Breaking News

Home / Finance

Kamis, 21 Agustus 2025 - 10:51 WIB

Sukuk Ritel SR023: Investasi Aman dengan Kupon Menarik, Mulai Ditawarkan!

warta-kota.com JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mengambil langkah strategis dengan menurunkan suku bunga acuannya menjadi 5% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang diselenggarakan pada hari Rabu, 20 Agustus 2025. Keputusan ini diyakini akan membawa pengaruh signifikan terhadap prospek investasi pada Surat Berharga Negara (SBN) ritel di masa mendatang.

Dalam waktu dekat, pemerintah berencana untuk menawarkan SBN sukuk ritel seri SR023, yang akan mulai tersedia pada hari Jumat, 22 Agustus 2025. SR023 ini hadir dengan skema kupon *fixed rate* dan menawarkan dua pilihan tenor investasi, yaitu 3 tahun dan 5 tahun.

Ramdhan Ario Maruto, Head of Fixed Income Anugerah Sekuritas, berpendapat bahwa penurunan suku bunga acuan BI berpotensi besar menyebabkan tingkat kupon pada SR023 menjadi lebih kompetitif.

Walaupun menggunakan skema *fixed rate*, tingkat kupon awal yang ditawarkan sangat mungkin terpengaruh oleh momentum penurunan suku bunga. Hal ini dikarenakan penetapan kupon akan mengacu pada *yield* Surat Utang Negara (SUN) dengan tenor 10 tahun.

“Dengan tren suku bunga yang berlaku saat ini, imbal hasil SUN 10 tahun berada di kisaran 6,3%. Dengan adanya penurunan suku bunga, imbal hasil juga berpotensi ikut turun,” ujar Ramdhan kepada Kontan pada hari Kamis, 21 Agustus 2025.

Baca Juga  Anak Usaha United Tractors UNTR Kantongi Modal Rp 285 Miliar

Kemenkeu Siap Rilis Dua Instrumen SBN Syariah Agustus Ini: SWR006 dan Sukuk Ritel

Berdasarkan data dari Trading Economics, pada hari Kamis (21/8/2025) pukul 16.23 WIB, *yield* SUN 10 tahun berada pada level 6,309%, menunjukkan penurunan sebesar 0,12% secara harian.

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Ramdhan memperkirakan kupon ideal untuk kedua tenor SR023 akan berada dalam rentang 6,0%–6,1%.

Sementara itu, Domingus Sinarta Ginting, Head of Investment Specialist Sinarmas Asset Management, memprediksi kupon SR023 dengan tenor 3 tahun akan berkisar antara 6,15%–6,25%, sedangkan untuk SR023 dengan tenor 5 tahun diperkirakan berada di rentang 6,3%–6,4%.

Ia berpendapat bahwa penurunan suku bunga acuan BI hingga mencapai 5% memberikan sentimen positif bagi pasar obligasi ritel. Hal ini disebabkan karena suku bunga acuan yang rendah akan menurunkan biaya pinjaman. Akibatnya, investor cenderung mencari instrumen *fixed income* yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan deposito.

Domingus menekankan bahwa SR023 tetap menarik karena *spread* kupon terhadap suku bunga acuan masih berada di sekitar 1%. “Ini cukup menguntungkan bagi investor yang ingin mengamankan *return* tetap, khususnya di era penurunan suku bunga,” jelasnya.

Baca Juga  Aliran Modal Asing Keluar Rp 2,71 Triliun: Analisis BI Terbaru

Selain itu, pajak kupon yang dikenakan sebesar 10% juga lebih rendah dibandingkan pajak deposito yang sebesar 20%.

Kupon SR023 Diproyeksi Lebih Rendah Dibanding Seri Sebelumnya

Ia menambahkan bahwa pergerakan imbal hasil SUN saat ini berpotensi memengaruhi kupon dua SBN ritel lainnya yang akan diterbitkan pada tahun ini. “Dengan tren pemangkasan suku bunga yang berkelanjutan dan ekspektasi stabilitas global, *yield* SUN berpotensi mengalami penurunan lebih lanjut,” jelas Domingus.

Ia memproyeksikan bahwa hingga akhir tahun, *yield* SUN 10 tahun dapat bergerak dalam rentang 6,2% – 6,3%.

Senada dengan itu, Ramdhan juga melihat adanya potensi penurunan *yield* yang berlanjut hingga akhir tahun. “Terutama jika melihat likuiditasnya yang baik dan *inflow* asing yang masuk belakangan ini,” ungkapnya. Oleh karena itu, ia memperkirakan *yield* SUN 10 tahun dapat berada dalam rentang 6,1% – 6,3%.

Share :

Baca Juga

Finance

Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 diperkirakan 5,2 persen

Finance

Prospek Sektor Batubara 2024: Analis Ungkap Kinerja dan Saham Pilihan

Finance

Pendapatan Negara Sumut Tembus Rp4,97 Triliun di Kuartal Pertama 2025

Finance

Tinggal 5 hari perdagangan, pergerakan IHSG bakal terbatas di sisa 2025

Finance

Toyota Akuisisi Saham Astra Digital Mobil: Perkuat Dominasi Pasar Mobil Bekas

Finance

Harga Buyback Emas Antam Melonjak Drastis, Tertinggi Sejak November!

Finance

Indodax Ungkap: Geopolitik Pengaruhi Harga Aset Kripto Terbaru

Finance

Rebound Saham BCA: Pembelian Asing Melonjak, Fundamental Kuat Jadi Penopang