Breaking News

Home / Daerah / Inhu

Kamis, 8 Mei 2025 - 05:51 WIB

Warga Resah, Kafe Remang-Remang ‘Peyek’ Diduga Jadi Sarang Miras dan Prostitusi di Bongkal Malang.

Warga Resah, Kafe Remang-Remang ‘Peyek’ Diduga Jadi Sarang Miras dan Prostitusi di Bongkal Malang.

INHU – Masyarakat Desa Bongkal Malang, Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu, dibuat resah oleh keberadaan sebuah kafe yang dikenal dengan sebutan “Kafe Bunda” atau kerap disebut juga “Kafe Peyek”. Terletak di pinggir jalan lintas tengah Taluk – Air Molek, kafe ini diduga menjadi tempat peredaran minuman keras (miras) dan praktik prostitusi terselubung.

Salah satu warga berinisial SC (40) menyampaikan kegelisahan masyarakat kepada awak media. “Ini sangat meresahkan kami. Hampir semua ibu-ibu di desa Bongkal Malang dan sekitarnya marah. Kafe itu berada di area padat penduduk, dan lebih parahnya lagi, diduga bebas menyediakan miras dan wanita penghibur,” ujar SC.

Baca Juga  Dugaan penyimpangan Penyaluran PIP, Kepsek SDN 3 Sindang Ratu Suruh wartawan konfirmasi ke salah satu wartawan kepercayaan nya.

Investigasi yang dilakukan awak media menemukan indikasi kuat aktivitas ilegal di lokasi tersebut. Kafe ini buka dari pagi hingga sore dengan dalih sebagai tempat usaha biasa, namun di baliknya disinyalir menyediakan berbagai jenis minuman keras seperti anggur merah, yang dipasok dari sebuah toko di Air Molek, Kecamatan Pasir Penyu. Pemilik kafe bahkan dikabarkan mampu mendatangkan wanita penghibur dari luar daerah.

“Sistemnya seperti panggilan, dan pemilik kafe menyediakan kamar untuk berduaan. Setiap penggunaan kamar dikenai biaya tambahan yang disetor langsung ke pemilik,” lanjut SC.

Baca Juga  Sambut Hari Bhayangkara ke 79, Polres Meranti Gelar Donor Darah

Ketika awak media menyamar sebagai tamu, ditemukan fakta bahwa miras tersedia secara bebas, dan salah satu wanita penghibur membenarkan bahwa praktik berkencan di dalam kamar memang terjadi di sana.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Bongkal Malang mengakui telah mendengar laporan tersebut. “Iya, Bang, infonya begitu. Nanti kita akan cek,” ujar kepala desa singkat sebelum mengakhiri pembicaraan.

Masyarakat mendesak aparat berwenang segera bertindak agar situasi ini tidak semakin merusak moral dan ketertiban lingkungan, terutama di wilayah yang seharusnya menjadi tempat yang aman bagi keluarga.(Iin)

Share :

Baca Juga

Daerah

Berhadiah Puluhan Juta,MPC PP Simalungun Gelar Sayembara Terkait Pelanggaran Netralitas Pilkada 2024.

Daerah

H. Anton Saragih Hadiri Acara Maulid Nabi Muhammad SAW Yang Diselenggarakan Formula Kabupaten Simalungun

Berita Utama Daerah

Final GSI Kabupaten Solok 2024 Pertemukan Dua Tim Tangguh, Eksekusi Adu Penalti Raih Tiket Singkarak ke Babak Final

Berita Utama Daerah

Group Randai Gajah Nan Tongga Parambahan Tetap Eksis Merpertahankan Seni Tradisonal Diera Digitalisasi

Berita Utama

COPOT !!! Oknum Kadus Merangin Kuok Ancam Penjarakan Warga

Banten

GAMMA minta PJ Bupati Lebak Turun Tangan untuk menutup perusahaan Baching plant PT BBS.
Tim peneliti Puslitbang Polri inspeksi kendaraan operasional di Polda Jambi

Daerah

Puslitbang Polri Evaluasi Kendaraan Operasional Samapta dan Binmas di Polda Jambi

Daerah

Terekam 25 Kali Letusan Pagi Hingga Siang, Aktivitas Gunung Semeru Masih Siaga