Solok, Warta-kota.com.- Sebanyak 16 tim pelajar tingkat SMA/SMK/MA dari Kota dan Kabupaten Solok akan unjuk kemampuan dalam ajang Law Debate Competition 2026 yang digelar di Kampus II Universitas Mahaputra Muhammad Yamin, Selasa–Rabu (5–6 Mei 2026).
Kompetisi ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa (HIMA) Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Hukum UMMY Solok bekerja sama dengan Meester Yamin Law Center melalui Pusat Studi Hukum dan Humaniora (PSHH).
Ajang ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, logis, dan argumentatif, sekaligus meningkatkan kesadaran hukum di tengah derasnya arus informasi digital.
16 Tim, Dua Kategori
Sebanyak 16 tim peserta dibagi ke dalam dua kategori, yakni putra dan putri, masing-masing terdiri dari 8 tim.
Pada kategori putra, peserta berasal dari: SMAN 1 Kota Solok, SMAN 3 Kota Solok, SMAN 4 Kota Solok, MAN Kota Solok, MAN 1 Solok Kotobaru, Pondok Pesantren Al Madinah Talang, MAN 2 Solok Singkarak, dan SMAN 1 Bukit Sundi.
Sementara pada kategori putri, peserta berasal dari: SMAN 1 Kota Solok, SMAN 3 Kota Solok, SMAN 4 Kota Solok, MAN 1 Solok Kotobaru, MAN Kota Solok, SMAN 1 Bukit Sundi, SMAN 1 Kubung, dan MAN 2 Solok Singkarak.
Di babak penyisihan, tim dari Kota Solok akan berhadapan dengan tim dari Kabupaten Solok. Pemenang akan melaju ke semifinal hingga partai final.
Dengan Mengusung tema “Hukum Indonesia dalam Perspektif Generasi Z”, para peserta akan beradu argumen dalam berbagai isu strategis, seperti penegakan hukum, hukuman mati, sistem zonasi pendidikan, program MBG, dampak penggunaan gadget, hingga pertambangan tanpa izin.
Ketua panitia pelaksana, Mutia Nada Kasturi, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi ruang pembelajaran bagi pelajar.
“Kami ingin menjembatani dunia hukum dengan dunia anak muda. Ini bukan hanya ajang adu argumentasi, tetapi juga ruang bertumbuh untuk melahirkan generasi yang kritis, berintegritas, dan berani menyuarakan kebenaran” ujarnya.
Dukungan Penuh Pemangku Kepentingan
Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kompetisi ini menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa.
“Ini bukan sekadar lomba, tetapi kebanggaan bersama. Saya mengajak masyarakat untuk mendukung dan menyaksikan langsung kegiatan ini” katanya.
Bupati Solok Dr. Jon Firman Pandu, SH, mengungkapkan dirinya sangat antusias dengan rencana Lomba Debat Hukum antar pelajar SMA/SMK/MA yang dilaksanakan HIMA Ilmu Hukum UMMY Solok ini.
Sebagai alumni Fakultas Hukum, Jon Firman Pandu mengharapkan kegiatan yang pertama kali diadakan di Solok ini, bisa menjadi pemantik timbulnya kesadaran hukum dan pengetahuan hukum di masyarakat, terutama di kalangan pelajar.
Lebih lanjut JFP mengatakan pihaknya siap memfasilitasi dunia akademis dan birokrasi menjadi paduan serasi dalam membangun daerah.
“berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pelajar” Ucapnya
Sementara itu, Rektor UMMY Solok, Rica Mega Sari, menilai kegiatan ini sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Menariknya, pendaftaran kompetisi ini tidak dipungut biaya alias gratis. Peserta juga berkesempatan meraih berbagai hadiah dengan total jutaan rupiah.
Ajang ini diharapkan menjadi momentum bagi generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi juga aktor yang memahami hukum dan berani menyuarakan kebenaran.**(PB07)















