Breaking News

Home / Urban Infrastructure

Senin, 19 Mei 2025 - 03:53 WIB

Ribuan Sandal Bekas Hotel Sampahkan Lingkungan Banyuwangi

BANYUWANGI, KOMPAS.com – Tim Sungai Watch menemukan tumpukan ribuan sandal hotel sekali pakai yang menjadi limbah di lahan seluas 20 x 25 meter di Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur.

Lokasi penemuan sangat dekat dengan permukiman warga, tepatnya di belakang rumah-rumah penduduk. Diduga kuat, lahan tersebut telah lama dijadikan tempat pembuangan limbah oleh pihak hotel.

Dari lokasi tersebut, tim Sungai Watch berhasil mengangkut lima karung penuh berisi sandal bekas hotel. Limbah sandal ini ditemukan bercampur dengan sampah lainnya, termasuk sisa makanan dan styrofoam.

“Kami telah membawa lima karung sandal bekas hotel sebagai barang bukti, namun itu baru sebagian kecil. Ribuan sandal bertuliskan nama hotel masih tertinggal,” ujar Area Manager Sungai Watch Banyuwangi, Suhardiyanto, Minggu (18/5/2025).

Baca Juga  Lokomotif KA Malioboro Ekspres Rusak Parah Setelah Tabrak 7 Motor di Madiun

Baca juga: Tabrak Truk, 3 Pemotor di Banyuwangi Tewas di Tempat

Suhardiyanto, yang akrab disapa Hari, menjelaskan penemuan tersebut terjadi sekitar dua minggu lalu saat timnya melakukan penelusuran lokasi pembuangan sampah.

Tumpukan sampah di lahan milik warga ini menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan lingkungan dan masyarakat sekitar. Sampah yang tertimbun, bahkan setelah hancur, akan berubah menjadi mikroplastik yang berbahaya bagi kehidupan.

“Melihat kondisinya, pembuangan sampah ini sudah berlangsung lama, bukan baru satu atau dua kali saja,” tegasnya.

Baca juga: Pemain Jaranan Banyuwangi Dilaporkan Lakukan Pornoaksi di Depan Penonton Anak-anak

Meskipun telah mengangkut sekitar 500 kilogram sampah, tim Sungai Watch belum mampu membersihkan seluruh area tersebut karena volumenya yang sangat besar.

Hari meyakini bahwa lokasi tersebut merupakan tempat pembuangan sampah dari hotel, bukan dari warga, mengingat jumlah sandal yang ditemukan sangat banyak.

Baca Juga  Adhi Karya Buka-bukaan: Fakta di Balik Polemik Tiang Monorel Jakarta

“Pengelolaan sampah hotel ini sangat buruk. Seharusnya pihak hotel bertanggung jawab dengan membuang sampah pada tempatnya, misalnya dengan menyerahkannya kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” jelas Hari.

Ia menyesalkan tindakan hotel yang membuang sampah di pemukiman warga, merupakan contoh buruk yang dapat mendorong masyarakat untuk membuang sampah sembarangan.

Hari juga menghimbau para pengusaha untuk lebih peduli lingkungan dengan mematuhi aturan pembuangan limbah dan mempertimbangkan dampak jangka panjangnya. Imbauan yang sama juga ditujukan kepada masyarakat.

“Tujuan utama kami adalah mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik dan mengelola sampah dengan lebih baik,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Urban Infrastructure

Jasa Marga Terapkan Contraflow Puncak: Antisipasi Kemacetan Arus Mudik

Urban Infrastructure

Polemik Aqua: ESDM Evaluasi Ulang Izin Pengambilan Air Tanah!

Urban Infrastructure

PTPP Garap Proyek Tol Surabaya-Gempol Senilai Rp 140 Miliar: Ekspansi Infrastruktur!

Urban Infrastructure

Pemkab Blora Dapat Izin Kemenkeu, Pinjam Rp215 Miliar Perbaiki Jalan Rusak

Urban Infrastructure

Tawuran Maut Manggarai: Kericuhan Kembali Pecah Minggu Malam

Urban Infrastructure

Pramono Anjurkan Ibu Kota Jakarta Pindah ke Kota Tua: Solusi?

Urban Infrastructure

Libur Waisak: Jasa Marga Laporkan Peningkatan Signifikan Arus Lalu Lintas ke Puncak

Urban Infrastructure

Nikmati Gratis Naik MRT, LRT, dan Transjakarta: Syarat & Ketentuan 17 & 19 September