Breaking News

Home / Pandeglang

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 09:20 WIB

Potret Warga Miskin di Pandeglang Jelang HUT RI ke – 80, Hidup Prihatin Tanpa Listrik dan Bantuan Pemerintah

Potret Warga Miskin di Pandeglang Jelang HUT RI ke – 80, Hidup Prihatin Tanpa Listrik dan Bantuan Pemerintah

Pandeglang, warta- kota.com

Menyusuri kehidupan satu keluarga miskin ektrem di wilayah Kampung Solodengen, Rt 04 / Rw 11, Desa Panimbang Jaya, Kecamatan Panimbang, Pandeglang- Banten.

Perlahan, wartawan meniti potongan bambu yang dibikin titian jembatan dan menerobos hutan mangrove yang menjadi akses satu- satu nya jalan menuju gubug Irja (33) th bersama keluarga kecilnya.

Dikabarkan sebelumnya, Uun (27) th, istri dari Irja beberapa hari yang lalu mengalami kehilangan anak yang ke-2 akibat keguguran.

Menurutnya, saat akan dirawat di Puskesmas Panimbang, pihak Puskesmas merasa tidak sanggup dan disarankan untuk ke RS Alinda yang masih satu Kecamatan.

Kader Desa yang saat itu berada di RS Alinda, Iroh, mencoba membantu warganya. Dengan arahan selanjutnya menuju RSUD Labuan.

” Selama 4 hari berada di RSUD Labuan, karena si pasien tidak memiliki BPJS, lalu memakai SKTM,” ucap Iroh dikonfirmasi dilokasi Irja.
Sabtu, (9/8/2025)

Hal lain dikatakan oleh nya, karena pasien ini memakai SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu), biaya perawatan selama 4 hari di RSUD Labuan mencapai Rp. 18 juta lebih.

Baca Juga  Polemik Batubara di Perairan Popole, WALHI dan LPLH Banten Desak Tanggung Jawab Perusahaan

” Setelah melalui negosiasi dengan pihak RSUD Labuan soal biaya perawatan yang tadinya sebesar Rp. 18 juta lebih, diturunkan menjadi Rp.7 juta pak,” katanya menambahkan.

Iroh mengaku, dengan kondisi keadaan warga miskin tersebut, dengan terpaksa menurut keterangan dari Irja meminjam uang dari pihak saudara istrinya.

Sementara itu dilokasi kediaman Irja, kondisi miris terpantau oleh beberapa awak media saat mengunjungi kediamannya.

Rumah gubug di pinggir empang, dengan akses jalan yang sulit, serta saat malam hanya diterangi oleh lampu minyak tanah untuk menghangatkan satu anak dan istri beserta orang tua nya.

” Sudah bertahun- tahun pak saya tinggal disini ikut dengan bapak saya. Dalam satu rumah ini ada anak saya satu laki- laki umur 3,5 Tahun, istri dan bapak saya sendiri,” katanya dikonfirmasi.

Irja mengaku, pekerjaan serabutan yang dimilikinya, mencari udang, kepiting, ikan maupun menjadi pemulung barang bekas dengan rela dilakukan nya untuk mencukupi keluarga bersama orang tua nya.

Baca Juga  Polres Pandeglang Peduli Wisata 2025, Pastikan Keamanan Pengunjung di Tempat Wisata

” Yah,, terkadang satu hari  dapat uang sekitar 30 sampai 50 ribu pak. Jika kurang, paling malam saya mencari barang bekas atau apa saja,” tambahnya.

Irja mengaku, untuk bantuan dari pemerintah terkait Program PKH, BPNT, maupun Program BLT DD, hal itu belum pernah dirasakan nya.

” Saya hanya ingin hidup layak pak, pengen punya rumah yang layak, penghasilan yang baik juga untuk anak istri saya,” tuturnya menitikan air mata didampingi istrinya.

Rudiyanto, Ketua Rt 04 membenarkan warganya selama ini belum pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah. Hal itu dikatakannya saat dikonfirmasi wartawan.

” Betul pak, belum pernah dapat bntuan. Tapi saya sering sarankan agar segera membikin KTP sama KK, biar kalau ada apa- apa supaya cepat di tanganinya,” ucapnya.

Terlihat sang istri dalam pantauan wartawan sedang memasak air dengan menggunakan kayu bakar, sementara menjelang saat senja, penerangan yang redup dari sebuah lampu minyak tanah sebagai alat penerang satu- satu nya dari warga miskin ektrem yang tak tersentuh bantuan Pemerintah. (YNA)

Share :

Baca Juga

Pandeglang

Miris..Akibat Jalan Rusak, Warga di Pandeglang Terpaksa di ‘Tandu’ Saat Hendak Berobat

Daerah

Dinsos Pandeglang, Muspika dan Kades Panimbangjaya Peduli Warga Miskin Ektrem di Solodengen

Pandeglang

Polemik Batubara di Perairan Popole, WALHI dan LPLH Banten Desak Tanggung Jawab Perusahaan

Pandeglang

BRI KC Labuan Gelar Panen Hadiah SIMPEDES, Implementasi Penghargaan Kepada Para Nasabah

News

Keluarga Siswa dan Penyelenggara Program Jelaskan Kejadian,  “Keluhan Kesehatan Bukan Disebabkan oleh MBG”

Pandeglang

KPM B3 Keluhkan Kualitas Menu MBG di Labuan: Dugaan Pisang Mentah dan Porsi Lauk Dikeluhkan

Pandeglang

Wilayah Kabupaten Pandeglang Dilanda Banjir, SKPD, TNI, POLRI Berjibaku Menanganinya

Pandeglang

Acara Bukber dan Silaturahmi Bersama Mitra Kerja Menghiasi Nuansa Ramadhan 1447 Hijriyah