Breaking News

Home / News

Jumat, 16 Januari 2026 - 07:36 WIB

Tiap Tahun Jadi Langganan Banjir, Rumah Warga Dusun Kepel Wuluhan Terendam hingga 60 Sentimeter

Jember, 16 Januari 2026 – WartaKota.com

Warga Dusun Kepel, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember kembali dilanda banjir musiman. Banjir susulan yang terjadi pada Rabu (13/1/2026) ini sudah menjadi kejadian rutin yang dialami warga setiap musim hujan tiba.

Salah satu rumah warga yang terdampak cukup parah adalah milik Candra (30), warga RT 007 RW 008 Dusun Kepel. Luapan Sungai Kali Clutak membuat air masuk ke dalam rumah hingga setinggi sekitar 20 sentimeter, bahkan di beberapa titik mencapai 60 sentimeter.

Akibat banjir tersebut, seluruh ruangan rumah terendam, mulai dari dapur, tempat memasak, hingga tiga kamar tidur. Kondisi ini memaksa Candra bersama keluarganya mengungsi sementara ke rumah kerabat karena khawatir terjadi banjir susulan.

Baca Juga  DR Yudhi Krismen US, SH., MH Law Firm TKP dan Dewan Kode Etik DPP AMI : " Tak Indahkan Somasi, Siap Laporkan Adius Saleh Rajo Mudo Ketua KAN Solok

“Saya bersama keluarga harus mengungsi ke rumah saudara karena air masuk ke semua kamar, dapur, dan tempat masak. Untuk sementara rumah ditinggal karena takut hujan turun lagi,” ujar Candra.

Ia menambahkan, banjir membuat keluarganya tidak bisa memasak karena dapur terendam. Barang-barang yang masih bisa diselamatkan, seperti kasur dan pakaian, dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi. Bahkan sepeda motor miliknya juga ikut terendam air.

Sementara itu, Kepala Dusun Kepel, Sundoko, membenarkan bahwa wilayah RT 007 RW 008 memang menjadi lokasi yang paling terdampak setiap kali banjir musiman terjadi.

Baca Juga  DP3AP2KB Pandeglang Tindak Lanjuti Laporan, Konseling Siswa Pembentuk Geng Sekolah dan Latihan Militer Cegah Tawuran

“Setiap banjir musiman, wilayah ini memang paling parah terdampak. Jarak rumah warga dengan sungai sangat dekat, sehingga saat hujan deras sungai langsung meluap,” jelasnya.

Tak hanya rumah warga, lahan pertanian di sekitar sungai juga ikut terdampak. Sejumlah tanaman cabai milik warga yang berada di selatan permukiman RT 007 terendam air.

“Kami berharap tidak hujan lagi supaya air sungai cepat surut. Pasca banjir, warga juga kesulitan memasak dan beraktivitas,” tegas Sundoko.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, mengingat intensitas hujan di wilayah Wuluhan masih cukup tinggi.

(Dang)

Share :

Baca Juga

Hukum Nasional

Dianggap Lakukan PHK Secara Sepihak, Disnaker Sumut Akan Periksa Perusahaan CV Sinar Telekom

News

Humas HKI Sebut Lepas Tangan Jika Vendor Pakai Material Ilegal, Tak Menjawab Pertanyaan Soal Bukti dan Dugaan Kolusi

News

Koramil Bayung Lencir Bangkitkan Gotong Royong, Bersihkan Pasar Bero Jaya Timur

News

Kunjungi Solok Pascabencana, Wamendagri Pastikan Bantuan Pusat dan Respons Cepat Layanan Kependudukan

News

Panggil Pimpinan PLN, Wakil Bupati Muzamil Desak Penyelesaian Krisis Listrik di Meranti

News

Menunggu Saat Berbuka Puasa, Desa Sukamaju Salurkan BLT DD dan Insentif LKD

News

Bupati Solok Jon Firman Pandu, S.H Kembalikan Jabatan Wali Nagari Koto Baru kepada Afrizal

News

Curry Lounge Pengalaman Kuliner Autentik India di Jantung Bristol