Breaking News

Home / Finance

Jumat, 23 Mei 2025 - 03:52 WIB

Analis Prediksi: Kinerja Emiten Semen Lesu di Kuartal II, Simak Rekomendasinya

warta-kota.com  JAKARTA. Kinerja perusahaan semen diperkirakan masih lesu pada kuartal kedua tahun 2025. Beberapa faktor menjadi penghambat, terutama melemahnya permintaan domestik.

Situasi ini tercermin dari penjualan semen nasional pada kuartal pertama 2025.

Sepanjang Januari-Maret 2025, penjualan semen nasional hanya mencapai 13,16 juta ton, mengalami penurunan 7,8% secara tahunan (yoy). Penjualan semen curah di Jawa turun 4,1% (yoy), sementara di luar Jawa mengalami kontraksi lebih tajam, yaitu 30,4% (yoy) pada kuartal I-2025.

Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) Bagikan Dividen Rp 259 per Saham, Catat Jadwalnya

Praska Putrantyo, Chief Executive Officer (CEO) Edvisor Provina Visindo, menilai tantangan bagi emiten semen masih berat pasca kuartal I 2025.

Salah satu faktor utamanya adalah fluktuasi harga batubara, komoditas penting dalam produksi semen.

Baca Juga  Bank Himbara Kebanjiran Likuiditas Rp 200 Triliun: Sektor Mana yang Untung?

Kondisi ini berpotensi menekan margin keuntungan emiten semen di tengah surplus pasokan pasar.

“Efisiensi biaya proyek infrastruktur seperti IKN dapat mengurangi kebutuhan semen, meskipun proyek infrastruktur pemerintah lainnya masih berpotensi meningkatkan permintaan,” jelas Praska, Kamis (22/5).

Strategi Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) untuk Meningkatkan Kinerja

Namun, penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur Rabu (21/5) diharapkan dapat mendorong penjualan properti residensial, sehingga meningkatkan permintaan semen dan menguntungkan produsen.

  INTP Chart by TradingView  

Aditya Prayoga, Research Analyst Phintraco Sekuritas, memperkirakan permintaan semen akan meningkat seiring dengan cuaca yang lebih panas, yang akan memacu aktivitas konstruksi.

Aditya memperkirakan pertumbuhan penjualan semen nasional hingga akhir 2025 hanya sekitar 0,5%-1% (yoy). “Terlebih lagi, pemotongan anggaran pemerintah berpotensi membatasi peningkatan permintaan semen,” tambahnya.

Baca Juga  Rupiah Melemah, Nilai Tukar Tembus Rp 14.433 per Dolar AS

Langkah Strategis Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) untuk Peningkatan Kinerja

Aditya mencatat keberhasilan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dalam memperkuat pangsa pasarnya menjadi 30,7% pada Maret 2025, meningkat dari 29,5% pada dua bulan sebelumnya.

Sementara itu, pangsa pasar PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) turun menjadi 46% pada akhir Maret 2025, dibandingkan 48% pada Februari.

Oleh karena itu, Aditya merekomendasikan pembelian saham INTP dengan target harga Rp 6.500 per saham. Praska juga merekomendasikan hal yang sama, dengan target harga jangka menengah dan panjang Rp 7.400 per saham.

Share :

Baca Juga

Finance

IHSG Melonjak ke 7.929,3: BRPT, MDKA, & ADRO Teratas LQ45

Finance

Data Mengejutkan: 184 Juta Password Google, Apple, Facebook Dibocorkan!

Finance

Kinerja JPFA Tertekan Semester I-2025, Tapi Saham Menguat Jelang Public Expose

Finance

Bitcoin turun di bawah US$ 90.000: Dampak penjualan saham teknologi

Finance

GOTO Tingkatkan Target EBITDA, Analis Ungkap Dampaknya Bagi Investor

Finance

Harga BBM BP-AKR Turun: Cek Daftar Lengkap dan Terbaru!

Finance

Semen Indonesia Tbk (SMGR) Bagikan Dividen Rp 648,75 miliar

Finance

Ancaman Tarif AS: Kepala BKF Kemenkeu Imbau Waspadai Dampaknya pada Perdagangan Indonesia