Solok,Warta-kota.com.- Pemerintah Kabupaten Solok terus mematangkan rencana relokasi bagi masyarakat yang rumahnya terdampak bencana, khususnya hunian yang hanyut dan mengalami rusak berat. Langkah ini menyusul kunjungan Staf Khusus Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) ke Kabupaten Solok pada Kamis (4/12/2025), yang membawa informasi bahwa Kementerian PKP akan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana.
Dalam kunjungan tersebut, pihak kementerian menegaskan bahwa pemerintah daerah wajib menyediakan lahan yang jelas statusnya sebagai syarat utama pelaksanaan program. Lahan tersebut nantinya akan menjadi lokasi pembangunan huntap lengkap dengan fasilitas penunjangnya.
Sekretaris daerah dan Staf Ahli beserta DPRKPP Kabupaten solok Langsung menggelar rapat bersama camat dan wali nagari yang wilayahnya mencatat kerusakan rumah paling parah. Rapat tersebut difokuskan pada pemetaan ketersediaan lahan untuk relokasi. Sabtu 6/12/2025 di Aula BPBD kabupaten solok.

Rapat berjalan lancar
Dari hasil pembahasan, beberapa nagari telah mengusulkan calon lokasi,
Nagari Saniang Baka: dua lokasi, yaitu Aie Angek dan Tampak, yang merupakan tanah milik nagari.
Nagari Paninggahan: calon lokasi di Jorong Gando, berupa tanah milik masyarakat yang rencananya akan dihibahkan.
Nagari Koto Sani dan Nagari Muaro Pingai: masih dalam proses pembahasan lebih lanjut dengan tokoh masyarakat.
Nagari Selayo dan Koto Hilalang: dilaporkan belum memiliki lahan untuk relokasi.
Kementerian PKP menargetkan program relokasi dapat segera dilaksanakan. Setelah status tanah dinyatakan jelas, tim kementerian akan turun ke lapangan untuk menilai kelayakan lokasi. Jika dinyatakan layak, kementerian akan menyusun site plan dan melanjutkan pembangunan hunian tetap, yang diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu paling cepat tiga bulan.
Pemerintah Kabupaten Solok melalui Kadis DPRKPP Retny Humaira, menegaskan komitmen untuk mengawal penuh program ini. Pemda akan mempercepat legalisasi dan sertifikasi tanah, terutama lahan hibah dari masyarakat, agar proses pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan.
“Program ini adalah bukti bahwa Pemerintah Kabupaten Solok hadir untuk masyarakat yang terdampak bencana. Kami ingin memastikan warga mendapatkan hunian yang layak dan nyaman” Paparnya
Sekda Medison menegaskan kepada dinas dan camat serta wali nagari untuk tetap menjalin komunikasi dengan baik, supaya semuanya bisa di selesaikan dengan sesuai aturan.
” Berharap semua unsur harus bekerja keras untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang menyangkut masyarakat dan laporkan segera kalo ada urusan yang mendesak” harap Medison
Program relokasi ini diharapkan menjadi solusi permanen bagi warga terdampak, sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana di Kabupaten Solok.**(PB07)
















