Breaking News

Home / Technology

Selasa, 20 Mei 2025 - 08:22 WIB

Boikot Aplikasi, Pengguna Tetap Bisa Pesan Ojol? Ini Penjelasannya

warta-kota.com – , Jakarta – Pengalaman sejumlah pengguna aplikasi ojek online di Jakarta pada Selasa, 20 Mei 2025, menunjukkan layanan antar online tetap berjalan lancar. Hal ini terjadi meskipun sebelumnya ada seruan aksi off bid massal dari para pengemudi ojek online sebagai bentuk dukungan terhadap demonstrasi.

Rumondang Naibaho, seorang pengguna setia aplikasi ojek online, misalnya, mengatakan pemesanan Gojek dari Mampang ke Mabes Polri berjalan tanpa kendala. “Pemesanan tadi lancar, tidak ada kesulitan mencari driver,” ujarnya saat dihubungi.

Rumondang awalnya khawatir akan kesulitan mendapatkan driver karena seruan off bid massal. Ia bahkan telah mempersiapkan alternatif transportasi umum. Namun, pada pukul 09.10 WIB, ia berhasil memesan Gojek tanpa masalah.

Pengalaman serupa dialami Dian, pengguna aplikasi Gojek lainnya. Ia menyatakan pemesanan ojol pagi itu sama lancarnya dengan hari-hari sebelumnya. “Mendapatkan driver dengan cepat dan tanpa kendala,” tutur perempuan 26 tahun yang hampir setiap hari menggunakan Gojek untuk bekerja.

Baca Juga  Kawasaki Z900 dan Z900 SE: Spesifikasi Lengkap, Harga, dan Fitur Unggulan

Ia memesan Gojek dari Palmerah menuju Gedung DPR RI dengan biaya Rp 15.000, menggunakan layanan comfort.

Febriansyah Adi Putra, pengguna Grab, juga melaporkan pengalaman serupa. Sekitar pukul 10.40 WIB, ia memesan Grab dari Tebet menuju Patung Kuda, salah satu titik aksi unjuk rasa, tanpa menemui hambatan berarti meskipun ada seruan off bid massal.

Seruan Off Bid dan Tuntutan Pengemudi Ojol

Ketua Serikat Pekerja Angkutan Umum Indonesia (SPAI), Lily Pujiati, menyatakan para pengemudi ojek online dijadwalkan berdemonstrasi pukul 12.00 WIB, Selasa, 20 Mei 2025, menuntut potongan komisi diturunkan menjadi 10 persen. Tuntutan ini dilatarbelakangi oleh dugaan pelanggaran aturan pemerintah oleh beberapa aplikator yang memotong komisi lebih dari 20 persen.

“Ada kasus potongan platform mencapai 70 persen. Pengemudi hanya menerima Rp 5.200 sementara pelanggan membayar Rp 18.000 untuk pengantaran makanan,” jelasnya dalam keterangan tertulis pada Senin, 19 Mei 2025.

Ketua Umum Garda Indonesia, Igun Wicaksono, mengatakan aksi tersebut akan diikuti ribuan pengemudi ojek online dari berbagai daerah, termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Cirebon, Bandung, Cikampek, Karawang, Banten Raya, Palembang, dan Lampung. Aksi akan terpusat di Istana Merdeka, Kementerian Perhubungan, dan DPR RI, dengan aksi serupa direncanakan di kota-kota lain.

Baca Juga  Google NotebookLM: Kini Mendukung Bahasa Indonesia dan Jawa, Total 50 Bahasa

“Garda berharap pemerintah merespon kekecewaan para pengemudi ojek dan taksi online atas pelanggaran regulasi oleh aplikator,” ungkap Igun dalam keterangan tertulis pada Kamis, 15 Mei 2025.

Selain demonstrasi, Igun menjelaskan, Garda Indonesia dan asosiasi ojek online lainnya akan melakukan aksi off bid massal. Hal ini diprediksi akan melumpuhkan layanan pemesanan aplikasi pada 20 Mei 2025. “Kami berharap masyarakat memahami aksi off bid ini sebagai bentuk teguran kepada aplikator yang melanggar regulasi,” imbuhnya.

Adil Al Hasan, berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Pilihan Editor: Kemitraan Ojek Online yang Eksploitatif

Share :

Baca Juga

Technology

Samsung Galaxy A Series: Daftar HP yang Tak Dapat Update OneUI 7 & Android 13

Technology

Kegunaan Fitur True Tone di iPhone: Panduan Lengkap

Technology

Motorola Edge 2025 Resmi Diluncurkan: Inovasi Terbaru dengan Tombol Pintar AI

Technology

Jetour G700: SUV Premium Off-road dengan Teknologi GAIA Canggih

Technology

Google Find My Device Kini Jadi Find Hub: Dukungan Ultra-wideband Lebih Canggih

Technology

Layar HP Tidak Responsif? 7 Penyebab & Cara Mengatasinya

Technology

Skype Resmi Dihentikan Microsoft: 5 Aplikasi Pengganti Terbaik yang Wajib Anda Coba

Technology

Itel A90: Spesifikasi Mirip iPhone, Harga Cuma Sejutaan!