Breaking News

Home / Finance

Senin, 24 November 2025 - 08:51 WIB

Rupiah Perkasa: Menguat ke Rp 16.699, Dolar AS Tertekan!

warta-kota.com JAKARTA. Rupiah menunjukkan ketangguhannya di pasar spot, berhasil mengamankan posisinya dan terus menguat hingga penutupan perdagangan hari ini. Pada hari Senin, 24 November 2025, nilai rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 16.699 per dolar Amerika Serikat (AS).

Dengan pencapaian ini, rupiah tercatat mengalami apresiasi sebesar 0,1% dibandingkan dengan posisi penutupan pada hari sebelumnya, yang berada di angka Rp 16.716 per dolar AS.

Hingga pukul 15.00 WIB, dinamika pergerakan mata uang di seluruh Asia menampilkan variasi yang cukup beragam. Rupee India tampil sebagai mata uang dengan performa terbaik di kawasan Asia, melonjak signifikan sebesar 0,26%.

Baca Juga  GOTO akan gelar RUPSLB untuk rombak jajaran direksi dan komisaris pada Rabu (17/12)

Chandra Daya Investasi (CDIA) Aktif Mengoperasikan PLTS di Wilayah Industri Krakatau

Selanjutnya, ringgit Malaysia juga menunjukkan kinerja positif dengan kenaikan sebesar 0,17%, diikuti oleh dolar Singapura yang berhasil terangkat sebesar 0,15%. Dolar Hongkong menyusul dengan kenaikan tipis, sebesar 0,003%.

Di sisi lain, won Korea Selatan menjadi mata uang yang mengalami penurunan terdalam di antara mata uang Asia lainnya, merosot tajam sebesar 0,36%. Baht Thailand juga mengalami tekanan, terkoreksi sebesar 0,33%.

Baca Juga  Laris Manis! Penjualan SBN Ritel Tembus Rp 153 Triliun di 2025

Selain itu, yen Jepang juga mengalami koreksi sebesar 0,23%, dan dolar Taiwan ditutup dengan penurunan sebesar 0,09%. Peso Filipina juga tercatat mengalami penurunan sebesar 0,07%.

Terakhir, dolar Hongkong mengalami pelemahan yang sangat tipis, hanya sebesar 0,003%, terhadap the greenback.

Share :

Baca Juga

Finance

Rupiah menguat 0,16% dalam sepekan, simak proyeksinya untuk pekan depan

Finance

PLN Amankan Pasokan Listrik Sumatera dengan Gas Andaman

Finance

Desakan DPR AS: Hapus Saham Alibaba dan Perusahaan China Lainnya dari Bursa

Finance

Divestasi 12% saham Freeport untuk Indonesia masuk finalisasi

Finance

Perjanjian Dagang Internasional Picu Penurunan Penerimaan Negara? Ini Kata Kemenkeu

Finance

Penurunan Pendapatan Iklan Net TV: Ancaman atau Kesempatan?

Finance

Kripto Anjlok Meski The Fed Turunkan Suku Bunga: Analisis Mendalam

Finance

Mengapa tingkat penetrasi industri asuransi RI di bawah Malaysia