Unras FORMALA di RSUD Labuan Hampir Ricuh, Massa Memanas Dorong Pagar Pembatas
Pandeglang, warta-kota.com Forum Organisasi Masyarakat dan Aktivis Labuan (FORMALA) menggelar aksi unjuk rasa yang dihadiri oleh berbagai unsur elemen masyarakat. Aksi ini digelar didepan RSUD Labuan pada Kamis, 10 April 2025 sekitar pukul 13.30 WIB.
Orasi yang disampaikan melalui beberapa perwakilan Ormas dan Masyarakat yang menjadi orator ini bertujuan untuk menuntut transparansi dalam prosesĀ rekrutmen tenaga kerja di RSUD Labuan tersebut.
Dalam kajian mereka, FORMALA menemukan beberapa kejanggalan yang perlu disikapi. Mereka menekankan bahwa terdapat ketidak transparanan dalam proses rekrutmen pekerja, serta adanya praktik nepotisme yang merugikan masyarakat, serta adanya dugaan money politik dalam hal perekrutan tenaga kerja Nakes dan non Nakes.
” Kami menuntut agar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten hadir untuk berdialog langsung mengenai proses rekrutmen yang dianggap tidak adil,” teriak salah satu Orator diatas mobil komando.
Mereka menginginkan agar proses rekrutmen pegawai BLUD RSUD Labuan dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku, tanpa adanya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta berharap akan prioritas warga lokal yang bekerja di RSUD Labuan.
Dalam aksi tersebut, FORMALA menyampaikan enam tuntutan utama, diantaranya:
Memastikan kehadiran Dinas Kesehatan Provinsi Banten dapat hadir dan berdialog dengan mereka.
Selain itu, massa juga menuntut proses rekrutmen yang bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme, juga
melibatkan masyarakat dalam analisis dampak lingkungan, serta
memprioritaskan tenaga kerja lokal. Dibawah terik Matahari yang kian memanas, kumpulan massa tampak semakin beringas setelah satu komando dari sang orator yang mengarahkan agar maju dan terjadi aksi dorong pagar pembatas di RSUD Labuan yang di jaga ketat oleh anggota Polres Pandeglang beserta Polsek Labuan juga Security RSUD Labuan.
TB Lili Nazaruddin, perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten menyatakan pada sejumlah awak media saat dikonfirmasi.
“Kami menerima aksi ini sebagai salah satu tugas kami. Dalam audiensi ini, kami sepakat untuk menyelesaikan persoalan yang disampaikan oleh rekan Ormas di FORMALA. Terima kasih kepada teman-teman semua, mohon dukungannya agar RSUD Labuan segera launching,” ujarnya.
Disinggung soal dugaan money politik tentang rekruitmen tenaga kerja Nakes dan non Nakes yang disampaikan oleh salah satu orator saat aksi, dengan tegas, TB.Lili menyampaikan.
” Kalau ada, buktikan ke kami.kami yang akan sikat, jangan hanya rumor saja,” ungkapnya dengan tegas.
Sementara itu, Galih Permana, ketua KNPI di Kecamatan Labuan menanggapi hasil audiensi tadi bersama Plt Direktur RSUD Labuan Dr. Susi Mulyani beserta Sekdir Tb Lili Nazarudin di salah satu gedung RSUD Labuan.
“Hasil pertemuan tadi tidak memberikan titik penyelesaian yang jelas. Kami merasa tidak ada notulen tertulis yang dihasilkan, dan kami akan mempertimbangkan untuk melanjutkan aksi ke Provinsi dengan skala yang lebih besar,” ujarnya.
Sisi lain diungkapkan dari celoteh salah satu pejalan kaki yang melintas saat aksi terjadi, ia menuturkan sangat menyayangkan soal ini. Dirinya mengatakan bahwa RSUD Labuan belum beroperasi, namun sudah beberapa kali aksi demo terjadi.
” Demo lagi saja di RSUD Labuan, sesekali demonya di BKD atau di Dinkes Provinsi Banten, lha di sini aja belum beroperasi,” ungkapnya sambil berlalu.
Reporter : yona
















