Jember Warta-Kota Com
Danantara Indonesia dikabarkan akan menyerap 10 ton gula milik petani tebu Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang kini tertimbun di gudang Pabrik Gula (PG) Semboro karena tidak terserap pasar.
Manajer Keuangan dan Umum PG Semboro, Diputra Risman, mengatakan Danantara bakal membeli gula petani untuk mengatasi masalah penumpukan tersebut. Penyerapan dilakukan melalui ID Food dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) bersama Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI).
“Hanya saja sampai hari ini belum ada kepastian kapan pembayaran dilakukan,” ujarnya.
Risman menambahkan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan para petani tebu. Dari informasi yang diterima, realisasi pembayaran diperkirakan antara minggu ini atau pekan depan.
Danantara Indonesia disebut akan membeli gula petani dengan harga acuan pemerintah (HAP), yakni Rp14.500 per kilogram. Gula itu nantinya akan masuk sebagai cadangan gula pemerintah.
Lebih lanjut, Risman menyebut kendala utama yang dialami petani adalah tidak lakunya gula di pasar lelang karena tidak ada pedagang yang bersedia membeli sesuai HAP. Peredaran gula rafinasi impor ditengarai menjadi penyebab.
“Ketika lelang, petani tidak mau menjual di bawah HAP, sementara pedagang beralasan di luar pasar sudah banyak gula rembesan,” katanya.
Akibat kondisi itu, hampir tiga bulan terakhir 10 ton gula petani Jember mengendap di gudang PG Semboro. Sementara kapasitas gudang diperkirakan hanya mampu menampung hingga dua bulan ke depan, sedangkan proses penggilingan tebu masih terus berjalan hingga November mendatang.















