Pandeglang, warta-kota.com
Sekelompok alumni SMA Labuan Angkatan Tahun 1997 menyelenggarakan acara reuni yang dinanti-nanti di Pantai Matahari Carita pada Minggu (28 Desember 2025). Acara yang bertema “Kenangan di Tengah Pencarian Jati Diri” menjadi ajang silaturahmi dan bertemu kembali setelah 28 tahun berpisah.
Acara yang diselenggarakan di hamparan rumput hijau dan pasir putih Pantai Matahari Carita dimulai dengan sesi temu berjabat tangan dan berbagi cerita. Selama hari itu, para alumni berbagi pengalaman perjalanan mereka selama lebih dari dua dasawarsa, mulai dari kesuksesan di karir, tantangan yang dihadapi, hingga proses pencarian jati diri yang penuh dengan keraguan dan penemuan.
Ketua Panitia Reuni SMA Labuan Angkatan 1997, Abeng Sahani menyatakan bahwa kerinduan mendalam terhadap teman lama menjadi pendorong utama penyelenggaraan acara ini.
“Selama 28 tahun, kita masing-masing berlari mengejar tujuan di dunia yang kompetitif, mencari tempat dimana kita termasuk dan siapa kita sebenarnya,” ujar nya dalam sambutan. Reuni ini bukan hanya untuk bertemu kembali, tetapi juga untuk menyadari bahwa benang kenangan yang menghubungkan waktu tidak pernah putus, bahkan ketika mereka telah jauh berpisah.
Selama acara, para teman alumni juga melakukan serangkaian aktivitas, antara lain tatanan foto bersama, sesi berbagi pengalaman oleh beberapa teman yang telah mencapai prestasi di bidang masing-masing. Suasana penuh haru terasa jelas ketika para alumni berbagi cerita tentang masa-masa sulit yang dihadapi selama pencarian jati diri, serta rasa lega ketika akhirnya bertemu kembali dengan teman-teman yang dulu bersama mereka memulai perjalanan, meski sebagian sahabat lainnya telah banyak yang berpulang mendahului menemui pencipta- Nya.
Salah satu alumni, Nina, yang kini bekerja sebagai profesional di bidang kesehatan menyampaikan rasa syukur atas peluang bertemu kembali. “Selama puluhan tahun, saya mencari jati diri melalui prestasi dan pengalaman, tetapi hari ini ketika melihat wajah-wajah teman lama, saya merasa menemukan bagian diri yang hilang. Ini adalah tempat di mana saya pertama kali merasa memiliki identitas yang sebenarnya,” katanya.
Hal yang sama diutarakan pula oleh Ade dan Kosim, cerita dan pengalamannya disampaikan dengan gaya khas lelucon serta kelakar mereka.
Acara diakhiri pada malam hari dengan sesi makan bersama dan penyampaian pesan harapan untuk masa depan. Para alumni sepakat akan menjaga hubungan yang erat dan melakukan reuni secara teratur untuk memperkuat ikatan antar teman lama.
Reuni SMA Labuan Angkatan 97 di Pantai Matahari Carita menjadi bukti bahwa meskipun waktu dan jarak dapat memisahkan, kerinduan dan ikatan kenangan akan selalu tetap hidup di dalam hati. (YNA)
















