Breaking News

Home / Technology

Senin, 12 Mei 2025 - 11:53 WIB

Xiaomi, Oppo, Vivo Tanpa Google? Ini Dampaknya Bagi Pengguna Indonesia

warta-kota.com – Beredar kabar bahwa beberapa produsen ponsel pintar asal Tiongkok, termasuk Oppo, Vivo, dan Xiaomi, tengah mempersiapkan perangkat mereka tanpa dukungan layanan Google (Google Mobile Services/GMS).

Sebagai contoh, Xiaomi, perusahaan induk Redmi dan Poco, dilaporkan sedang mengembangkan HyperOS 3.

Sistem operasi ini diisukan tidak akan kompatibel dengan layanan Google, mirip dengan HarmonyOS besutan Huawei.

Baca juga: Antarmuka HyperOS 3 Segera Hadir, Inilah Ponsel Xiaomi yang Akan Mendapatkannya

Menurut XiaomiTime, situs yang secara konsisten memantau perkembangan HyperOS, Xiaomi tidak mengembangkannya sendirian.

Dikabarkan Xiaomi berkolaborasi dengan Huawei dan vendor lain di bawah naungan BBK Group, yaitu Oppo, Vivo, dan OnePlus, seperti yang dirangkum KompasTekno dari Giz China, Senin (12/5/2025).

Artinya, sistem operasi yang akan menjalankan ponsel pintar dari Xiaomi, Oppo, Vivo, dan OnePlus ke depannya, mungkin tidak akan lagi mendukung layanan Google, serupa dengan Huawei.

Kebenaran rumor ini masih belum dapat dipastikan. Jika terwujud, kemungkinan ponsel Xiaomi, Oppo, dan Vivo tanpa layanan Google hanya akan dipasarkan di Tiongkok. Pasalnya, akses ke aplikasi Google di negara tersebut memang sudah dibatasi.

Baca Juga  Backup Chat WhatsApp ke Google Drive: Panduan Lengkap Android & iPhone

Di sisi lain, memasarkan ponsel tanpa layanan Google di pasar global akan menjadi tantangan besar bagi para vendor.

Lebih dari itu, rencana ini juga akan menjadi tantangan bagi Google. Pasalnya, Xiaomi, Oppo, dan Vivo merupakan tiga merek ponsel pintar Tiongkok terbesar di dunia, menurut laporan terbaru Canalys.

Laporan Canalys menempatkan Xiaomi di peringkat ketiga sebagai merek ponsel pintar terbesar dunia pada kuartal I-2025 dengan pangsa pasar 14 persen. Vivo dan Oppo berada di posisi keempat dan kelima dengan pangsa pasar masing-masing 8 persen.

Baca juga: 5 Merek Ponsel Pintar Teratas Dunia Awal 2025 Versi Canalys

Dampak Perang Dagang AS-China

Perkembangan perangkat lunak tanpa layanan Google ini konon didorong oleh situasi geopolitik yang memanas, terutama setelah terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS).

Baca Juga  Xiaomi Civi 5 Pro Resmi Meluncur: Snapdragon 8s Gen 4 & Kamera Leica

Pada awal masa jabatan keduanya, Trump kembali memanaskan perang dagang AS-Tiongkok dengan menaikkan tarif impor timbal balik.

Baca juga: Trump Kenakan Tarif Impor China 145 Persen, Saham Apple, Meta, dkk Anjlok

Kemungkinan besar, Trump akan membatasi akses perusahaan Tiongkok terhadap teknologi AS, seperti yang terjadi pada Huawei di tahun 2019.

Sebagai kilas balik, saat itu Trump memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam (entity list) karena diduga berafiliasi dengan pemerintah Tiongkok.

Akibatnya, Huawei dilarang menjual produknya, menggunakan, dan mengimpor berbagai teknologi dari AS, termasuk sistem operasi Android.

Oleh karena itu, ponsel pintar buatan Huawei tidak mendukung layanan GMS, dan digantikan dengan Huawei Mobile Service (HMS) di sistem operasi HarmonyOS.

Tanpa GMS, ponsel pintar Huawei tidak dilengkapi layanan Google, seperti YouTube, Google Maps, Google Drive, dan sebagainya.

Share :

Baca Juga

Technology

Atasi iPhone Mati Total: Cara Mudah Restart Tanpa Tombol Power

Technology

Samsung Galaxy A Series Lama: Tak Dapat Update One UI 7? Daftar HP yang Terkena Dampak

Technology

Biometrik: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Cara Kerja Lengkap

Technology

Google NotebookLM: Kini Mendukung Bahasa Indonesia dan Jawa, Total 50 Bahasa

Technology

Samsung Galaxy A06 5G vs Redmi 13: Perbandingan Spesifikasi dan Harga Terlengkap

Technology

Manfaat Egg Freezing: Penjelasan Lengkap dari Dokter untuk Perempuan

Technology

Kuasai Teknologi AI: Cara Belajar Lebih Cerdas dan Efektif

Technology

Samsung Galaxy A56 5G vs S24 FE: Perbandingan Lengkap Spek dan Harga