Breaking News

Home / Finance

Selasa, 20 Mei 2025 - 03:52 WIB

Saham TGUK Dihentikan Sementara BEI Akibat Harga yang Melonjak Tajam

JAKARTA, warta-kota.com. Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Selasa (20/5), menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) sejak sesi I.

Suspensi ini dilakukan karena peningkatan harga saham TGUK yang signifikan. BEI mengambil langkah ini sebagai mekanisme cooling down untuk melindungi para investor.

Penghentian sementara berlaku di pasar reguler dan pasar tunai. Tujuannya memberikan kesempatan bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan keputusan investasi mereka dengan lebih matang.

Baca Juga  BlackRock dan JPMorgan Akumulasi GOTO, Isu Merger Grab Makin Kencang

BEI Awasi Pergerakan Saham NICL, TGUK, dan PDES yang Melonjak Tajam dalam Sebulan Terakhir

Danny Yuskar Wibowo, P.H. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, dalam pengumuman Senin (19/5) mengimbau, “Para pihak yang berkepentingan diharapkan selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.”

Baca Juga  Harga Emas Antam Hari Ini Sentuh Rp1.014.000: Buruan Beli Sebelum Naik!

Kenaikan harga saham TGUK sangat mencolok. Dalam sepekan terakhir, saham TGUK tercatat naik 42,31% ke level Rp 111 per lembar. Lonjakan ini bahkan lebih signifikan dalam sebulan terakhir, mencapai 88,14%. Secara tahun berjalan (YTD), saham TGUK telah melesat hingga 122%.

Share :

Baca Juga

Finance

Prospek Cerah: Yield SUN Turun, Pasar Obligasi Korporasi Bergairah

Finance

Industri Indonesia: Mudah Dihancurkan, Sulit Dibangun, Kata Menperin

Finance

IHSG Terkoreksi: Analisis Dampak Penurunan 1,3 Persen ke Kapitalisasi Pasar

Finance

Investasi SBN Domestik: Mengapa Pasar Tetap Menarik dan Faktor Pendorongnya

Finance

Saham MGLV, BWPT, dan UANG Dihentikan Sementara: Harga Melonjak Drastis di BEI

Finance

Harga Emas Antam Melonjak Rp2.000, Tembus Rp1.886.000 per Gram

Finance

S&P 500 dan Nasdaq Terkoreksi Akibat Kekhawatiran Valuasi Saham AI

Finance

Harga emas dekati rekor, platinum melonjak dipicu inflasi AS