Warta-kota.com//JAMBI – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Jambi terus memperkuat komitmen pembinaan melalui kolaborasi strategis bersama Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jambi. Koordinasi yang digelar pada Selasa (3/3/2026) ini menjadi langkah konkret dalam mengoptimalkan program pembinaan karakter bagi warga binaan pemasyarakatan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jambi, H. Sudirman, S.H., M.H., hadir langsung dan disambut oleh Kalapas Kelas IIA Jambi Syahroni Ali bersama jajaran, di antaranya Kasi Binadik Yuli Wirdina, Kasubsi Bimkemaswat Pandega Bayu Pratama, Staf Umum Nursaini Lusiana Sinambella, serta Staf Kepegawaian Denny Pratama.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas penguatan program kepramukaan di lingkungan lapas sebagai bagian dari strategi pembinaan berbasis karakter. Kegiatan kepramukaan dinilai memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, serta semangat kebangsaan.
Kalapas Syahroni Ali menegaskan bahwa pembinaan tidak hanya berorientasi pada aspek administratif, tetapi juga pembentukan mental dan moral warga binaan.
“Kepramukaan mengajarkan nilai-nilai luhur seperti disiplin, loyalitas, dan kepedulian sosial. Ini sangat relevan dalam proses pembinaan agar warga binaan memiliki kesiapan mental saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Binadik Yuli Wirdina menjelaskan bahwa program kepramukaan akan dirancang secara lebih sistematis dan berkelanjutan.
“Kami ingin pembinaan ini berdampak nyata. Melalui pelatihan rutin, kegiatan edukatif, hingga penguatan wawasan kebangsaan, warga binaan diharapkan mampu membangun kepercayaan diri dan kesiapan untuk proses reintegrasi sosial,” jelasnya.
Sinergi ini diharapkan menjadi fondasi kerja sama jangka panjang antara Lapas Kelas IIA Jambi dan Kwarda Gerakan Pramuka Jambi. Dengan pendekatan pembinaan yang humanis, terarah, dan berkelanjutan, program pemasyarakatan diharapkan semakin optimal serta mampu menciptakan perubahan perilaku yang positif.
Kolaborasi ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen menghadirkan pembinaan yang produktif, bermakna, dan berorientasi pada masa depan warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.














