Breaking News

Home / Finance

Selasa, 9 September 2025 - 07:51 WIB

The Fed’s Sinyal: Dolar AS Lesu, Yen Jepang Menguat! Peluang Untung atau Rugi?

TOKYO, warta-kota.com. Nilai tukar Yen Jepang (JPY) menguat signifikan, mencapai angka 147,5 per dolar AS pada Selasa (9/9). Penguatan ini berlanjut dari sesi perdagangan sebelumnya, didorong oleh pelemahan dolar AS. Ekspektasi pasar akan pemangkasan suku bunga yang lebih agresif oleh Federal Reserve AS turut menjadi katalis penguatan JPY.

Pasar saat ini memprediksi revisi ke bawah data ketenagakerjaan AS untuk periode April 2024 hingga Maret 2025. Hal ini menunjukkan kemungkinan The Fed belum sepenuhnya mencapai target maksimalisasi lapangan kerja.

Baca Juga  5 Aplikasi Trading Terbaik: Mulai Investasi Saham Modal Minim untuk Pemula

Mengutip Tradingeconomics, Selasa (9/9), probabilitas pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) minggu depan diperkirakan mencapai 89%. Namun, beberapa pihak mempertimbangkan potensi pemangkasan yang lebih besar, yakni 50 basis poin.

Obligasi Jepang Menguat, Imbal Hasil Tinggi Tarik Investor

Di Jepang sendiri, investor mencermati implikasi politik dari pengunduran diri Perdana Menteri Shigeru Ishiba. Pengunduran diri ini terjadi di tengah meningkatnya perpecahan internal partai berkuasa dan tekanan pasca kekalahan dalam pemilihan umum nasional akhir tahun lalu.

Baca Juga  Sekretaris Perusahaan Petrindo (CUAN) Tambah Saham Sebanyak 140.000

Situasi ini juga terjadi bersamaan dengan kendala yang dihadapi Jepang dalam upaya mengamankan kesepakatan perdagangan dengan Amerika Serikat.

Share :

Baca Juga

Finance

Pegadaian Raup Laba Fantastis Rp 5,6 Triliun Berkat Ekosistem Emas

Finance

Iwan Setiawan Lukminto, Bos Sritex, Resmi Tersangka Kasus Korupsi Kredit Bank

Finance

Harga Emas Antam Hari Ini Turun: Cek Daftar Lengkapnya!

Finance

BEI Evaluasi Saham Syariah: Daftar Masuk & Keluar Indeks

Finance

Gangguan BCA Mobile: Nasabah Kesulitan Transaksi Keuangan

Finance

SGER Dapatkan Kredit Rp600 Miliar untuk Bangun Pabrik Hidrogen Peroksida

Finance

KPK: Dana non-bujeter BJB ada Rp 200 M, diduga turut mengalir ke Ridwan Kamil

Finance

Penurunan Pendapatan Iklan Net TV: Ancaman atau Kesempatan?