Breaking News

Home / Finance

Senin, 5 Mei 2025 - 17:53 WIB

Penurunan Pendapatan Iklan Net TV: Ancaman atau Kesempatan?

warta-kota.com – , Jakarta – Laporan keuangan kuartal I 2025 menunjukkan penurunan pendapatan PT MDTV Media Technologies Tbk (NETV), yang sebelumnya dikenal sebagai NET TV. Pendapatan perusahaan mencapai Rp 32,6 miliar, mengalami penurunan signifikan dibandingkan Rp 81,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pilihan editor: Masa Paceklik Industri Media, Mengapa dan Sampai Kapan?

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 5 Mei 2025, menunjukan pendapatan MDTV berasal dari iklan televisi dan digital. Pendapatan iklan televisi tercatat Rp 31,1 miliar, turun dari Rp 47,9 miliar di kuartal I tahun lalu.

Sementara itu, pendapatan iklan digital juga mengalami penurunan, dari Rp 6,4 miliar pada kuartal I 2024 menjadi Rp 1,5 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Sebagai hasilnya, MDTV mencatatkan kerugian Rp 53,5 miliar di kuartal I 2025, meskipun lebih rendah dari kerugian Rp 64,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga  Bea keluar diberlakukan, begini dampaknya bagi emiten produsen emas

Penurunan juga terlihat pada aset perusahaan. Hingga kuartal I 2025, aset MDTV bernilai Rp 1 triliun, turun dari Rp 1,04 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. Total liabilitas dan ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 1,00 triliun.

Sepanjang tahun 2024, MDTV membukukan rugi bersih Rp 78,6 miliar, peningkatan yang signifikan dibandingkan kerugian Rp 634 miliar pada tahun 2023.

Akuisisi 80,05 persen saham NET TV oleh PT MD Entertainment Tbk milik Manoj Punjabi pada November 2024 menandai perubahan nama perusahaan dari PT Net Visi Media Tbk menjadi PT MDTV Media Technologies Tbk.

Baca Juga  Dana Asing Kabur dari Pasar Saham: Analisis Mendalam Penyebab Utama

Perubahan nama tersebut telah disahkan melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- 0072157.AH.01.02.TAHUN 2024 pada 8 November 2024, sebagaimana disampaikan Sekretaris Perusahaan MDTV, Shinta Trisnawati Sutrisno.

Shinta menjelaskan dalam keterbukaan informasi di situs Bursa Efek Indonesia pada Senin, 11 November 2024, bahwa perubahan nama tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 7 November 2024.

Pilihan editor: Prinsip Berinvestasi Menurut Warren Buffett

Share :

Baca Juga

Finance

IHSG Menguat! Cek Saham EMTK, AMMN, SCMA Jadi Primadona Hari Ini

Finance

Sentimen Pasar Mendukung: Kenaikan Harga Minyak Terbatas Hingga Akhir Tahun

Finance

Iwan Setiawan Lukminto, Bos Sritex, Resmi Tersangka Kasus Korupsi Kredit Bank

Finance

Ribuan Pengemudi Ojol Demo Besar-besaran di Kementerian Perhubungan Hari Ini

Finance

Tips Bengkel: Periksa Hal Ini Sebelum Beli Ford Fiesta Bekas

Finance

Budi Gunadi: Ungkap Rahasia Kecerdasan dan Kesehatan Orang Berpenghasilan Rp 15 Juta Ke Atas

Finance

ANTM Pastikan Pasokan Emas Batangan Aman untuk Masyarakat dan Industri

Finance

Pahami Akad Istishna: Pengertian, Syarat, Contoh, dan Cara Pembayarannya