Pandeglang, warta-kota.com – Wisata Pantai Bengkung yang terletak di Jalan Carita, Desa Banjarmasin, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, telah ditutup selama hampir 3 bulan dan menjadi sumber keluhan besar bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) warga sekitar, serta para pengunjung yang berniat mengunjungi kawasan wisata yang pernah ramai dikunjungi tersebut.
Pantai yang menghadirkan pesona pasir putih yang lembut dan beragam fasilitas pendukung wisata mulai beroperasi sekitar 2 tahun yang lalu. Pada awalnya, kawasan ini menjadi destinasi favorit bagi wisatawan lokal maupun dari luar daerah, dengan daya tarik alam yang asri dan akses yang relatif mudah. Namun, pantauan langsung wartawan di lokasi menunjukkan kondisi yang jauh berbeda dari masa kejayaannya. Kawasan wisata kini terbengkalai, dengan terlihat lubang besar di pintu masuk utama yang menghalangi akses ke area pantai. Fasilitas yang pernah terawat dengan baik juga mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan akibat kurangnya pemeliharaan selama masa penutupan.
Menurut informasi dari sejumlah warga sekitar yang ditemui di lokasi, penutupan kawasan wisata ini dipicu oleh adanya kesalahpahaman atau komunikasi antara pemilik lahan kawasan wisata dengan orang kepercayaan pemilik lahan yang menjadi jalur akses menuju lokasi Pantai Bengkung. Perbedaan persepsi antara kedua belah pihak terkait penggunaan lahan dan kesepakatan yang telah dibuat menjadi akar permasalahan yang menyebabkan akses ke pantai harus ditutup secara paksa.
“Sepertinya ada kesalah pahaman antar kedua belah pihak. Tapi kalau menurut kami sih hal biasa dan tak perlu dibesarkan, kalau bisa mah segera ada solusinya, soalnya, lumayan kami pun disini bisa berjualan mencari nafkah,” ujar salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya pada Jum’at, (9/1/2026).
Warga tersebut menambahkan bahwa banyak dari mereka yang mengandalkan aktivitas berjualan makanan, minuman, dan oleh-oleh di sekitar kawasan wisata sebagai sumber penghasilan utama keluarga.
Selain warga sekitar, pelaku UKM yang telah membangun usaha di sekitar Pantai Bengkung juga merasakan dampak yang signifikan akibat penutupan ini. Sebelum ditutup, kawasan wisata mampu menarik pengunjung setiap akhir pekan dan hari libur nasional, yang secara langsung meningkatkan omzet para pedagang. Beberapa pelaku UKM yang bergerak di bidang penyewaan peralatan pantai, warung makanan serta penjualan produk lokal mengaku mengalami penurunan pendapatan sejak akses ke pantai ditutup.
“Saya sudah menjalankan usaha warung jajanan pantai selama lebih dari setahun di sini. Saat kondisi normal, akhir pekan saja bisa mendapatkan omzet yang cukup untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Tapi sejak ditutup, hampir tidak ada pengunjung sama sekali, saya bahkan terpaksa mencari pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkap salah satu pelaku UKM di sekitar lokasi wisata.
Selain dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar dan pelaku UKM, penutupan Pantai Bengkung juga menuai keluhan dari para pengunjung yang telah merencanakan kunjungan ke destinasi ini. Banyak dari mereka yang datang dari daerah jauh, bahkan dari luar Provinsi Banten, hanya untuk mengetahui bahwa akses ke pantai telah ditutup. Beberapa pengunjung yang ditemui di lokasi mengatakan bahwa mereka merasa kecewa karena tidak ada informasi resmi mengenai penutupan yang tersebar secara luas, sehingga mereka harus menghabiskan waktu dan biaya perjalanan sia-sia.
Potensi wisata Pantai Bengkung sendiri telah mulai dikenal luas oleh masyarakat sejak awal beroperasi. Kawasan ini tidak hanya menawarkan pemandangan pantai yang indah, tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas seperti area parkir yang cukup luas, toilet umum, mushola, camping ground, serta area bermain anak yang membuatnya cocok untuk dikunjungi oleh seluruh anggota keluarga. Keberadaan pantai ini juga dianggap sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian lokal dan mempromosikan pariwisata Kabupaten Pandeglang sebagai destinasi wisata alam yang menarik.
Sebelum penutupan, Pantai Bengkung mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan usaha mikro kecil menengah di sekitar lokasi. Selain itu, keberadaan destinasi wisata ini juga membantu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai kapan akses ke Pantai Bengkung akan dibuka kembali. Upaya untuk melakukan mediasi antara kedua belah pihak yang terlibat dalam perselisihan lahan juga masih dalam tahap koordinasi. Tim wartawan telah berusaha menghubungi pihak pemilik lahan kawasan wisata, namun hingga berita ini diterbitkan, belum mendapatkan konfirmasi resmi dari kedua belah pihak.
Salah satu Tokoh masyarakat dan Pemerhati Pariwista di Pandeglang juga telah menyatakan bahwa mereka akan terlibat dalam proses penyelesaian permasalahan ini. Menurut nya, pihaknya siap memberikan bantuan dan fasilitasi untuk mencari solusi yang menguntungkan semua pihak, guna mengembalikan fungsi Pantai Bengkung sebagai destinasi wisata yang bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
(YNA)
















