Breaking News

Home / Pandeglang

Jumat, 15 November 2024 - 13:26 WIB

Pembangunan MCK Penunjang Kawasan Huntap di Desa Banyumekar Menuai Polemik

Foto plang proyek

Foto plang proyek

Pandeglang,  warta- kota.com – Disinyalir, pembangunan MCK dikawasan hunian tetap (Huntap) Desa Banyumekar, Kecamatan Labuan berdampak polemik dan menimbulkan Narasi miring bagi sebagian warga dan Tokoh masyarakat setempat.

Pasalnya, dari keterangan sebagian Tokoh Masyarakat setempat seolah mereka tidak merasa dihargai oleh pelaksana pembangunan maupun kontraktornya, hal itu mereka ungkapkan saat warta-kota.com menyambangi ke lokasi pembangunan.

” Saya tidak tahu sebelumnya, tiba- tiba sepulangnya saya dari Laut sudah ada material dilokasi tersebut,”  ungkap kepala pemuda setempat yang mengaku berprofesi sebagai Nelayan lokal. Jum’at (15/11/2024)

Dirinya menyayangkan akan hal tersebut, bukan bermaksud hendak menghambat pembangunan Pemerintah, namun menurutnya semua itu selayaknya harus ditempuh dengan Sosialisasi kepada warga sekitar terlebih dahulu, agar dikemudian hari tidak menimbulkan miskomunikasi dengan warga.

Diketahui, pembangunan MCK sebagai penunjang kawasan hunian tetap di wilayah RW 04  Desa Banyumekar Kecamatan Labuan merupakan program yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman yang dilaksanakan oleh CV. CIPTA NAYRA bersumber dana APBD-P Provinsi Banten Tahun 2024 dengan nilai Rp. 163.250.000 Rupiah.

Baca Juga  Puskesmas Labuan dan Bidan Praktek Lakukan Takziah Kepada Keluarga Bayi yang Meninggal Dalam Kandungan

Lebih parahnya lagi, menurut keterangan dari salah satu Tokoh Masyarakat setempat bahwa saat groundbreaking (Peletakan batu pertama), puluhan tanaman warga yang sedang berbuah habis dibabat oleh orang kepercayaan mereka dilapangan.

”  Memang ini adalah tanah Pemerintah yang diatas lahan tersebut saya tanam sudah lama sekitar lebih dari 20 batang pohon pisang yang sekarang sedang berbuah. Setidaknya, pelaksana ataupun pemilik kontraktor juga mengerti, minimal mereka memberikan perhatian maupun sekedar uang pengganti terhadap puluhan pohon pisang saya yang dibabat habis,” ucap salah satu Ustad pemilk pohon pisang dilokasi.

Baca Juga  Wagub Banten dan Bupati Pandeglang Gelar Safari Ramadhan di Masjid Agung Syeh Asnawi Caringin

Kendati demikian, ia mengatakan telah ada upaya musyawarah melalui perwakilan dari Tokoh masyarakat setempat beberapa hari lalu, namun dikatakannya, hingga detik ini belum ada kejelasan.

Dikonfirmasi Kepala Desa setempat melalui WhatsApp, Kades menuturkan dirinya belum mengetahui tentang pembangunan MCK tersebut di wilayahnya.

” Belum ada Koordinasi dengan Desa,” ucap Kades Hapidz dengan singkat.

Sementara, salah satu perangkat Desa menuturkan bahwa pembangunan MCK tersebut berdasarkan usulan warga sejak Tahun lalu, namun menurutnya saat realisasi pembangunan belum adanya koordinasi dengan Kepala Desa.

Hingga berita ini disampaikan, pelaksana pembangunan berikut Konsultan perencanaan belum terkonfirmasi, sejenak awak media menemui pihak Konsultan dilapangan, namun amat disayangkan seolah pihak Konsultan  menghindar dari pertanyaan yang akan dilontarkan oleh wartawan.

Reporter : yona

Share :

Baca Juga

Pandeglang

Sultan Banten Kunjungi Ponpes Al-Fathaniyah, Pererat Silaturahmi Demi Banten Berdzikir

Pandeglang

Silaturahmi Akbar Antar Dpac,  DPC BPPKB Pandeglang Berikan SK Dpac Sukaresmi

Pandeglang

Turnamen Sepak Bola Liga Margasana Dibuka, 104 Peserta Berlaga Rebut Hadiah Kerbau cup

Pandeglang

Pandeglang

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Labuan Penuh Khidmat dalam Rangka HUT RI Ke-80

Pandeglang

SMKN 3 Pandeglang Adakan Giat Uji Kompetensi di TAHURA Banten

Daerah

Audiensi PPWI Di Kecamatan Labuan Terkait Transparasi Dana PHBN Berahir Ricuh

Pandeglang

Ribuan Warga Labuan Saksikan Lomba Gerak Jalan Sambut Hut RI Ke- 80 di Pandeglang