Breaking News

Home / Daerah / Pandeglang

Kamis, 10 Oktober 2024 - 23:31 WIB

Perwakilan Keluarga Tersangka Penangkapan Hewan yang Dilindungi di TNUK Melakukan Audiensi di BTNUK Labuan

Foto Pertemuan

Foto Pertemuan

Pandeglang, warta-kota.com

Sekelompok warga yang mengaku sebagai perwakilan keluarga dari buntut ditangkapnya 5 orang warga Desa Ujung Jaya Kecamatan Sumur yang beberapa pekan lalu tertangkap tangan telah menangkap burung atau hewan yang dilindungi di wilayah Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) tampak mendatangi Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) yang berada di Kecamatan Labuan.

Perwakilan keluarga yang juga didampingi oleh Kepala Desa Ujung Jaya, Ketua BPD dan beberapa tokoh masyarakat setempat tersebut melakukan audiensi dan bersilaturahmi dengan Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon, bermaksud meminta pengertian dan permohonan maaf dari Kepala BTNUK atas perilaku saudaranya yang saat ini sedang dalam proses hukum akibat menangkap hewan yang dilindungi di Taman Nasional Ujung Kulon beberapa pekan lalu.

Dalam penyampainya saat berada diruang kerja BTNUK Labuan, salah satu perwakilan keluarga mengisahkan kondisi keluarga para tersangka yang sangat memprihatinkan, hingga ada seorang anak dari salah satu tersangka yang putus mondok di pesantren akibat keterbatasan biaya dan beban Psikis akibat ayahnya yang menjadi tulang punggung keluarga terpaksa harus dipenjara akibat menangkap burung di kawasan TNUK.

” Kami sadar akan kesalahan saudara kami yang telah melanggar hukum, namun sekiranya dibalik itu ada keringanan hukum untuk saudara kami, mengingat saudara kami hanya orang miskin yang kerjanya serabutan tak memiliki penghasilan tetap, sehingga mereka gelap mata untuk menangkap burung yang dilindungi dikawasan TNUK,” ungkap salah satu perwakilan keluarga sambil menangis dihadapan kepala BTNUK pada Kamis, (10/10/2024) sekira pukul 15: 30 Wib.

Baca Juga  Jelang Hari Bhayangkara ke-79, Polda Jambi Salurkan Ribuan Paket Sembako ke Warga

Ia juga mengisahkan keluhan dari beberapa keluarga tersangka yang lainnya, akibat penangkapan tersebut, salah satu istri dari tersangka menggendong balitanya untuk diajak bekerja di sawah agar bisa membeli beras dan susu anak balitanya.

” Kami memohon pertimbangan dari bapak Kepala BTNUK, mengingat saudara kami semua ini memiliki anak dan istri yang harus diperjuangkan kehidupannya oleh suami dan ayah mereka, kondisi keterpaksaan dan hidup di garis kemiskinan sehingga mereka gelap mata untuk menangkap hewan yang berada di TNUK,” tandasnya sambil menangis.

Sementara itu, dikonfirmasi Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon pasca usai acara, Ardi Andono menuturkan bahwa pihaknya menyambut baik kedatangan dari perwakilan keluarga untuk menyampaikan aspirasi mereka.

” Audiens itu berupa silaturahmi, kami menyambut baik apa yang telah dilakukan oleh keluarga tersangka, terimakasih sudah bersilaturahmi. Selanjutnya saya sampaikan bahwa ini telah menjadi ranah hukum, kami melakukan penindakan itu sudah matang dan berdasarkan data dan barang bukti yang ada,” ungkap Kepala BTNUK.

Baca Juga  Wujud Perhatian, Kapolres Meranti Jenguk Personil yang Sakit Di RSUD Selatpanjang

Ia menuturkan, berdasarkan barang bukti yang ada berupa 2 buah perahu dan 10 hp beserta alat perlengkapan yang lainya, juga menurutnya mereka telah menginap di Kawasan TNUK dan mempersiapkan segalanya sehingga mereka telah ada niatan untuk melakukan penangkapan burung di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon.

” Mereka sudah 2 kali melakukan nya, termasuk salah satunya menurut pengakuan mereka menghancurkan SD Card dari Kamera Trap, jadi mereka sudah faham, dan kami tidak bisa memberikan kebijakan apapun, kita menghormati proses hukum yang ada,” tandasnya.

Masih dilokasi yang sama, Bahrudin, warga Desa Taman Jaya Kecamatan Sumur selaku perwakilan keluarga tersangka berharap agar pihak Kepala BTNUK memberikan kebijakan serta keringan terhadap saudaranya. Namun menurutnya, penjelasan serta pemahaman yang disampaikan oleh Kepala BTNUK saat audiens tadi sangat faham dan bisa dimengerti oleh fihaknya.

Reporter : Yona

Share :

Baca Juga

Jember

Alasan Bupati Jember Kekeuh Minta Bangun Flyover ke Menteri PU: Investasi Harus Datang

Kabupaten Solok

Penambangan Emas Ilegal Menggila di Solok: Diduga Dibekingi Oknum Berseragam

Berita Utama

Alahan Panjang Resort Kembali Memanas, Apakah Berakhir di Jalur Persuasif Atau Langkah Hukum

Banten

Parah Pemilik Surat jalan Batu Bara Ilegal Diduga Raup Ratusan Juta Perminggu.

Berita Utama

Wagub Sumbar Vasko Ruseimy Serahkan Bantuan Rp25 Juta saat Safari Ramadan di Pasaman

Berita Utama Daerah

Zulmarnus, Saya Memasuki Masa Persiapan Pensiun Bukan Mundur Dari Jabatan

Berita Utama

Bupati Solok Diskusi dengan Warga Soal Pembebasan Lahan Jalan Nasional Aia Dingin

Daerah

Selesai Sholat Jumat,Calon Bupati Simalungun H.Anton Saragih Sapa Pedagang di Kota Touris Parapat.