
Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani (Putri KW), berbagi kunci suksesnya dalam Sudirman Cup 2025, di mana tim Merah Putih berhasil meraih perunggu.
Meskipun awalnya ditunjuk sebagai tunggal kedua, Putri KW mendadak naik menjadi tunggal pertama putri setelah Gregoria Mariska Tunjung absen karena vertigo. Ester Nurumi Tri Wardoyo pun bergeser menjadi tunggal putri kedua.
Perubahan mendadak ini tak menyurutkan semangat Putri KW. Ia konsisten memberikan kontribusi penting bagi tim, meskipun Indonesia kerap tertinggal di awal pertandingan.
Satu-satunya kekalahan yang ia alami adalah saat berhadapan dengan An Se-young dari Korea Selatan di babak semifinal.
“Walaupun ada rasa tegang, karena bermain bukan di posisi pertama, tapi kedua atau ketiga, di mana kami bisa unggul atau tertinggal,” ungkap Putri KW kepada media, termasuk BolaSport.com, di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Rabu (7/4/2025).
“Seringkali kami tertinggal lebih dulu. Jadi, pasti ada tekanan. Namun, saya bermain dengan mental nothing to lose dan ingin membuktikan kemampuan terbaik saya.”
Jadwal 16 Besar Taipei Open 2025 – Ubed Selangkah Lagi Bertemu Musuh Alot Jonatan Christie, 10 Wakil Indonesia Perebutkan Tiket Perempat Final
“Jika saya semakin tegang, saya akan kalah. Jadi, saya berusaha santai meski tetap tegang. Bimbingan pelatih membantu saya bermain lebih enjoy.”
Menjadi tunggal pertama, Putri KW mengakui sempat terbebani menggantikan Gregoria.
“Ada sedikit pikiran seperti itu, apalagi melihat head-to-head antara lawan-lawan Kak Gregoria. Di atas kertas, ia seharusnya menang. Terakhir, saya juga kalah dari Line Hojmark Kjaersfeldt (Denmark),” akunya.
“Maka, saya berusaha rileks. Tanpa Kak Gregoria, saya juga bisa. Saya yakin, dengan mental nothing to lose dan mengeluarkan permainan terbaik, saya bisa menyumbang poin, khususnya untuk tunggal putri.”
Putri KW bahkan tak gentar menghadapi rekor 0-8 melawan Pornpawee Chochuwong (Thailand) di perempat final.
“Tertinggal 0-8 dari Pornpawee, ternyata banyak juga, saya kaget bisa kalah sebanyak itu.
Saat diturunkan, saya sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi dia maupun Ratchanok Intanon,” jelasnya.
“Di gim pertama, sempat tertinggal cukup jauh, namun kemudian terkejar. Saat terkejar, saya sempat merasa tertekan. Namun, saya berusaha tak memikirkan itu, meskipun tertinggal dan rekor head-to-head sangat jauh.”
“Pasti banyak yang berpikir saya akan kalah, tetapi saya ingin membuktikan bahwa saya mampu dan layak mengalahkannya.”
Putri KW menikmati atmosfer pertandingan beregu, meski tekanannya lebih besar.
“Kalau turnamen individu, itu kewajiban. Beregu berbeda, tidak semua orang bisa bermain beregu, tetapi saya suka, meski tekanannya lebih tinggi,” ujarnya.
Apa Kabar Anthony Ginting? Sudah Lama Tak Pegang Raket dan Perkiraan Absen 6 Bulan Penuh
“Yang menyenangkan adalah banyaknya dukungan. Di turnamen individu, hanya orang-orang di GOR yang mengenal kita. Di tim, ada belasan orang yang mendukung kita, meskipun tertinggal. Senang sekali mendapat dukungan setiap mencetak poin.”
Meski demikian, Putri KW masih merasa ada yang kurang saat melawan An Se-young.
“Pasti ada (penyesalan). Rasa penasaran untuk mengalahkannya tetap ada. Saya pernah rubber game dan mengambil gim pertama saat bertemu An Se-young. Untuk menang melawannya, saya sangat penasaran. Mungkin saya masih banyak kekurangan.”
“An Se-young unggul dalam konsistensi, cara berpikir, dan fighting spirit-nya luar biasa.”
“Memang sulit menghadapinya, tetapi seperti pemain lain pada umumnya. Hanya saja, dia tidak mau kalah. Setiap poin diperjuangkan dengan sangat susah. Sangat sulit merebut poin darinya. Setiap poin, dia tidak mau menyerah.”
Dengan penampilannya saat ini, Putri KW merasa sudah bisa menyaingi pemain-pemain top dunia.
“Alhamdulillah, sudah cukup bisa mengimbangi. Namun, masih ada beberapa pemain yang belum bisa saya kalahkan. Saya ingin terus belajar, meskipun kalah. Pastinya, akan ada saatnya saya bisa menang.”














