Breaking News

Home / Technology

Jumat, 16 Mei 2025 - 23:24 WIB

Serangan Ransomware Baru: Langsung Sasar Prosesor, Ini Bahayanya!

warta-kota.com – , Jakarta – Seorang ahli keamanan siber dari perusahaan teknologi Amerika Serikat, Rapid7, memberi peringatan serius tentang evolusi ransomware. Ransomware kini mampu menembus prosesor (CPU), inti dari infrastruktur komputasi. Celah keamanan ini ditemukan dalam pembaruan microcode, yang seharusnya digunakan produsen chip untuk memperbaiki bug, namun kini disalahgunakan sebagai jalur serangan tersembunyi yang sulit dideteksi oleh perangkat lunak keamanan konvensional.

Christiaan Beek, pakar dari Rapid7, telah mengembangkan metode untuk menyisipkan ransomware langsung ke dalam prosesor dengan mengeksploitasi kerentanan pada prosesor AMD Zen. Kerentanan ini memungkinkan peretas memanipulasi instruksi yang menghasilkan angka acak (RDRAND) dan menyuntikkan microcode khusus.

Baca Juga  Lacak HP Android & iPhone Hilang: Panduan Lengkap dan Mudah

Pembaruan microcode idealnya hanya dapat dilakukan oleh produsen CPU untuk memastikan kompatibilitas dan keamanan. Namun, penemuan ini menunjukkan bahwa injeksi microcode buatan sendiri bukanlah hal yang mustahil. Beek berhasil membuktikan bahwa ransomware dapat disembunyikan dalam prosesor, mencegah deteksi oleh sistem keamanan tradisional.

Beek menegaskan bahwa ancaman ransomware tingkat rendah ini bukan sekadar teori. Sebagai contoh, ia menyebutkan bootkit BlackLotus yang mampu menyerang firmware UEFI (Unified Extensible Firmware Interface) dan menginfeksi komputer yang terlindungi oleh Secure Boot.

Ia juga mengutip pernyataan dari kelompok ransomware Conti: “Jika kami memodifikasi firmware UEFI, kami bisa memicu enkripsi sebelum sistem operasi berjalan. Tidak ada antivirus yang bisa mendeteksi ini,” sebagaimana dikutip dari Techspot, Jumat, 16 Mei 2025.

Baca Juga  iPhone 12: Masih Worth It di 2023? Fitur, Spesifikasi & Harga Terbaru

Dengan eksploitasi yang tepat, penyerang dapat memanfaatkan kerentanan UEFI untuk secara diam-diam menyisipkan ransomware.

Beek mengkritik industri teknologi informasi yang terlalu terfokus pada pengembangan teknologi AI dan chatbot, mengabaikan keamanan dasar. Ironisnya, kelompok peretas yang menggunakan ransomware terus meraup miliaran dolar setiap tahunnya, seringkali memanfaatkan kelemahan seperti kata sandi lemah dan implementasi otentikasi multi-faktor yang buruk.

Pilihan Editor: Bagaimana Cara Mencegah Penurunan Muka Tanah Jakarta

Share :

Baca Juga

Technology

Google NotebookLM: Kini Mendukung Bahasa Indonesia dan Jawa, Total 50 Bahasa

Technology

Apple dan Anthropic Kolaborasi: AI Canggih untuk Vibe Coding, Jejak Google Terlihat?

Technology

Jetour G700: SUV Premium Off-road dengan Teknologi GAIA Canggih

Technology

Perbedaan Motor Bagnaia dan Marquez: Bos Ducati Akhirnya Berbicara

Technology

Taj Mahal Terlindungi: Sistem Anti-Drone Terbaru Diterapkan

Technology

Google Flow: Aplikasi Edit Video AI Canggih, Bikin Film Mudah!

Technology

Samsung Rilis One UI 7: Update Besar untuk HP Galaxy Seri Murah

Technology

Kisah Skype: Perjalanan dari eBay Hingga Akuisisi Microsoft