Jember, 16 Januari 2026 – WartaKota.com
Warga Dusun Kepel, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember kembali dilanda banjir musiman. Banjir susulan yang terjadi pada Rabu (13/1/2026) ini sudah menjadi kejadian rutin yang dialami warga setiap musim hujan tiba.
Salah satu rumah warga yang terdampak cukup parah adalah milik Candra (30), warga RT 007 RW 008 Dusun Kepel. Luapan Sungai Kali Clutak membuat air masuk ke dalam rumah hingga setinggi sekitar 20 sentimeter, bahkan di beberapa titik mencapai 60 sentimeter.
Akibat banjir tersebut, seluruh ruangan rumah terendam, mulai dari dapur, tempat memasak, hingga tiga kamar tidur. Kondisi ini memaksa Candra bersama keluarganya mengungsi sementara ke rumah kerabat karena khawatir terjadi banjir susulan.
“Saya bersama keluarga harus mengungsi ke rumah saudara karena air masuk ke semua kamar, dapur, dan tempat masak. Untuk sementara rumah ditinggal karena takut hujan turun lagi,” ujar Candra.
Ia menambahkan, banjir membuat keluarganya tidak bisa memasak karena dapur terendam. Barang-barang yang masih bisa diselamatkan, seperti kasur dan pakaian, dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi. Bahkan sepeda motor miliknya juga ikut terendam air.
Sementara itu, Kepala Dusun Kepel, Sundoko, membenarkan bahwa wilayah RT 007 RW 008 memang menjadi lokasi yang paling terdampak setiap kali banjir musiman terjadi.
“Setiap banjir musiman, wilayah ini memang paling parah terdampak. Jarak rumah warga dengan sungai sangat dekat, sehingga saat hujan deras sungai langsung meluap,” jelasnya.
Tak hanya rumah warga, lahan pertanian di sekitar sungai juga ikut terdampak. Sejumlah tanaman cabai milik warga yang berada di selatan permukiman RT 007 terendam air.
“Kami berharap tidak hujan lagi supaya air sungai cepat surut. Pasca banjir, warga juga kesulitan memasak dan beraktivitas,” tegas Sundoko.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, mengingat intensitas hujan di wilayah Wuluhan masih cukup tinggi.
(Dang)















