Breaking News

Home / Sports

Sabtu, 24 Mei 2025 - 04:24 WIB

Tragedi Ronaldo Nazario di La Liga: Presiden Klub Diusir Fans Murka

Tujuh tahun setelah mengakuisisi Real Valladolid, petualangan legenda sepak bola Brasil, Ronaldo Nazário, di La Liga Spanyol berakhir dengan pahit.

Valladolid dilanda krisis berkepanjangan, ditandai rentetan kegagalan, tiga kali degradasi, dan amarah pendukung yang meluap terhadap presiden klub yang dinilai absen.

“Sejak awal kepemilikannya, semuanya hanyalah kebohongan dan kelalaian,” keluh Daniel Mozo, teknisi listrik berusia 53 tahun dan penggemar Valladolid.

“Lebih baik dia pergi, melanjutkan hidupnya, dan meninggalkan kami dengan tenang,” tambahnya kepada AFP di luar Stadion José Zorrilla sebelum pertandingan La Liga terakhir klub, setidaknya untuk satu tahun ke depan.

Ronaldo, mantan penyerang ulung berusia 48 tahun, menjadi pemegang saham mayoritas Valladolid pada 2018, berjanji membawa klub tersebut ke kompetisi Eropa dalam lima tahun.

Mitos Cristiano Ronaldo Sebagai yang Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Ronaldo Nazário Patut Dipertimbangkan

Karier gemilang Ronaldo—ditandai dua Ballon d’Or, dua Piala Dunia, dan kesuksesan bersama Real Madrid, Barcelona, dan Inter Milan—membuat penggemar bermimpi meraih kejayaan.

Namun, kepemimpinannya justru membawa Valladolid terombang-ambing antara La Liga dan divisi dua Spanyol, hingga akhirnya ia melepaskan kendali.

Setelah terdegradasi pada 2021 dan 2023, musim ini Valladolid menorehkan salah satu musim terburuk dalam sejarah La Liga, terpuruk di dasar klasemen dengan 29 kekalahan, kebobolan 87 gol, dan satu laga tersisa.

“Musim ini benar-benar memalukan… kami berharap dia menjadi presiden yang membawa perubahan. Nyata nya, ia justru mempermalukan dirinya sendiri,” ujar Sergio Gutierrez, pendukung Valladolid yang berprofesi sebagai pengemudi berusia 44 tahun.

Baca Juga  Banding Terlambat ke FIFA: Trik Malaysia dalam Sengketa Sepak Bola Terungkap?

“Dia mungkin berpikir, karena namanya Ronaldo, semuanya akan berjalan lancar. Ia merasa bisa meraih segalanya tanpa usaha, tetapi hasilnya nihil,” tambah Gutierrez.

Maria del Carmen de las Fuentes, pensiunan berusia 66 tahun, geram, “Ronaldo tak berbuat apa-apa, bahkan memperbaiki toilet pun tidak.”

“Saya belum pernah melihat Real Valladolid seburuk ini… Pertandingan-pertandingan yang kami saksikan membuat kami ingin turun ke lapangan dan menendang semua pemain mereka,” tegasnya.

Gempuran Hattrick Mbappe di Kandang Valladolid, Bukti Nyata Satu Pernyataan

Di luar hasil buruk di lapangan, Ronaldo dinilai mengecewakan karena jarang hadir di pertandingan dan minim terlibat dalam urusan klub.

Kekecewaan penggemar semakin memuncak setelah beredarnya foto-foto Ronaldo mabuk keluar restoran di Madrid larut malam, tampak lemas di dalam mobilnya.

Awal bulan ini, federasi pendukung mengajukan petisi ke balai kota Valladolid, meminta Ronaldo dinyatakan sebagai persona non grata di kota tersebut.

Pada laga kandang melawan Barcelona tanggal 3 Mei, pendukung memprotes degradasi dengan melempar uang kertas palsu bergambar wajah Ronaldo bertuliskan “Ronaldo Pulanglah.”

Amarah tak surut pada laga kandang terakhir musim ini—kekalahan 1-0 melawan Alaves pada 18 Mei.

Puluhan penonton mengibarkan spanduk “Ronaldo Pulanglah” di kursi kosong, dan seluruh stadion meneriakkan slogan tersebut saat jeda.

Baca Juga  Drama Persija: Pemain Luapkan Kekecewaan di Medsos, Publik Heboh

Catatan kepemimpinan Ronaldo yang kurang konsisten juga terlihat di klub pertamanya, Cruzeiro, yang ia pimpin pada 2021 sebelum akhirnya meraih promosi ke liga utama Brasil.

Namun, ia menjual sahamnya dan gagal dalam upaya memimpin konfederasi sepak bola Brasil.

Endrick Felipe, Penerus Pele dan Ronaldo Nazário, Masa Depan Cerah Real Madrid

Valladolid mengumumkan pada Jumat (23/5/2025) bahwa Ronaldo telah mentransfer sahamnya ke grup investasi Amerika Utara yang didukung dana Eropa.

Pendukung Valladolid, Andrea Merino, menyambut baik kabar tersebut, “Kepergian Ronaldo adalah berita baik, semua janji muluknya ternyata hanya omong kosong.”

“Para penggemar menginginkan seseorang yang bekerja keras, memahami klub, dan tidak meninggalkan kami dalam kesulitan seperti Ronaldo,” ujar jurnalis berusia 25 tahun itu kepada AFP.

Rocio Mozo, asisten teknisi berusia 40 tahun, sepakat Ronaldo telah kehilangan kepercayaan semua orang dan berharap pemilik baru yang berkomitmen pada kota dan klub, sosok yang benar-benar peduli dan hadir.

Menanggapi pertanyaan AFP setelah kekalahan dari Alaves di pekan ke-37 La Liga, Alvaro Rubio, pelatih ketiga Valladolid musim ini, enggan membahas pergolakan administratif.

“Tanggung jawab utama atas kegagalan di lapangan ada di pundak saya,” katanya.

Share :

Baca Juga

Sports

Mauro Zijlstra: Semangat Bela Timnas U22 Walau SEA Games 2025 Tanpa Agenda FIFA

Sports

Persembahan Kylian Mbappe untuk Cristiano Ronaldo, Selebrasi Spesial Berpindah Tangan

Sports

Arsenal Bantai Nottingham 3-0: Arteta Terpukau Performa Zubimendi!

Sports

Hasil dan klasemen Liga Inggris – Man City mendekat lagi, Arsenal panik

Sports

7 Pemain Persib Dikabarkan Hengkang: Posisi, Performa, dan Bocoran Terbaru

Sports

Malut United vs PSIM: Analisis Jitu dan Prediksi Skor Pertandingan Sengit

Sports

PJSI fokus regenerasi atlet judo usai lampaui target SEA Games 2025

Sports

Timnas Indonesia Hadapi Kerugian Besar Jelang Laga China: Sanksi FIFA Berdampak Berat