dan APTRI. Menurutnya, kerja sama tersebut sangat membantu dalam menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban kepada para sopir angkutan tebu.

“Saya sangat bersyukur karena adanya kerja sama dengan para mitra. Melalui Forum Temu Kemitraan yang terdiri dari petani tebu rakyat dan berbagai asosiasi, mereka berperan aktif membantu menyampaikan pesan-pesan keamanan kepada para sopir angkutan tebu,” ungkapnya.
Slamet menambahkan, saat ini PG Jatiroto terus melakukan pembenahan untuk menciptakan ketertiban yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Pabrik Gula Jatiroto saat ini sedang berbenah menuju ketertiban yang lebih baik lagi daripada tahun-tahun yang lalu. Alhamdulillah sampai sekarang semuanya berjalan dengan baik,” tuturnya.
“Harapan kami tentu membangun dan memperkuat sinergi, baik antara PG Jatiroto dengan para petani maupun mitra kerja lainnya. Dengan kebersamaan dan kerja sama yang baik, proses produksi giling tahun 2026 maupun 2027 mendatang dapat berjalan lebih baik lagi,” pungkasnya.
(Saiful)















