Pembangunan Drainase Desa Banyubiru Diduga Proyek Tumpang Tindih, Anggaran Mencapai Seratus Juta Lebih
Pandeglang, warta-kota.com
Proyek pembangunan drainase Desa Banyubiru, Labuan, Pandeglang, yang dianggarkan lebih dari seratus juta rupiah, menjadi sorotan karena dugaan tumpang tindih dengan program lain. Dugaan ini memicu pertanyaan mengenai efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran publik.
Sumber informasi yang diperoleh, proyek drainase ini seharusnya menjadi solusi untuk mengatasi masalah banjir dan genangan air di kawasan Banyubiru. Namun, beberapa pihak menilai bahwa proyek ini tumpang tindih dengan program serupa yang telah ada sebelumnya, sehingga menimbulkan keraguan tentang manfaat dan penggunaan anggaranya.
“Pembangunan drainase ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan mengurangi resiko banjir. Namun, kita perlu memastikan bahwa proyek ini tidak tumpang tindih dengan program lain dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar salah satu Aktivis di Pandeglang yang sempat meninjau lokasi pembangunan di dekat wisata bendungan air Badudun – Cisurog. Kamis, (8/5/2025).
Proyek ini disinyalir dikerjakan tumpang tindih diatas program yang sama, tampak hanya merenovasi bangunan yang lama, dan membersihkan serta mengangkat material tanah yang menutupi saluran air dari bangunan yang lama, dipoles oleh acian semen dan merenovasi material batu yang rusak sehingga tampak bangunan tersebut seperti pekerjaan baru.
Pekerjaan Drainase atau saluran air dengan volume 160 meter persegi tersebut dilakukan di dua lajur kiri dan kanan jalan Desa di Kampung Bantar Panjang, Desa Banyubiru, Labuan, dengan didanai program dana desa (DD) Tahun 2025.
Kepala Desa Banyubiru, Ach.Hidayatunur SE, mengatakan pada warta-kota.com saat dikonfirmasi lewat telepon tampak seolah sambil bercanda menjawab pertanyaan wartawan.
” Biarkan saja anggarannya gede, kan yang gede- gede itukan enak,” ujar nya lewat telepon.
Pihak yang berwenang diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek ini untuk memastikan bahwa anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan proyek ini sangat penting untuk membangun kepercayaan publik.
“Anggaran yang besar harus diimbangi dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang transparan. Kami berharap proyek ini dapat diselesaikan dengan baik dan memberikan hasil yang signifikan bagi masyarakat,” tambah salah satu aktivis di Pandeglang.
Persoalan dugaan tumpang tindih proyek ini juga diharapkan agar menjadi perhatian bagi pihak DPRD Pandeglang untuk memastikan bahwa pengelolaan anggaran publik dilakukan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Muspika Kecamatan Labuan selaku tim monitoring Desa di wilayah Kecamatan Labuan belum terkonfirmasi, diharapkan agar melakukan peninjauan serta turut mengevaluasi perihal pembangunan di Desa Banyubiru- Labuan.
Reporter : yona















