Breaking News

Home / Daerah / Jambi / News / Peristiwa / Warta Kota terkini

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 06:38 WIB

Calon Karyawan Koperasi BSE Batanghari Bayar hingga Rp.20 Juta, di Janjikan 8 juta Perbulan

Dugaan pelanggaran ketenagakerjaan kembali mencuat di lingkungan Koperasi Batanghari Surya Energi (BSE) di Kabupaten Batanghari.

Dugaan pelanggaran ketenagakerjaan kembali mencuat di lingkungan Koperasi Batanghari Surya Energi (BSE) di Kabupaten Batanghari.

Warta-kota.com//JAMBI

Batanghari — Dugaan pelanggaran ketenagakerjaan kembali mencuat di lingkungan Koperasi Batanghari Surya Energi (BSE) di Kabupaten Batanghari. Berdasarkan keterangan sejumlah pekerja, koperasi yang memiliki beberapa gudang dan lokasi operasional di Bahar, Tempino, Senami, Sridadi, daerah 51, serta kantor pusat di Jalan Putri Pinang Masak, Bulian, diduga telah mempekerjakan ratusan karyawan tanpa pemberian gaji selama berbulan-bulan.

Salah seorang karyawan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa sebagian besar pekerja di gudang dan lapangan tidak menerima upah sesuai perjanjian kerja.

“Banyak teman-teman sudah lima bulan tidak digaji, ada juga yang keluar karena tidak sanggup lagi menunggu,” ujarnya kepada wartawan, Senin (13/10/2025).

Selain persoalan keterlambatan upah, muncul pula informasi baru terkait Paguyuban Semesta Surya Energi dan Paguyuban Keluarga Utama Jaya yang di ketuai oleh Hermandani, yang disebut-sebut berperan sebagai penyalur bagi calon karyawan yang ingin bekerja di Koperasi BSE. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, paguyuban tersebut diduga melakukan pungutan uang kepada calon karyawan dengan nominal bervariasi antara Rp.2,5 juta hingga Rp.20 juta per orang.

Baca Juga  Buka Penilaian Desa Antikorupsi, Muzamil: Jangan Hanya Slogan Tapi Jadikan Budaya Kerja

Praktik semacam ini, jika benar terjadi, jelas menyalahi aturan ketenagakerjaan serta berpotensi melanggar hukum, karena memanfaatkan proses rekrutmen untuk menarik pungutan yang tidak sah. Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Koperasi BSE maupun Paguyuban Semesta Surya Energi belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut.

Apabila benar terbukti, tindakan tidak membayarkan gaji pekerja maupun melakukan pungutan terhadap calon tenaga kerja dapat melanggar Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang mewajibkan pemberi kerja membayar upah tepat waktu dan melarang segala bentuk pungutan yang merugikan pekerja atau calon pekerja.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan diharapkan segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang, khususnya Dinas Tenaga Kerja dan aparat penegak hukum, guna memastikan perlindungan terhadap hak-hak buruh serta menegakkan prinsip keadilan dalam hubungan kerja di wilayah Kabupaten Batanghari dan sekitarnya.

Baca Juga  Wakil Bupati Solok H. Candra Di Percaya Sebagai Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Solok Untuk 5 Tahun Kedepan

Salah seorang narasumber menyebutkan, ia telah membayar Rp20 juta disertai kwitansi resmi untuk bisa masuk bekerja di koperasi tersebut. Ia juga mengaku menjalani masa training selama tiga bulan dengan gaji sebesar Rp3,25 juta, dan dijanjikan akan mendapat gaji Rp8 juta per bulan setelah diangkat sebagai pegawai tetap.

Lebih mengejutkan, narasumber itu mengaku bahwa proses masuk kerja tersebut difasilitasi oleh seorang oknum anggota TNI yang bertindak sebagai perantara antara calon karyawan dan pihak paguyuban. Keterlibatan oknum aparat dalam praktik seperti ini menambah serius dugaan adanya indikasi penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran hukum dalam proses rekrutmen di lingkungan Koperasi BSE.

Publik kini menunggu langkah tegas dari pihak Komando Daerah Militer (Kodam) dan aparat penegak hukum, untuk menelusuri dugaan keterlibatan oknum tersebut serta memastikan proses hukum berjalan transparan dan adil bagi seluruh pihak. (Red).

Share :

Baca Juga

News

Lapak Pekanbaru Terima 50 Orang Warga Binaan Dari Rutan Pekanbaru

Kota Padang

Kebakaran Melanda Kota Padang,Tidak Ada Korban Jiwa,Total Kerugian Rp5,1 M,

News

CEGAH GANGGUAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN, LAPAS NARKOTIKA KELAS IIA PEMATANGSIANTAR MELAKSANAKAN RAZIA INSIDENTIL

Hukum Nasional

Dugaan Penyimpangan Perawatan TBM-1 dan Penanaman Mukuna di PTPN IV Regional II Kebun Balimbingan Kembali Menjadi Sorotan Publik. 

Pandeglang

Tim Gabungan Polda Banten Tangkap Pelaku Pungli di Jembatan Pantai Carita Pandeglang

News

HUT TNI Ke-80, Kapolsek Carita dan Lintas Organisasi Sambangi Koramil 0110 Labuan

Berita Utama

Pemkab Solok Gelar Rapat Koordinasi Pemerintah Daerah Tahun 2026

Lebak

Polemik Bangunan Pasar Buah Oknum Ormas Ilegal Langgar Perda, LMP Macab Lebak Iwan Tahapary Gelar Audiensi di DPRD Lebak komisi II