Soal Amdal RSUD Labuan, Begini Keterangan dari Plt Dirut RSUD Labuan
Pandeglang, Warta- kota.com
Polemik AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) pada pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang semakin menuai narasi dan argumentasi dari berbagai kalangan yang dipicu akibat dampak viralnya informasi dari media di Kabupaten Pandeglang.
Berkaitan hal tersebut, Plt Direktur RSUD Labuan, Dr. Wahyutomo mengatakan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 4 Tahun 2021 tentang daftar usaha dan atau kegiatan yang wajib memiliki analisis mengenai dampak, mengenai lingkungan hidup, upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup, atau surat pernyataan kesanggupan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup, itu sudah ada dan sudah ditempuh, dilansir dari keterangan media Menaratoday pada Kamis, (17/10/2024).
Selaku Plt. Direktur, Wahyutomo juga menyebutkan luas RSUD Labuan dan sudah ada izin UKL-UPL yang dikeluarkan oleh DLHK Pandeglang.
” Untuk dibawah 5 hektare tidak memakai amdal, melainkan memakai Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL). Berdasarkan data, RSUD Labuan masuk kedalam wajib memiliki UKL-UPL dengan luas lahan yang ada yaitu 6545 M2 dan luas bangunan gedung didalamnya yaitu 5000 M2, jadi penekannya bahwa Kewajiban RSUD Labuan ada izin UKL-UPL dan izin ini sudah keluar dari DLHK Kabupaten Pandeglang, dan adapun SK persetujuan kesanggupan pengelolaan lingkungan hidup dari kabupaten Pandeglang itu sudah selesai dan sudah disetujui pada tahun 2023,” ungkapnya.
Dilokasi pembangunan RSUD Labuan, Eman Suherman selaku Ketua rukun warga (RW) 12 membawahi 3 wilayah RT (01,02,03) yang menurutnya berada di wilayah Ring 1 pembangunan RSUD Labuan menginginkan percepatan launching pengoperasian RSUD Labuan segera di fungsikan, ia juga mengatakan perihal warganya yang menyambut baik pembangunan RSUD Labuan, karena menurutnya hal ini sangat berdampak positif bagi warga Pandeglang, terutama di wilayahnya.
” Pembangunan RSUD ini sangat berdampak positif bagi kami, karena kedepan warga lebih mudah untuk akses perawatan medis, juga saat inipun banyak dari warga kami yang ikut bekerja,” ucapnya.
Dirinya mengatakan juga perihal informasi soal Amdal, yang menurut nya warga selama ini dan berada didalam wilayah ring 1 pembangunan RSUD tidak merasakan dampak negative dari pada pembangunan RSUD Labuan.
” Saya selaku ketua RW 12 juga sudah berkoordinasi dengan Kombes Pol Purn. Agus Sudarno, SH.MH, selaku pembina di pembangunan RSUD Labuan ini, beliau menyarankan agar supaya warga Labuan bisa saling menjaga kondusifitas, karena menurutnya potensi keberadaan RSUD Labuan ini sebagai sarana vital yang perlu dijaga keberadaan nya, didukung pembangunannya oleh warga Pandeglang, serta warga Labuan sendiri harus merasa bangga dengan keberadaan RSUD type C ini yang berada di wilayah Kecamatan Labuan,” bebernya saat dikonfirmasi.
Dikonfirmasi Kombes Pol. Purn. Agus Sudarno, SH.MH, dilokasi RSUD Labuan sekira pukul 12: 30 Wib membenarkan apa yang diutarakan oleh Eman Suherman, beliau juga berharap agar warga mensupport pembangunan RSUD Labuan, serta berperan aktif dalam menjaga kondusifitas antar warga, jangan mudah terprovokasi oleh issu yang sepihak dan menguntungkan seseorang maupun kelompok.
Terpisah, ketua BPD Desa Labuan mengatakan saat dikonfirmasi perihal pembangunan RSUD Labuan.
” Sedikit menambahkan penjelasan serta keterangan yang diutarakan oleh bapak Dirut. RSUD labuan, Dr. Wahyutomo merupakan penjelasan yang sudah sangat jelas menurut saya.
Jadi saya selaku mitra pemerintahan Desa labuan (BPD Desa Labuan) mengajak seluruh masyarakat labuan agar mendukung penuh percepatan pembangunan RSUD yang berada diwilayah kecamatan labuan. Karena keberadaan RSUD labuan itu sangat dibutuhkan oleh warga labuan umumnya dan khususnya warga desa labuan.
Dan sikap yang baik dan bijaksana yang kita lakukan adalah lebih mengutamakan kepentingan umum dibanding kepentingan pribadi.
Semoga keberadaan RSUD Labuan ini menjadi barometer atau tolak ukur pengurangan pengangguran masyarakat juga karena didalamnya masih banyak membutuhkan lapangan pekerjaan baik dibidang medis maupun non medis,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Labuan, Dedi Supriadi berharap agar RSUD Labuan segera beroperasi karena manfaatnya jelas langsung bisa dirasakan oleh masyarakat.
“Untuk itu mari kita dukung agar segala pembangunan sarana dan prasarana di RSUD Labuan yang sedang dilakukan segera selesai dengan baik mengenai percepatan pembangunannya, dan mari kita saling jaga kondisifitas,” pungkasnya.
Reporter : yona















